Posts

Jalan Ketiga Menuju Palestina Berdaulat

Image
“Solusi dua negara” sejatinya hanya merupakan istilah lebih halus untuk menyebut: hanya ada negara Israel. *** 15 Mei, 73 tahun lalu di Palestina, 780 ribu orang terusir dari tanah airnya, 15 ribu manusia kehilangan nyawanya, lebih dari 531 desa dan kota hancur. Tragedi ini meletus sehari setelah Zionis mendeklarasikan berdirinya negara Israel. Malapetaka 15 Mei 1948 kemudian dikenal sebagai  Hari Nakbah . Setahun berikutnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mencatat Israel sebagai anggotanya. “Pasca-Perang Dunia II, kaum Zionis semakin mendapatkan simpati dari Barat berkat kampanye Holocoust secara besar-besaran. Posisi Palestina semakin terpojok dan tak berdaya,” kata sejarawan Ahmad Syafi’i Ma’arif dalam bukunya  Gilad Atzmon  (Mizan, 2012). Aneksasi Israel di bumi Palestina setelah Nakbah kian menggila. Ketika itu, Israel telah menyerobot 78 persen tanah Palestina. Perampasan hanya menyisakan dua wilayah: Gaza dan Tepi Barat. Selanjutnya, dari tahun ke tahun, luas kedu

Kado Lebaran, Kospy Salurkan Bantuan 100 Juta ke Palestina dan Yaman

Image
Komite Solidaritas Palestina dan Yaman (Kospy) Indonesia menyalurkan bantuan senilai 7 ribu dolar atau sekitar 100 juta rupiah ke Palestina dan Yaman pada Idul Fitri tahun ini. Dari total bantuan, 3.700 dolar diperuntukkan untuk Palestina dan 3.300 dolar ke Yaman.    "Terima kasih banyak atas amal saleh ini. Semoga Allah menambah timbangan amal baik Anda semua," kata perwakilan lembaga kemanusiaan Islamasil di Yaman, Syekh Asad Qashir, untuk para donatur Kospy.  Islamasil dan Kospy bekerja sama menyalurkan bantuan kepada kedua bangsa yang sedang tertindas itu. Dan pada Idul Fitri 1422 H, penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia ini merupakan tahap yang keempat. Sejak 10 Mei 2021 atau 3 hari setelah perlawanan warga Palestina di Yerusalem Timur terhadap pendudukan Israel meletus, Tel Aviv kembali membombardir Jalur Gaza. Padahal Jalur Gaza - wilayah kurang lebih seluas Kota Surabaya - ini telah terblokade sejak 14 tahun silam dan pada akhir Ramadan kembali menghadapi sera

Doa dari Yaman untuk Donatur Indonesia

Image
Perwakilan lembaga kemanusiaan Islamasil di Yaman, Syekh Asad Qashir, mengucapkan  terima kasih dan mendoakan para penderma Indonesia. Syekh Asad menyampaikan ini usai mendistribusikan bantuan masyarakat Indonesia untuk Yaman yang sedang menanggung bencana kelaparan.  "Terima kasih atas upaya dan amal saleh ini," katanya seperti dalam rekaman video yang diterima Komite Solidaritas Palestina dan Yaman (Kospy) di Jakarta, 13 Mei 2021.  "Semoga Allah memberkati dan membalas kebaikan Anda serta melindungi kalian semua dari keburukan." Kospy Indonesia bekerjasama dengan Islamasil menyalurkan bantuan kepada warga Yaman yang mengalami krisis kemanusiaan. Pada penyaluran tahap pertama, bantuan yang diberikan berupa bahan makanan pokok.  Warga Yaman menghadapi bencana kelaparan akibat agresi militer koalisi Arab Saudi. Selain itu, masyarakat di  semenanjung Arab ini kesulitan mendapatkan bantuan lantaran blokade yang diberlakukan koalisi Saudi.    Pada tahun ini, masa agresi

Duh, Syekh Jarrah, Apa yang Terjadi?

Image
Muhammed Sabbagh akhirnya menerima surat perintah angkat kaki dari rumahnya di wilayah Syekh Jarrah, Yerusalem Timur. Surat pengusiran itu tiba setelah  47 tahun lebih ia melawan tudingan perampasan lahan milik Yahudi.   Menurut isi surat, Sabbagh dan keluarganya punya waktu 21 hari untuk meninggalkan hunian.  Setelah 73 tahun menjadi pengungsi di negeri sendiri pascatragedi Nakbah, kini Sabbagh terancam terusir lagi.  "Saya tak akan pergi," katanya. "Saya akan lawan." ***  Sabbagh lahir di Jaffa - kini dikenal kota pelabuhan kuno Israel -  bertepatan pada tahun Zionis Yahudi mendeklarasikan berdirinya negara Israel di Palestina. Tahun ketika Zionis menggusur paksa warga setempat yang mengakibatkan 15 ribu warga Palestina terbunuh dan 800 ribu jiwa mengungsi. Prahara ini kemudian diperingati setiap 15 Mei sebagai Hari Nakbah. Di antara pengungsi, 28 keluarga akhirnya mendapatkan tempat tinggal di wilayah Syekh Jarrah, Yerusalem Timur, pada tahun 1956. Keluarga Sabba

AlQUDS DAY - Rezim Lemah Sok Gagah

Image
  "Israel bangsa cerdas, ekonominya maju, teknologinya militer sangat canggih dan tak bisa dikalahkan." Begitulah predikat yang kerap menyilaukan sejumlah kalangan, termasuk di Indonesia, sehingga memimpikan negaranya bersekutu dengan Tel Aviv. Tapi benarkah suatu negara mendapat manfaat dari berkawan dengan Israel? Apakah Yordania ikut menjadi negara kuat dan solid sejak 27 tahun silam menjalin hubungan diplomatik dengan Israel?  Menurut analis Timur Tengah, Musa Kazhim, yang terjadi justru sebaliknya.  "Ekonomi Yordania kini berantakan, mengalami krisis, dan menghadapi kudeta internal," katanya dalam peringatan Hari Alquds yang digelar secara daring oleh Aliansi Peduli Palestina, Jumat, 7 Mei 2021.  Bahkan sekutu terkuat Israel, Amerika Serikat, merasa dirugikan oleh Tel Aviv. Belakangan ini, kata Musa, tidak sedikit politisi di Negeri Paman Sam menilai Israel sebagai beban. Pendukung terlama Israel di dunia Islam, Mesir, juga menanggung kehancuran ekonomi dan ber

Cerita Nasrallah Ihwal Rahbar dan Nasib Israel dalam 25 Tahun

Image
  Pemimpin Revolusi Iran, Sayid Ali Khamenei, mengeluarkan pernyataan mengejutkan pada 9 September 2015. "Anda tidak akan lagi melihat Israel dalam 25 tahun ke depan," katanya dalam suatu pertemuan terbuka.  The Times of Israel, The New York Times hingga media Independent di Inggris beramai-ramai menjadikan potongan pidato Rahbar itu sebagai judul berita.  Tapi Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hasan Nasrallah, mengaku tidak terkejut dengan pernyataan tersebut. "Secara pribadi, saya tidak kaget," ujarnya.   ***   Kabar agenda perundingan antara Presiden Suriah Hafez Al-Assad dan Perdana Menteri Israel Yizhak Rabin sampai ke kantor Hizbullah di Lebanon. Assad dan Rabin diagendakan bertemu secara rahasia di Washington dengan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton sebagai tuan rumah.   Isyarat kedua negara bakal bermufakat menguat setelah Tel Aviv bersedia mengembalikan dataran tinggi Golan ke tangan Damaskus. Perwakilan kabinet Assad dan Rabin pun telah bersemuka

Lima Pertanyaan Penting Seputar Palestina

Image
Oleh DR Muhsin Labib Pertama: Mengapa harus menolak proposal damai Palestina – Israel? Salah satu agenda licik Barat dalam melestarikan cengkraman hegemoninya adalah menciptakan polemik internal dalam masyarakat terjajah melalui penyebaran popaganda anti perang dan cinta damai yang sekilas sangat mempesona bagi lapisan tertentu yang merasa cukup cerdas dan beradab. Propaganda ini bertujuan pelemahan spirit resistensi dalam masyarakat terjajah dengan dalih bahwa semua konflik hanyalah strategi marketing industri senjata. Opini ini disemburkan oleh filsuf zionis yang diagungkan oleh Barat Yuval Noah Harari dan sejarawan berdarah Yahudi Bernard Lewis. Karena pandangan mereka terkesan jauh dari tendensi politik pro zionisme, banyak orang yang merasa beradab menjadikannya sebagai landasan sikapnya . Pandangan-pandanganya berbasis pada penafian nilai-nilai transenden di balik semua konflik dan doktrin yang menetapkan bahwa kesejahteraan dan ketentraman adalah ciri masyarakat beradab. Opini