Langsung ke konten utama

Postingan

Nasib Pengungsi Yaman: Minim Akses Makanan, Rumah, dan Perawatan Kesehatan

Bagaimana perasaan Anda jika Anda tiba di suatu negara dan tidak memiliki akses yang memadai ke makanan, tempat tinggal atau perawatan kesehatan? Inilah situasi dan kondisi yang dialami oleh ribuan pengungsi yang datang ke Yaman untuk mencari keamanan dan kondisi kehidupan yang lebih baik. Dan tahukah Anda bahwa 60% pengungsi di Yaman adalah wanita dan anak-anak?                                 Merekalah salah satu kelompok paling rentan yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan dan perlindungan. Tidakkah hati Anda tergerak untuk membantu meringankan beban kehidupan mereka? []
Postingan terbaru

[FOTO] - Melukis Cinta Palestina di Wajah dan Hati

Wanita muda di Beit Lahia, utara dari Jalur Gaza ini, melukis bendera Palestina di wajah anak-anak dan mengajari mereka untuk mencintai negaranya sambil berpesan agar anak-anak itu tetap kuat, terlepas dari kehancuran yang mereka semua alami. Foto oleh: Majdi Fathi []

[VIDEO] – Sambil Tertawa-tawa, Polisi Israel Semprot Gas Merica Mata Pemuda Palestina

Beredar luas di jagat Twitter video berdurasi 2:37 menit yang menunjukkan betapa kejadian ini sungguh merupakan bentuk kekejaman luar biasa, di luar yang dapat dibayangkan oleh manusia waras di belahan dunia mana pun.   Bagaimana tidak, pasukan Israel di Bab al-Amud menahan seorang pemuda Palestina berusia 20 tahun, menyemprotkan gas merica ke kedua matanya, sambil tertawa-tawa tak peduli si pemuda berteriak kesakitan. Mereka bahkan sambil memukulinya sebelum membawanya ke penjara! Paltimesps mengabarkan Israel menetapkan syarat bagi pembebasan pemuda bernama Saleh Al-Natsheh tersebut, berupa uang tebusan atau jaminan sejumlah 5000 shekel. Tak urung, aksi keji Israel ini memantik kemarahan warganet yang bereaksi dengan beragam komentar dan ungkapan bernada geram. “Tentara paling bermoral di dunia. Menjijikkan”, sindir akun @dyahpr1. “Akankah hari itu tiba ketika penindasan berakhir dan Palestina mencapai haknya? Saya berharap untuk menyaksikannya suatu hari nanti”, harap @Pql

[VIDEO] - Aksi Solidaritas Palestina ala Aktivis Gaek ini Jadi Perhatian Dunia

Nick Georges, seorang aktivis berusia 69 tahun asal Inggris, telah melakukan atraksi menantang maut dengan memanjat dan menghabiskan malam di atas derek setinggi 200 meter di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di London, sebagai wujud solidaritasnya atas penderitaan berkepanjangan rakyat Palestina di bawah penjajahan rezim ilegal Israel. Dalam unggahan video di akun Twitter Quds News Network, dia mengatakan aksi ini untuk memberi tahu dunia tentang Palestina. “Selama tiga bulan, saya dikirim ke Palestina sebagai saksi kemanusiaan. Saya menyaksikan kekejaman dan kengerian pendudukan ilegal Israel di Tanah Air Palestina,” kisah Nick. Nick mengaku melihat dengan mata kepalanya sendiri sebuah rumah yang terdiri dari empat anggota keluarga dibakar hidup-hidup oleh pemukim ekstremis Yahudi. Selain warga Palestina, perkebunan zaitun juga dibakar. “Warga Palestina (diperlakukan seolah) tak punya hak. Bahkan listrik dan air mereka diambil. Sebagai seorang Kristen yang peduli, saya tidak b

Atraksi Unik Nick Georges, 'Menantang Maut' Demi Dukung Palestina

Viral di media sosial atraksi unik yang ditunjukkan oleh seorang aktivis berusia 69 tahun asal Inggris bernama Nick Georges. Dia diketahui telah memanjat dan menghabiskan malam di atas derek setinggi 200 meter di dekat Kedubes Amerika Serikat di London, dalam rangka menunjukkan aksi solidaritasnya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Nick yang merupakan seorang kakek, mulai memanjat derek pada Selasa pukul 04.00 pagi waktu setempat. Saat sampai puncak, ia segera mengibarkan bendera Palestina. Dalam unggahan video di akun Twitter Quds News Network, dia mengatakan aksi ini untuk memberi tahu dunia tentang Palestina. “Selama tiga bulan, saya dikirim ke Palestina sebagai saksi kemanusiaan. Saya menyaksikan kekejaman dan kengerian pendudukan ilegal Israel di Palestina,” kata Nick. Nick mengaku melihat rumah yang terdiri dari empat anggota keluarga dibakar hidup-hidup oleh pemukim Yahudi. Selain warga Palestina, perkebunan zaitun juga dibakar. “Warga Palestina tidak punya hak. Bahkan

Prediksi Petinggi Jihad Islam Soal 'Perang Regional'

Dilansir Middle East Monitor, kelompok Perlawanan Palestina kembali memprediksi peluang terjadinya "perang regional", sebagaimana pernah disinggung Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah dalam pidatonya bulan lalu.   "Pertempuran berikutnya atas Yerusalem akan menjadi 'perang regional'," tegas anggota senior Biro Politik Gerakan Jihad Islam, Khaled Al-Batsh kepada wartawan (18/6). Bagaimana hal itu bisa terjadi? "Cukup mendengar lima pemimpin terkemuka di kawasan itu menyatakan kesiapan mereka untuk membela Yerusalem," tambahnya. Artinya, dengan terpenuhinya syarat tersebut, dia yakin perang regional sebagaimana yang dimaksudkannya bakal benar-benar terwujud. Dia menggambarkan pasukan gabungan Kelompok Perlawanan itu nantinya bakal "mampu mengobarkan perang dan memimpin pertempuran regional untuk pembebasan Al-Quds". Seperti diketahui, bulan lalu Israel membombardir Jalur Gaza, menewaskan lebih dari 250 warga Palestina, setelah fa

Saat Aksi Beringas Polisi Israel Mulai Kena Batunya

Hari ini (19/6), pasukan pendudukan Israel menyerbu kota Deir al-Asad di utara Palestina yang diduduki tahun 1948 dalam tindakan keras berkelanjutan yang menargetkan penduduk asli Palestina. Namun sedikit berbeda dengan hari-hari sebelumnya, tampaknya kali ini polisi Israel mulai "kena batunya" dan mendapat pelajaran baru yang cukup menyakitkan dari warga sipil yang melakukan perlawanan, berupa mobil-mobil terbakar dan cedera kepala seperti yang terlihat dalam gambar-gambar berikut. Sementara itu, mencermati perkembangan terakhir terkait kembali meningkatnya eskalasi agresi dan tindakan represif serdadu Israel yang menyasar warga Palestina di beberapa wilayah, tak terkecuali khususnya di Jalur Gaza, salah seorang petinggi kelompok Perlawanan pun mulai buka suara. "Kelompok Perlawanan telah memberi tahu Mesir bahwa kesabarannya telah habis, dan akan menanggapi dengan baik setiap serangan Israel yang akan datang dan tidak akan membiarkan rezim penjajah memaksakan kondisiny