Posts

Showing posts from June, 2018

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Image
Komite Solidaritas Palestina dan Yaman   mengucapkan Selama Hari Raya Idul Fitri 1439 H Semoga Allah Mempercepat Kemenangan Bangsa Palestina dan Yaman KOSPY.ID | @kospyID 

DAMAI TANPA KEADILAN

Image
DAMAI TANPA KEADILAN Oleh: Dr. Muhsin Labib Sikap adalah cermin pandangan. Ia adalah mindset yang ditentukan oleh dasar epistemologi. Melihat sebuah kemelut politik sebagai penjajahan atau menganggapnya sebagai sengketa dua pihak adalah dua produk berlainan dari sebuah epistemologi. Melawan penjajahan berarti menolak eksistensi penjajah sebagai pihak yang layak diajak berunding. Berunding berarti menganggap pihak lain sebagai lawan dalam sengketa, bukan penjajahan. Arus besar opini yang terbentuk oleh sentra media Barat melukiskan semua kemelut di manapun, terutama di Dunia Islam, terutama lagi terkait isu Palestina sebagai konflik atau sengketa dua pihak tanpa menyertakan akar sejarah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penyikapan secara tegas dan semua upaya resistensi dilukiskan sebagai anti perdamaian, ekstremisme, terorisme dan anti Semit. Akibatnya, banyak orang yang sudah merasa bersikap tegas terhadap Israel hanya karena menyerukan perdamaian. Perdamaian te

SIARAN PERS: Hari Al-Quds Internasional, Jakarta 2018

Image
Hari Al-Quds Internasional, Jakarta 2018 Hari-hari ini, bahkan sesungguhnya sudah sejak 70 tahun silam, Israel terus melakukan kejahatan kemanusiaan atas rakyat Palestina. Laporan terakhir dari Jalur Gaza menyebutkan sedikitnya 120 korban jiwa meninggal dunia dan ribuan lain luka-luka akibat terjangan timah panas militer rezim Zionis. Seluruh korban wafat dan luka itu terjadi sejak warga Palestina melakukan aksi protes Great March of Return pada 30 Maret silam. Para saksi mata menyebutkan bahwa rezim biadab dan rasis Israel menggunakan berbagai senjata terlarang dan dengan cara yang terlarang untuk menyasar para demonstran yang sama sekali tidak bersenjata. Di antara kejahatan yang belakangan terungkap adalah penggunaan peluru yang dikenal dengan “ butterfly bullets ” (peluru kupu-kupu) yang dapat merusakkan organ-organ internal korban. Peluru ini akan meledak di dalam tubuh sehingga menyebabkan kerusakan maksimal terhadap bagian-bagian dalam tubuh korban. Ratusan korban luka

Anak-Anak Palestina

Image
Anak-Anak Palestina  Oleh: Dr. Dina Y Sulaeman  Awal musim panas di Beit Sira, sebuah desa sekitar 15 kilometer dari Ramallah, Tepi Barat. Mahmoud Rafat Badran (15) siang itu baru saja bersenang-senang di kolam renang bersama beberapa sepupunya. Mereka pulang ke rumah dengan menggunakan mobil. Tiba-tiba saja, di Rute 443, seorang tentara Israel (IDF) menghujani mobil mereka dengan peluru. Mahmoud tewas dan beberapa saudaranya terluka parah. IDF kemudian merilis statemen bahwa terjadi salah tembak dan akan menyelidiki kasus ini. Mahmoud hanya satu dari sekitar 2 juta anak-anak Palestina di Tepi Barat yang setiap hari mengalami berbagai ancaman. Menurut The Palestinian Medical Relief Society (PMRS), anak-anak di Tepi Barat sangat dibatasi mobilitasnya. Anak-anak itu harus  melewati posko pemeriksaan militer yang sangat mengancam keselamatan mereka di banyak tempat saat bepergian antardesa dan antarkota. Berdasarkan laporan Sekjen PBB kepada Dewan Keamanan pada April 201

Palestina Dalam Ingatan dan Al-Quds Sebagai Gerakan Sosial

Image
Palestina Dalam Ingatan dan Al Quds Sebagai Gerakan Sosial Oleh  Hertasning Ichlas Pertemuan saya dengan isu Palestina bermula dari Dunia Dalam Berita, sebuah program berita di TVRI yang begitu terkenal di tahun 80-an hingga awal 90-an sebagai jendela dunia yang suka saya tonton, diselingi obrolan Bapak dan Ibu membicarakan Palestina yang saya dengar saat sedang menonton Dunia Dalam Berita di usia sekitar 10 tahun.  Melalui layar televisi cembung berwarna hitam putih, saya menyaksikan anak-anak Palestina berlari dan melempari pasukan Israel dan gencarnya pembangunan rumah pendudukan di Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan batu. Sebagian dari mereka menggunakan ketapel dengan wajah bersarung ala ninja. Tidak jarang saya melihat korban luka-luka dan mayat warga Palestina, termasuk anak-anak Palestina yang turut menjadi korban, ditandu, diiringi air mata serta tangis histeris keluarga dengan tangan diangkat ke atas dan ke bawah disertai wajah menengadah ke udara. Dunia d