Surat PBB untuk Yaman


Kantor Koordinator Penduduk dan Kemanusiaan PBB untuk Yaman

Keluarga Perserikatan Bangsa-Bangsa di Yaman Berbelasungkawa Mendalam atas Wafatnya 30 Lebih Warga Sipil di Hudaidah.

Sana'a, 24 Agustus 2018 - Pada 22 Agustus, sebuah serangan udara menghantam sebuah rumah di daerah Duraihimi, kota Hudaidah Selatan. Serangan ini menewaskan 4 orang dan melukai 2 warga sipil lainnya. Satu hari berselang, 23 Agustus, sebuah serangan lain menewaskan lebih dari 27 orang warga sipil, termasuk 22 anak-anak, 4 perempuan dan 1 orang supir, di daerah yang sama, Duraihimi. Perempuan Dan anak-anak dilaporkan mampu mengungsi di desa Kawei saat kendaraan mereka diserang.

"2 pekan lalu, lusinan anak-anak tak berdosa terbunuh dekat Sa'da dan puluhan lainnya terluka parah," kata Ms. Lise Grande, Koordinator Kemanusiaan di Yaman.

"Saat ini, yang terjadi di Yaman tidak dapat dibayangkan. Sudah waktunya bagi setiap orang untuk menyadari kenyataan ini, setiap orang menanggung perang keji ini dan bekerjasama untuk mengakhiri permusuhan ini."

"Keluarga PBB menyampaikan duka cita mendalam atas keluarga korban yang telah kehilangan orang-orang tercinta mereka," kata Ms. Grande, atas nama seluruh perwakilan PBB yang membantu di Yaman. "Tragedi ini harus diselidiki secara independen dan adil agar kita semua dapat mengetahui sesungguhnya."

Yaman, krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Lebih dari 22 just manusia, 75 persen dari populasi, membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan. Sejak 2015, lebih dari 28 ribu warga Yaman telah terbunuh atau terluka dan tak terhitung jumlah warga sipil yang meninggal akibat malnutrisi dan penyakit. Sedikitnya 1 anak wafat setiap 10 menit akibat perang.

PBB dan rekan masih mengajukan Proposal Kemanusiaan sejumlah 2,96 milyar dolar sepanjang 2018 untuk mendukung jutaan orang yang membutuhkan di seluruh negeri ini. Hingga saat ini, 1,90 milyar dolar, 64 persen, telah diterima.[*]

Comments