Posts

Showing posts from May, 2019

Hari Al-Quds Internasional, Jakarta 2019

Image
Hari Al-Quds Internasional, Jakarta 2019 Tahun berganti tapi Israel masih tetap menikmati impunitas. Tak ada keadilan bagi lebih daripada 180 warga Palestina yang ditembak mati dan 9.200 yang terluka saat melakukan aksi protes damai Great March of Return sejak tahun lalu. Begitupun tak ada keadilan bagi lebih dari 5 juta pengungsi Palestina yang terusir dari kampung halaman mereka selama 71 tahun. Bejibun pelanggaran terhadap hukum internasional, hukum humaniter internasional, dan ratusan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa oleh rezim Zionis itu terus terjadi tanpa ada aksi nyata dari komunitas internasional. Malah Amerika Serikat secara ilegal mengklaim Yerusalem dan Dataran Tinggi Golan sebagai milik Israel. Lalu Amerika, Arab Saudi, dan sejumlah negara sekutu juga menciptakan skema licik “Kesepakatan Abad Ini”, yang pada intinya akan mengingkari hak-hak bangsa Palestina dan mengokohkan rezim Zionis-Israel. Merespons apa yang dihadapi bangsa Paleatina dari ag

Israel: Kolonialisme, Rasisme, dan Fanatisme

Image
Israel: Kolonialisme, Rasisme, dan Fanatisme DEKLARASI Balfour pada 2 November 1917 yang diteken Menteri Luar Negeri Kerajaan Inggris Arthur James Balfour untuk Walter Rothschild, taipan Yahudi dan pemimpin komunitas Zionis di Inggris, merupakan fondasi bagi kelahiran negara Israel pada 14 Mei 1948. Deklarasi Balfour juga pernyataan dukungan resmi pertama sebuah negara kepada Zionisme. Selain Balfour, arsitek lain deklarasi itu adalah ahli biokimia Yahudi kelahiran Belarus, Chaim Weizmann (kelak menjadi presiden pertama Israel). Weizmann tokoh Zionis berpengaruh di dalam Kabinet Perang Inggris. Tak sedikit politisi elite Inggris saat itu yang menjadi sekutu Weizmann, tak terkecuali Balfour. Pada saat yang sama, Kristen-Zionisme mendominasi pandangan politik elite di Inggris. Mereka memandang pendirian negara Yahudi merupakan prasyarat bagi kebangkitan kedua Yesus di muka bumi. Meskipun demikian, mereka juga menganggap orang Yahudi sebagai "duri dalam daging

Kematian Solusi Dua Negara

Image
SOLUSI dua negara telah lama dianggap “obat mujarab” bagi problem Palestina. Solusi ini memiliki visi bahwa akan didirikan dua negara independen -- negara Yahudi dan negara Arab -- yang membelah Tanah Historis Palestina. Namun, setelah lebih daripada tujuh dekade, hanya ada satu negara yang berdiri: Israel yang mengklaim sebagai negara Yahudi. Satu bakal negara lain dalam periode yang sama hanya menjadi wilayah pendudukan militer. Bahkan, wilayah bakal negara itu sekerat demi sekerat terus dirampas Israel. Amerika Serikat, sang makelar "proses perdamaian" kian kehilangan kredibilitas. Klaim sepihak Amerika bahwa Yerusalam adalah ibukota Israel telah mematikan solusi dua negara karena Yerusalam merupakan satu poin penting dalam negosiasi solusi tersebut. Lantas, apakah solusi dua negara masih memungkinkan? Aneksasi Tepi Barat melalui pembangunan permukiman ilegal bagi imigran Yahudi dan blokade Israel atas Jalur Gaza menunjukkan sebuah realitas yang sanga

Nakba: Pembersihan Etnis di Palestina

Image
SEJAK akhir 1947 hingga 15 Mei 1948, lebih daripada 700.000 penduduk Palestina diusir paksa dari rumah dan tanah mereka. Pengusiran terjadi akibat serangkaian aksi milisi-milisi Zionis: penghancuran kampung-kampung Arab, ancaman, pendudukan militer, dan pembantaian, di antaranya pembantaian 107 penduduk Deir Yassin pada 9 April 1948 yang didalangi milisi Irgun dan Lehi. Di atas tanah yang ditinggalkan oleh 700.000 penduduk Palestina itulah, didirikan “negara Yahudi” yang disebut Israel pada 15 Mei 1948. Tanggal itulah yang kemudian dirayakan Israel sebagai hari kemerdekaan. Sementara itu, 700.000 penduduk Palestina tersebut beserta keturunannya yang kini berjumlah lebih daripada 5 juta jiwa tetap menjadi pengungsi sampai saat ini. Padahal, hak pulang mereka ke kampung halaman dijamin dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional. Karena itu, ketika Israel merayakan hari kemerdekaan dengan festival dan parade militer, pengungsi Palestina mengenang

Membongkar Propaganda Zionisme

Image
MENYUSUL klaim sepihak Amerika Serikat bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel, muncullah propaganda Zionisme. Dikatakan, Yerusalem atau Al-Quds adalah hak waris bangsa Yahudi karena Kota Suci itu 4.000 tahun lalu dibangun Raja Daud; dan ‘diaspora’ Yahudi di Eropa memiliki hak pulang ke Tanah Yang Dijanjikan (baca: Palestina) seperti difirmankan Tuhan di dalam Alkitab (baca: Taurat). Zionisme berpandangan bahwa setiap Yahudi saat ini adalah keturunan langsung dari Yahudi kuno yang menerima Taurat di Gunung Sinai 4.000 tahun silam. Mereka kemudian beremigrasi dari Mesir ke Palestina dan terbuang dua kali: Abad ke-6 Sebelum Masehi dan 70 Masehi. (Baca:  Palestina Dalam Ingatan dan Al-Quds Sebagai Gerakan Sosial ) Benarkah demikian? Dalam bukunya The Invention of the Jewish People , sejarawan Israel, Sholomo Sand, justru menilai pandangan di atas baru muncul di kalangan Yahudi pada akhir Abad ke-19. Pandangan tersebut diterima begitu saja tanpa reserve di kalangan akad

Wajar israel Ketakutan

Image
" Jika satu milyar muslim dunia meneriakan yel-yel anti israel, MAKA WAJARLAH israel KETAKUTAN." (Imam Khomeini QS) [Selasa, 07 Mei 2019] 24 Hari menuju Hari Al-Quds Internasional 2019 Komite Solidaritas Palestina dan Yaman ( KOSPY ) Salurkan partisipasi Anda melalui: Bank Mandiri No. Rekening 124-00098-18-296 atas nama Komite Solidaritas Palestina dan Yaman

Pembelaan terhadap Palestina

Image
"Pembelaan terhadap Palestina sebagai tugas semua dan tidak bleh berpikir bahwa melawan rezim Zionis adalah pekerjaan sia-sia. Namun dengan izin dan pertlongan Allah SWT, perjuangan melawan rezim Zionis akan membuahkan hasil seperti halnya gerakan Muqawama (perlawan) yang telah lebih maju dibandingkan tahun-tahun sebelumnya." (Sayyid Ali Khamenei - Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran) #InternasionalQudsDay #KitaAkanShalatdiAlquds Jumat Terakhir Bulan Ramadhan Komite Soidaritas Palestina dan Yaman ( KOSPY )

Empati tentang Masalah Palestina

Image
"Empati tentang masalah Palestina harus menjadi masalah pertama dunia Islam. Peredupan dan telupakannya isu Palestina harus dicegah!" (Sayyid Ali Khamenei) [Senin, 06 Mei 2019] 25 Hari menuju Hari Al-Quds Internasional 2019 Komite Solidaritas Palestina dan Yaman ( KOSPY ) Salurkan partisipasi Anda melalui: Bank Mandiri No. Rekening 124-00098-18-296 atas nama Komite Solidaritas Palestina dan Yaman