Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Infografik Korban Agresi Militer di Yaman 2015-2020

 

Tiap 2 Jam 6 Bayi Kehilangan Nyawa di Yaman

Rata-rata seratus ribu bayi baru lahir meninggal dunia setiap tahun di Yaman. Tragedi ini berlangsung sejak koalisi militer Arab Saudi menyerang Yaman lima tahun lalu. "Ini berarti enam nyawa bayi melayang setiap dua jam," kata pejabat tinggi Kesehatan Yaman Najeeb Alqubati kepada jaringan televisi Almashirah , 20 Desember 2020.   Ia bilang, bantuan peralatan medis terhambat masuk ke negaranya selama agresi. Apalagi, koalisi yang didukung Amerika Serikat ini juga memblokade akses keluar masuk Yaman.   "Hingga kini, kami tak bisa membawakan tenaga medis lantaran blokade dan agresi," ujarnya.  Selain menghalangi bantuan alat medis, blokade membuat bencana malnutrisi. Akibatnya, calon bayi gugur sejak dalam kandungan ibunya. Najeeb juga bercerita bayi kembar siam yang lahir di Rumah Sakit Ibu Assabin, Sana'a. Menurutnya, operasi pemisahan bayi harusnya segera dilakukan di luar negeri.  "Tapi karena ageresi dan blokade, kita tak dapat melaksanakan itu," ka

Palestina Senang Indonesia Tolak Normalisasi dengan Israel

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas senang mendengarkan Indonesia menolak normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Ekspresi itu ditangkap oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, ketika ikut mendengarkan percakapan Abbas dengan Presiden Jokowi melalui telepon, 6 Desember 2020. "Presiden Abbas gembira atas konsistensi sikap Indonesia dalam mendukung Palestina," kata Teuku kepada Kospy.id , kemarin. Pada hari yang sama, mantan Duta Besar di Kanada ini ikut mendampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan maklumat secara virtual mengenai beragam isu. Di antaranya, posisi Indonesia setelah Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Negara mayoritas muslim yang disebut terakhir sempat menolak normalisasi sebelum akhirnya menerima. The Jerusalem Post melaporkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih terus berupaya mengajak negara-negara Arab dan muslim lainnya untuk  membuka hubungan d

PBB Minta Negara-negara Anggotanya Membantu Yaman

Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta perhatian negara-negara anggotanya terhadap Yaman. Bencana kelaparan tak lama lagi bakal menimpa 5 juta orang di negeri tetangga Arab Saudi ini. "Saya menyerukan kepada semua negara-negara anggota untuk meningkatkan dukungan finansial untuk operasi bantuan PBB, dan untuk mengatasi krisis ekonomi yang parah di negara ini," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam memperingati dua tahun perjanjian Stockholm seperti dipublikasikan situs resmi PBB, 14 Desember 2020.   Perjanjian antara kelompok Hauthi Yaman dan Saudi ini bertujuan mengakhiri perang. Namun, kata Gutteres, masih banyak yang mesti dikerjakan untuk mencapai tujuan itu sementara penderitaan rakyat Yaman terus berlanjut.  "Menjaga keberlangsungan hidup manusia saat ini jauh lebih penting," katanya.  Sebelumnya, badan pangan dunia FAO memperingatkan kemungkinan lima juta jiwa akan ditimpa bencana kelaparan mulai tengah tahun depan. Musibah ini diperberat dengan ter

2020, Tahun Terkejam bagi Tahanan Palestina di Rutan Israel

  Orang Palestina di rutan Israel melewati hari-harinya dalam kondisi paling mengenaskan sepanjang tahun 2020. Hal ini disampaikan oleh Komisi Bidang Tahanan Otoritas Palestina. "2020, tahun terburuk bagi tahanan Palestina. Sipir mendatangi ruangan tahanan secara tiba-tiba dan menyerang mereka hampir tiap hari," kata Kepala Komisi Qadri Abu Bakr, kepada Anadolu Agency , media berbasis di Turki, 8 Desember 2020. Situasi diperparah dengan merebaknya Covid-19 dalam penjara. Di rutan Gilboa utara Israel, misalnya, 137 tahanan positif tertular virus per 8 Desember Sementara kelompok tahanan Palestina telah menyuarakan potensi lahirnya klaster sebaran virus dalam  rutan. Musababnya, penghuni sel berjubel dan kondisi rutan tidak layak huni. "Telah diingatkan berbulan-bulan tentang kemungkinan penyebaran virus secara meluas dan cepat di rutan Israel," katanya seperti dikutip Palestinechronicle.com , 9 Desember 2020. Namun rezim Benjamin Netanyahu tampak tak peduli denga

Mengenang 33 Tahun Intifada

9 Desember, 33 tahun silam, tubuh Hatem Abu Sisi roboh bersimbah darah. Remaja Palestina berusia 17 tahun ini ditembak tentara Israel dalam sebuah aksi protes di Jalur Gaza. Hatem menjadi orang pertama dari hampir 1.500 warga Palestina yang dibunuh tentara Israel selama Intifada. Menurut kamus bahasa Arab Almaany, Intifada berarti 'guncangan', 'pemberontakan' dan 'pergolakan'. Dalam konteks Palestina, Intifada merupakan pemberontakan sipil selama lima tahun terhadap pendudukan Israel.  Koran  The New York Times pada peringatan setahun Intifada melaporkan, pergolakan meletus usai truk militer Israel IDF menabrak mobil yang ditumpangi empat pekerja Palestina di sekitar Jabalya, kamp pengungsi terbesar di Gaza, 8 Desember 1987. Semua warga Palestina dalam mobil - tiga di antaranya pengungsi Jabalya - tewas.  Sejak 1948, orang Palestina terusir dan hidup di pengungsian akibat pendudukan Israel. Kali ini, Tel Aviv berulah dengan menghabisi nyawa pengungsi. Penduduk

Fasilitas Kesehatan Kolaps, Kasus Covid-19 di Gaza Meroket

Sistem kesehatan di Jalur Gaza, Palestina, memasuki situasi genting. Stok alat tes Covid-19 habis, lab uji sampel tak lagi bekerja, sementara jumlah kasus penularan virus melonjak. "Kami belum menerima pasokan alat tes dalam empat hari terkahir," kata Ameed Mushtaha, direktur di satu-satunya lab analisis sampel Covid-19 milik Gaza seperti dilansir Aljazeera , 7 Desember 2020. Kementerian Kesehatan di Gaza telah meminta bantuan alat medis kepada badan kesehatan dunia WHO. Pengajuan bantuan kepada Otoritas Palestina juga telah dilakukan. Hanya saja, katanya, Otoritas yang memerintah di Tepi Barat itu juga kekurangan alat kesehatan. Oleh karena itu, mereka juga meminta bantuan WHO. Kementerian menyatakan langkah mendesak harus segera diambil demi tersedianya alat yang dibutuhkan untuk menangani sebaran virus. Hal senada disampaikan oleh gerakan perlawanan nasional Palestina, Hamas. Petinggi Hamas, Bassem Naim, mengatakan, penyelenggara kesehatan biasanya melakukan 2.500-300

Ulama Lebanon Haramkan Normalisasi dengan Israel

Ulama senior Lebanon Syeikh Abdul Amir Qabalan mengharamkan normalisasi hubungan diplomasi dengan Israel. Pernyataan itu disampaikan Amir kemarin dalam sebuah pidato seperti dilansir media berbasis di Beirut, el-Nashra.  "Normalisasi dengan Israel terlarang secara agama dan moral," kata ulama berusia 83 tahun itu.  Menurutnya, normalisasi bukan hanya mengkhianati umat Islam tapi juga memuluskan implementasi proyek Amerika Serikat "Deal of The Century". Dengan proyek yang diluncurkan awal tahun 2020 itu, kata dia, Pemerintahan Donald Trump ingin menyingkirkan isu Palestina dari perhatian dunia.  Ia menyerukan umat Islam mengambil sikap tegas menentang pengkhianatan. Kepada negara-negara Arab yang belum lama ini menormalisasi hubungannya dengan Tel Aviv, Syeikh berpesan agar mereka membatalkannya.  Dalam cermahnya, Amir juga mengutuk aksi terbaru serdadu Israel yang membakar sebuah gereja di Yerussalem. Ia bilang, perbuatan itu mencerminkan penghinaan Israel terhadap

Uni Eropa: Penembakan Anak di Tepi Barat Harus Diusut

  Keluarga mencium jenazah  Ali Ayman Abul Alayya sebelum dikebumikan  'di Desa Almughayir, Tepi Barat, 5 Desember 2020. Organisasi antarpemerintah Uni Eropa meminta pembunuhan Ali Ayman Abu Alia segera diusut. Anak Palestina berusia 13 tahun itu tewas ditembak serdadu Israel di Tepi Barat. "Peristiwa mengerikan ini harus segara dan sepenuhnya diinvestigasi oleh otoritas Israel agar  pelaku diseret ke meja hijau," demikian twit delegasi UE untuk Palestina @UEpalestinians , 5 Desember 2020. Menurut organisasi beranggotakan 27 negara ini, Ali merupakan korban pembunuhan di bawah umur. Padahal, anak-anak dilindungi secara khusus oleh hukum internasional. "Berapa banyak lagi anak-anak yang akan menjadi sasaran penggunaan kekuatan mematikan yang berlebihan oleh serdadu Israel?" ujarnya. Media berbasis di Ramallah,  Wafa News Agency , melaporkan, Ali tewas akibat luka tembak di perutnya. Tentara Israel menembaknya pada Jumat pagi, 4 Desember, ketika warga Tepi Barat m

Habisi Nyawa Anak Palestina, Israel Diadukan ke ICC

Palestina akan mengadukan Tel Aviv ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Belanda. Rencana itu datang menyusul tewasnya anak Tepi Barat berusia 13 tahun, Ali Ayman Abul Alayya. Ali tewas akibat luka tembak di perutnya. Tentara Israel menembaknya pada Jumat pagi, 4 Desember, ketika warga Tepi Barat memperotes kebijakan pendudukan Tel Aviv. Pendudukan kali ini mencaplok lahan yang selama ini mereka gunakan bercocok tanam di Desa Almughayir, utara Ramallah. Tapi tentara Israel menyikapi aksi protes warga dengan bedil. Akhirnya, sebuah timah panas melesat dari senjata api serdadu Israel dan bersarang di perut Ali. Anak itu kemudian dilarikan ke rumah sakit namun hanya bertahan hidup beberapa jam sebelum akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. Proyektil yang menyasar perut Ali ternyata peluru mematikan, bukan peluru karet.     Menurut media berbasis di Ramallah, wafa.ps. , Ali diumumkan tewas Jumat malam. Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina meminta ICC segera turun ta

PBB: 233 Ribu Nyawa Melayang di Yaman

Jumlah manusia yang kehilangan nyawa akibat lima tahun agresi militer Arab Saudi ke Yaman mendekati seperempat juta. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyalakan tanda bahaya. "Perang telah menyebabkan kurang lebih 233 ribu nyawa melayang, termasuk 131 ribu tewas akibat tidak langsung dari perang: krisis makanan dan terbatasnya fasilitas kesehatan," demikian pengumuman tertulis dalam situs resmi Kantor PBB, 1 Desember 2020. Dipicu eskalasi agresi dan blokade terhadap Yaman yang tak kunjung berhenti, kebutuhan pada bantuan kemanusiaan diperkirakan meningkat tahun depan. Menurut Koordinator Urusan Kemanusiaan (OCHA) PBB, sekitar 24,3 juta jiwa membutuhkan pertolongan pada 2021. Kepala OCHA di Yaman, Altaf Musani, mengatakan penembakan di wilayah pemukiman sipil kembali terjadi di kota Taizz, Selasa, kemarin. Insiden mengakibatkan setidaknya sembilan korban: dua anak tewas, tiga anak luka dan empat wanita luka. Ia menyatakan, serangan itu jelas merupakan pelanggaran hukum i

Tanpa Restu Parlemen, Inggris Sokong Militer Saudi Melawan Yaman

Pemerintah Inggris mengerahkan pasukan militernya ke Arab Saudi tanpa izin dewan perwakilan rakyat. Kebijakan diam-diam itu pun menuai kecaman. "Laporan soal Pemerintah mengirimkan tentara ke Saudi secara tak transparan mencerminkan kebijakan kotor," kata juru bicara urusan luar negeri Partai Demokrat Liberal Layla Moran kepada media setempat, The Independent, 28 November 2020.     London beradalih pengiriman tentara dari unit militer 16th Regiment Royal Artillery demi membantu keamanan perusahaan minyak Saudi. Salah satu petinggi Kementerian Pertahanan James Heappey mengiyakan laporan tersebut.  Ia bilang, penempatan personil militernya di sana murni untuk membantu Saudi yang sedang menghadapi ancaman nyata. Ia merujuk pada pesawat tanpa awak Yaman berhasil menembus sistem pertahanan Riyadh dan menembak fasilitas perusahaan minyak Saudi, Aramco, di Abqaiq dan Khurais, pada September silam.  "Menyusul serangan udara ke fasilitas produksi minyak Kerajaan Saudi pada 14 Se

Diego Maradona: Palestina di Hatiku

Legenda sepak bola dunia Diego Armando Maradona Franco tutup usia. Masyarakat di berbagai negara berkabung hingga tagar 'RIPMaradona' menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di media sosial, setidaknya hingga artikel ini diterbitkan. "Palestina di hatiku dan saya adalah Palestina," tulis akun Twitter @abdoodlavish, 26 November 2020, mengenang pernyataan pria yang pernah membawa Argentina meraih juara di Piala Dunia 1986.     Maradona mengungkapkan kalimat tersebut ketika bertemu Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Mahmoud Abbas di Moskow. Saat itu, Rusia sedang menggelar Piala Dunia 2018. Ia kemudian mengunggah foto pertemuannya dengan Abbas di laman Instagramnya pada 14 Juli 2018. Menurut Times of Israel ,  jauh sebelum itu, Maradona telah menyuarakan dukungannya kepada Palestina. Pada 2012, contohnya, ia menyatakan, "Saya adalah orang nomor satu pendukung warga Palestina. Saya menghormati dan bersimpati kepada mereka." Dia kembali bersuara ket

Blokade Israel Mencekik Pasien Covid-19 di Gaza

Blokade Israel membuat Jalur Gaza terseok-seok menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Layanan kesehatan wilayah Palestina di pantai timur Laut Tengah ini berpotensi anjlok.  "Kami memasuki periode krisis dan jika situasi ini berlanjut, sistem layanan kesehatan bakal kolaps," kata Penasehat Menteri Kesehatan Gaza, Fathi Abuwarda, seperti dikutip Al Jazeera, Senin, 23 November 2020.  Sejak akhir Agustus, 1500 warga setempat terinfeksi virus dan mengakibatkan 65 orang meninggal dunia. Senin kemarin, 684 kasus baru terdeteksi dan tiga tambahan nyawa melayang.  Sementara rumah sakit di daerah berpenduduk dua juta jiwa ini hanya memiliki kurang dari seratus tempat tidur pasien ICU dan ventilator. Sejauh ini, 80 persen ventilator telah digunakan oleh pasien Covid. Direktur Pusat Hak Azasi Manusia Al-Mezan, Samir Zaqqout, menyebut Tel Aviv terlibat secara sistematis memperburuk krisis pandemi Covid-19. Dengan memblokade Gaza, Israel menghambat masuknya bantuan fasilitas kesehatan dan o

Rudal Anyar Yaman Menghantam Aramco di Jeddah

Yaman menolak angkat tangan di depan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi. Untuk pertama kali, Sana'a mengumumkan telah melepaskan rudal bersayap Quds-2 ke stasiun distribusi perusahaan minyak Aramco di Jeddah.    "Misil mengenai targetnya," kata juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Sare'e, Senin pagi, 23 November 2020 seperti lansir media Yaman, Almasirah.net . Tak lama setelah itu, kata dia, ambulans dan sejumlah kendaraan pemadam kebakaran bergegas menuju target lokasi.    Menurut Yahya, Quds-2 merupakan generasi baru misil bersayap yang diproduksi oleh angkatan bersenjata Yaman. Sebelum ditembakkan ke Aramco, misil ini pernah diluncurkan juga ke Saudi dalam operasi uji coba. Hanya saja, kata dia, operasi tersebut tidak diumumkan. "Belum lama ini, misil telah digunakan secara sukses dalam uji operasi yang menargetkan wilayah terdalam Saudi," ujarnya.  Yahya mengatakan, serangan ke perusahan minyak nasional milik Riyadh itu merupakan aksi

VIDEO - Anak-anak dalam Koalisi Perang Saudi-UEA di Yaman

Tahukah Anda bahwa perang koalisi Arab Saudi terhadap Yaman yang berlangsung hingga kini melibatkan anak-anak? Riyadh merekrut anak-anak dari daerah miskin di Sudan dan perbatasan Yaman-Saudi sebagai tentara.  Lebih dari 2700 kasus anak-anak dijadikan prajurit bayaran dalam perang atas Yaman. Menurut lembaga pendidikan dan kebudayaan dunia UNESCO, angka itu hanyalah fenomena gunung es. Jumlahnya diperkirakan jauh lebih banyak dari yang tampak.  Koalisi yang dibentuk Saudi dan UEA ini merekrut anak laki-laki dari sekolah, daerah urban miskin, pusat-pusat tahanan. Koalisi memprovokasi mereka untuk terlibat dalam perang dengan cara suap, doktrinasi dan paksaan.  Ahmad Naqib ialah satu di antara anak-anak yang direkrut dari sebuah desa dekat Taiz, Yaman. Ahmad meninggalkan rumahnya ketika berusia 15 tahun setelah dijanjikan gaji rutin untuk sebuah kerja sipil.  "Kami pergi setelah kami diberitahu akan diberikan perkerjaan di sebuah dapur dengan gaji 3 ribu riyal atau sekitar 11 juta r

Soal Krisis Yaman, Oxfam Kritik Negara Penjual Senjata ke Saudi

Lembaga internasional penanggulangan bencana Oxfam mengkritik sejumlah negara G20 yang menjual senjata ke Arab Saudi. Menurut organisasi nirlaba berbasis di London ini, ekspor amunisi ke Riyadh telah menyeret warga Yaman ke dalam derita berkepanjangan. "Mencari untung banyak dari jualan senjata yang menyebabkan perang sembari memberi sedikit bantuan ke Yaman merupakan sikap aneh sekaligus cacat moral," kata Direktur Oxfam Yaman, Muhsin Siddiquey, seperti dilansir Middleesatmonitor.com , 18 November 2020.   Mengutip lembaga peneliti penjualan senjata militer atau SIPRI, Muhsin menyebut negara-negara kaya itu telah mengekspor senjata dengan nilai lebih dari 17 miliar dolar ke Riyadh.  Nilai transaksi ini terhitung sejak Saudi melancarkan serangan militer ke Yaman pada 2015.  Sementara bantuan mereka ke Yaman hanya sepertiga dari nilai penjualan senjata ke Saudi.  Padahal, krisis kemanusiaan terbesar di dunia sedang melanda negara tetangga Saudi ini.   "Jika ekspor senjata

Hari Al Quds: Momentum Revitalisasi Perlawanan terhadap Zionis Israel

Hari Al Quds: Momentum Revitalisasi Perlawanan terhadap Zionis Israel - Oleh:  Prihandono Wibowo* Hari Al Quds yang diperingati setiap hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan merupakan momentum istimewa dalam sejarah umat Islam modern. Pada hari tersebut, dilakukan demonstrasi massa untuk mengecam Zionisme serta penjajahan yang dilakukan Zionis Israel terhadap Palestina. Selain itu, Hari Al Quds juga ditujukan untuk menunjukkan dukungan solidaritas terhadap rakyat Palestina yang menderita akibat penjajahan oleh Zionis Israel. Dalam berbagai laporan disebutkan bahwa hari Al Quds diperingati beragam komunitas di 80 negara. Dalam perkembangannya, peringatan hari Al Quds tidak hanya diikuti oleh kelompok komunitas muslim, namun juga diikuti beragam dari lintas kepercayaan dan lintas pemikiran politik. Yang menarik, event tahunan ini kerap diikuti oleh kelompok Yahudi anti-Zionisme, seperti Naturei Karta dan Jewish Network for Palestine. Meski dari berbagai latar belakang berbeda, di hari Al