Posts

Showing posts from November, 2020

Diego Maradona: Palestina di Hatiku

Image
Legenda sepak bola dunia Diego Armando Maradona Franco tutup usia. Masyarakat di berbagai negara berkabung hingga tagar 'RIPMaradona' menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di media sosial, setidaknya hingga artikel ini diterbitkan. "Palestina di hatiku dan saya adalah Palestina," tulis akun Twitter @abdoodlavish, 26 November 2020, mengenang pernyataan pria yang pernah membawa Argentina meraih juara di Piala Dunia 1986.     Maradona mengungkapkan kalimat tersebut ketika bertemu Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Mahmoud Abbas di Moskow. Saat itu, Rusia sedang menggelar Piala Dunia 2018. Ia kemudian mengunggah foto pertemuannya dengan Abbas di laman Instagramnya pada 14 Juli 2018. Menurut Times of Israel ,  jauh sebelum itu, Maradona telah menyuarakan dukungannya kepada Palestina. Pada 2012, contohnya, ia menyatakan, "Saya adalah orang nomor satu pendukung warga Palestina. Saya menghormati dan bersimpati kepada mereka." Dia kembali bersuara ket

Blokade Israel Mencekik Pasien Covid-19 di Gaza

Image
Blokade Israel membuat Jalur Gaza terseok-seok menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Layanan kesehatan wilayah Palestina di pantai timur Laut Tengah ini berpotensi anjlok.  "Kami memasuki periode krisis dan jika situasi ini berlanjut, sistem layanan kesehatan bakal kolaps," kata Penasehat Menteri Kesehatan Gaza, Fathi Abuwarda, seperti dikutip Al Jazeera, Senin, 23 November 2020.  Sejak akhir Agustus, 1500 warga setempat terinfeksi virus dan mengakibatkan 65 orang meninggal dunia. Senin kemarin, 684 kasus baru terdeteksi dan tiga tambahan nyawa melayang.  Sementara rumah sakit di daerah berpenduduk dua juta jiwa ini hanya memiliki kurang dari seratus tempat tidur pasien ICU dan ventilator. Sejauh ini, 80 persen ventilator telah digunakan oleh pasien Covid. Direktur Pusat Hak Azasi Manusia Al-Mezan, Samir Zaqqout, menyebut Tel Aviv terlibat secara sistematis memperburuk krisis pandemi Covid-19. Dengan memblokade Gaza, Israel menghambat masuknya bantuan fasilitas kesehatan dan o

Rudal Anyar Yaman Menghantam Aramco di Jeddah

Image
Yaman menolak angkat tangan di depan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi. Untuk pertama kali, Sana'a mengumumkan telah melepaskan rudal bersayap Quds-2 ke stasiun distribusi perusahaan minyak Aramco di Jeddah.    "Misil mengenai targetnya," kata juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Sare'e, Senin pagi, 23 November 2020 seperti lansir media Yaman, Almasirah.net . Tak lama setelah itu, kata dia, ambulans dan sejumlah kendaraan pemadam kebakaran bergegas menuju target lokasi.    Menurut Yahya, Quds-2 merupakan generasi baru misil bersayap yang diproduksi oleh angkatan bersenjata Yaman. Sebelum ditembakkan ke Aramco, misil ini pernah diluncurkan juga ke Saudi dalam operasi uji coba. Hanya saja, kata dia, operasi tersebut tidak diumumkan. "Belum lama ini, misil telah digunakan secara sukses dalam uji operasi yang menargetkan wilayah terdalam Saudi," ujarnya.  Yahya mengatakan, serangan ke perusahan minyak nasional milik Riyadh itu merupakan aksi

VIDEO - Anak-anak dalam Koalisi Perang Saudi-UEA di Yaman

Image
Tahukah Anda bahwa perang koalisi Arab Saudi terhadap Yaman yang berlangsung hingga kini melibatkan anak-anak? Riyadh merekrut anak-anak dari daerah miskin di Sudan dan perbatasan Yaman-Saudi sebagai tentara.  Lebih dari 2700 kasus anak-anak dijadikan prajurit bayaran dalam perang atas Yaman. Menurut lembaga pendidikan dan kebudayaan dunia UNESCO, angka itu hanyalah fenomena gunung es. Jumlahnya diperkirakan jauh lebih banyak dari yang tampak.  Koalisi yang dibentuk Saudi dan UEA ini merekrut anak laki-laki dari sekolah, daerah urban miskin, pusat-pusat tahanan. Koalisi memprovokasi mereka untuk terlibat dalam perang dengan cara suap, doktrinasi dan paksaan.  Ahmad Naqib ialah satu di antara anak-anak yang direkrut dari sebuah desa dekat Taiz, Yaman. Ahmad meninggalkan rumahnya ketika berusia 15 tahun setelah dijanjikan gaji rutin untuk sebuah kerja sipil.  "Kami pergi setelah kami diberitahu akan diberikan perkerjaan di sebuah dapur dengan gaji 3 ribu riyal atau sekitar 11 juta r

Soal Krisis Yaman, Oxfam Kritik Negara Penjual Senjata ke Saudi

Image
Lembaga internasional penanggulangan bencana Oxfam mengkritik sejumlah negara G20 yang menjual senjata ke Arab Saudi. Menurut organisasi nirlaba berbasis di London ini, ekspor amunisi ke Riyadh telah menyeret warga Yaman ke dalam derita berkepanjangan. "Mencari untung banyak dari jualan senjata yang menyebabkan perang sembari memberi sedikit bantuan ke Yaman merupakan sikap aneh sekaligus cacat moral," kata Direktur Oxfam Yaman, Muhsin Siddiquey, seperti dilansir Middleesatmonitor.com , 18 November 2020.   Mengutip lembaga peneliti penjualan senjata militer atau SIPRI, Muhsin menyebut negara-negara kaya itu telah mengekspor senjata dengan nilai lebih dari 17 miliar dolar ke Riyadh.  Nilai transaksi ini terhitung sejak Saudi melancarkan serangan militer ke Yaman pada 2015.  Sementara bantuan mereka ke Yaman hanya sepertiga dari nilai penjualan senjata ke Saudi.  Padahal, krisis kemanusiaan terbesar di dunia sedang melanda negara tetangga Saudi ini.   "Jika ekspor senjata