Langsung ke konten utama

Rudal Anyar Yaman Menghantam Aramco di Jeddah



Yaman menolak angkat tangan di depan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi. Untuk pertama kali, Sana'a mengumumkan telah melepaskan rudal bersayap Quds-2 ke stasiun distribusi perusahaan minyak Aramco di Jeddah.   

"Misil mengenai targetnya," kata juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Sare'e, Senin pagi, 23 November 2020 seperti lansir media Yaman, Almasirah.net. Tak lama setelah itu, kata dia, ambulans dan sejumlah kendaraan pemadam kebakaran bergegas menuju target lokasi.   

Menurut Yahya, Quds-2 merupakan generasi baru misil bersayap yang diproduksi oleh angkatan bersenjata Yaman. Sebelum ditembakkan ke Aramco, misil ini pernah diluncurkan juga ke Saudi dalam operasi uji coba. Hanya saja, kata dia, operasi tersebut tidak diumumkan.

"Belum lama ini, misil telah digunakan secara sukses dalam uji operasi yang menargetkan wilayah terdalam Saudi," ujarnya. 

Yahya mengatakan, serangan ke perusahan minyak nasional milik Riyadh itu merupakan aksi balasan. Penetrasi militer ini juga merupakan janji angkatan bersenjata Yaman untuk menggelar serangan skala luas di wilayah terdalam Saudi.   

Angkatan bersenjata Yaman menyerukan warga sipil dan perusahaan asing di Saudi untuk menjauh dari instalasi-instalasi vital. Sana'a menekankan operasi balasan ke bagian wilayah terdalam Saudi akan berlanjut. 

Serangan militer ke Yaman oleh koalisi yang dibentuk Riyadh dan Abu Dhabi ini telah memasuki tahun kelima. Akibatnya, krisis kemanusiaan terbesar di dunia sedang melanda negara tetangga Saudi ini.

"Jutaan nyawa berpotensi hilang," ujar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Sinyal bahaya ini dibunyikan menyusul malnutrisi, kelaparan dan krisis pangan kian meluas di Yaman. []