Langsung ke konten utama

2020, Tahun Terkejam bagi Tahanan Palestina di Rutan Israel

 


Orang Palestina di rutan Israel melewati hari-harinya dalam kondisi paling mengenaskan sepanjang tahun 2020. Hal ini disampaikan oleh Komisi Bidang Tahanan Otoritas Palestina.

"2020, tahun terburuk bagi tahanan Palestina. Sipir mendatangi ruangan tahanan secara tiba-tiba dan menyerang mereka hampir tiap hari," kata Kepala Komisi Qadri Abu Bakr, kepada Anadolu Agency, media berbasis di Turki, 8 Desember 2020.

Situasi diperparah dengan merebaknya Covid-19 dalam penjara. Di rutan Gilboa utara Israel, misalnya, 137 tahanan positif tertular virus per 8 Desember

Sementara kelompok tahanan Palestina telah menyuarakan potensi lahirnya klaster sebaran virus dalam  rutan. Musababnya, penghuni sel berjubel dan kondisi rutan tidak layak huni.

"Telah diingatkan berbulan-bulan tentang kemungkinan penyebaran virus secara meluas dan cepat di rutan Israel," katanya seperti dikutip Palestinechronicle.com, 9 Desember 2020. Namun rezim Benjamin Netanyahu tampak tak peduli dengan nyawa mereka.

Sejak awal pandemi, Israel justru 'mengisolasi' mereka secara ketat tanpa menghiraukan aspek keselamatan. Tahanan juga dipindahkan dari satu sel ke sel lainnya sehingga memudahkan virus menyebar.

Secara keseluruhan, estimasi jumlah tahanan orang Palestina di Israel mencapai 4.400 termasuk 39 wanita,  155 anak-anak. Di antara mereka berusia lanjut dan dalam keadaan sakit. Orang Palestina, kata Qadri, ditahan tanpa proses peradilan.

Pada April silam, Dewan HAM PBB dan Palang Merah meminta Israel membebaskan tahanan yang rentan tertular Covid-19. Tapi permintaan badan dunia itu bertepuk sebelah tangan.[]