Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Tahanan Palestina Ungkap Perasaannya Usai Kabur dari Sel Gilboa

    Israel menangkap empat dari enam tahanan Palestina yang melarikan diri dari sel Gilboa. Kuasa hukum tahanan melaporkan, tentara Israel menyiksa kliennya usai penangkapan. Pengacara Khaled Mahajna mengatakan, seperti dilansir Anadolu 15 September 2021, sekujur tubuh kliennya, Mohammed al-Arida mengalami luka bekas pukulan dan bentuk siksaan lainnya. Parahnya lagi, kliennya tak mendapatkan perawatan usai dihajar di ruang interogasi. Meski demikian, tahanan tidak menyesali perbuatannya. Yacoub Qadri, misalnya, merasa lima hari dalam pelarian merupakan momen terindah dalam hidupnya.  "Saya melihat anak-anak di jalan dan saya mencium mereka. Itu suasana terbaik bagi saya," katanya. "Selama saya hidup, saya akan berupaya mencari kebebasan lagi dan lagi."    Sebelumnya, enam tahanan politik Palestina berhasil melarikan diri dari penjara Israel Gilboa, dekat Nazareth, 6 September 2021. Mereka kabur melalui terowongan rahasia yang dilaporkan telah mereka gali di bawa

PM Israel Tak Ingin Negara Palestina Berdiri

  Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan dirinya menentang pembentukan sebuah negara Palestina merdeka dan tak akan berunding dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Dalam wawancara dengan media Israel Kan News , Bennett berbicara soal kemajuan-kemajuan agenda negaranya. Ia mengatakan pembentukan negara Palestina merdeka akan menjadi sebuah blunder. Dia juga bilang dirinya tak akan menemui Abbas, orang yang telah membawa tentara dan para komandan Israel ke pengadilan kriminal internasional di The Hague, Belanda. Ia menyebut Abbas ikut mendanai 'teroris', merujuk kelompok perlawanan. Dalam wawancaranya dengan harian Yedioth Ahronoth, dia memandang semua Yerusalem merupakan ibukota Israel. Tel Aviv menolak menyerahkan walaupun hanya Yerusalem Timur ke Palestina.

Kecuali Israel, Taliban Ingin Kerja Sama dengan Semua Negara

Taliban ingin menjalin hubungan dengan semua negara kecuali Israel. Demikian juru bicara Taliban Suhail Shaheen menyampaikan. Kepada media Rusia, Sputnik, Suhail bahkan menegakaskan Taliban membuka diri bekerja sama dengan Amerik Serikat. "Tentu, pada babak baru ini, jika Amerika ingin menjalin hubungan dengan kami terkait kepentingan negara dan rakyat masing-masing, dan apabila mereka ingin berpartisipasi dalam pembangunan kembali Afganisktan, kami membuka diri," katanya. Kemudian ia berkata, "Tapi kami tidak akan menjalin hubungan apapun dengan Israel. Kami ingin mempunyai relasi dengan negara-negara lain, kecuali Israel," ujarnya. Pada bulan lalu, dalam wawancara via telepon yang terekam dan tersebar, Shaheem terdengar bertanya pada wartawan, Roi Kais, "Anda bekerja di TV mana?" kemudian Reporter menjawab, "Kan News, Kan News." Kan News merupakan statiun TV Israel.   "Saya menerima banyak wawancara dengan jurnalis stiap hari setelah jatuh

Penjara Gilboa Bobol, Israel Tangkap Keluarga Buron

  Tentara Israel menahan kerabat 6 tahanan Palestina yang kabur dari penjara Gilboa. Mereka ditahan kemarin, 8 September 2021, menurut laporan lembaga pemerhati tahanan Palestina. Serdadu Tel Aviv menangkap empat kerabat dari buron di sejumlah desa wilayah Arraba dan Ya'bad, Tepi Barat bagian utara. Menurut kesaksian penduduk setempat, tentara juga menggeledah rumah demi rumah di Bir al-Basha, Deir Abu Da'if di samping Arraba dan Ya'bad. Sebelumnya, enam tahanan politik Palestina berhasil melarikan diri dari penjara Israel Gilboa, dekat Nazareth. Mereka kabur melalui terowongan rahasia yang dilaporkan telah mereka gali di bawah penjara, kata polisi Israel. Sejumlah media melaporkan bahwa lima dari enam tahanan yang berhasil kabur adalah anggota gerakan Perlawanan Palestina, Jihad Islam, yang berasal dari kota-kota dekat kota Jenin di utara Tepi Barat yang diduduki. Polisi Israel pun kini sibuk melakukan pencarian di wilayah sekitar penjara dengan dibantu puluhan anjing pela

Penjara Gilboa Kecolongan, Israel Panggil Keluarga Buron

    Israel memanggil keluarga salah satu tahanan yang kabur dari penjara Israel, Gilboa, 6 September 2021. Di samping itu, tentara Tel Aviv meningkatkan keamanan dan pembatasan Provinsi Jenin, Tepi Barat, Palestina selepas penjara super ketat itu jebol akibat aksi enam tahanan. Israel memanggil Fuoad Kamamji dan putranya Majd. Fouad merupakan ayah Ilham, salah satu dari enam tahanan yang berhasil kabur dari sel Gilboa. Sementara itu, Divisi Invantri Israel menyebarkan serdadunya di Marj Ibn Amer atau Lembah Jazreel, utara Israel yang berbatasan dengan Tepi Barat. Tentara mengecek setiap kartu identitas warga area tersebut. Sejumlah saksi mengatakan, seperti dikutip The Palestine Chronicle , tentara menggunakan kendaraan berplat Palestina dalam pemburuannya.   Sebelumnya, enam tahanan politik Palestina berhasil melarikan diri dari penjara Israel Gilboa, dekat Nazareth. Mereka kabur melalui terowongan rahasia yang dilaporkan telah mereka gali di bawah penjara, kata polisi Israel. Sejumla

6 Tahanan Bobol Sel Israel, Hamas: Heroik!

Poros perlawanan di Palestina angkat topi kepada 6 tahanan yang berhasil membobol penjara super ketat Israel, Gilbao, 6 September 2021. Aksi 6 orang Palestina itu, kata Hamas dan Jihad Islam, menggoyahkan sistem pertahanan Tel Aviv. "Peristiwa itu menunjukkan keberanian tahanan yang berhasil lolos dari penjara yang keamanannya sangat ketat," kata juru bicara Hamas, Fawzi Barhoun. "Ini heroik dan mengesankan." Ia menyebut, insiden tersebut merupakan kemenangan atas kegigihan para tahanan. "Ini umpan balik sesungguhnya bagi Zionis yang membagga-banggakan memiliki sistem keamanan terbaik," ujarnya. Sebelumnya, enam tahanan politik Palestina dikabarkan telah berhasil melarikan diri dari penjara Israel yang dikenal dengan penjagaan keamanan tingkat tinggi di Gilboa, dekat Nazareth, melalui terowongan rahasia yang dilaporkan telah mereka gali di bawah penjara, kata polisi Israel. Sejumlah media melaporkan bahwa lima dari enam tahanan yang berhasil kabur adalah a

[BREAKING NEWS] - Enam Tahanan Palestina Berhasil Kabur dari Penjara Super Ketat Israel

Enam tahanan politik Palestina dikabarkan telah berhasil melarikan diri dari penjara Israel yang dikenal dengan penjagaan keamanan tingkat tinggi di Gilboa, dekat Nazareth, melalui terowongan rahasia yang dilaporkan telah mereka gali di bawah penjara, kata polisi Israel. Sejumlah media melaporkan bahwa lima dari enam tahanan yang berhasil kabur adalah anggota gerakan Perlawanan Palestina, Jihad Islam, yang berasal dari kota-kota dekat kota Jenin di utara Tepi Barat yang diduduki. Berikut ini sekilas penampakan terowongan bawah tanah yang digali para tahanan tersebut. Polisi Israel pun kini sibuk melakukan pencarian di wilayah sekitar penjara dengan dibantu puluhan anjing pelacak yang mereka kerahkan.

Ratusan Pekerja Yaman Dipecat di Saudi

Ratusan pekerja asal Yaman di selatan Arab Saudi dilaporkan menerima pemutusan hubungan kerja. Kabar ini diterima oleh Reuters dari warga Yaman di Arab Saudi, 17 Agustus 2021.  Jumlah pasti orang Yaman yang dipecat tak diketahui, namun Reuteres memperkirakan ratusan orang. Mereka bekerja di bidang medis, akademik dan berbagai bidang lainnya.  Belum ada keterangan resmi mengenai berita ini. Baik otoritas Saudi maupun Yaman belum menanggapi temuan reporter.  Para pejabat Saudi di sejumlah instansi mengaku tidak menerima sesuatu apapun yang membenarkan adanya instruksi pemerintah untuk tidak memperbaharui kontrak kerja warga Yaman.  Sementara orang Yaman mengaku tidak mengetahui alasan pemecatan. Mereka juga enggan berspekulasi.  Seorang Analis Saudi mengatakan, langkah ini bertujuan membuka peluang kerja untuk warga Saudi di bagian selatan. Kerajaan ingin mengurangi angka pengangguran yang telah mencapai 11,7 persen (dari jumlah populasi angkatan kerja). Selain itu, katanya, kebijakan

Apa yang Diabaikan Media di Afghanistan

Oleh Musa Kazhim Al-Habsy   Pada 26 Agustus 2021 terjadi ledakan bom di luar Bandara Kabul, Afghanistan. Serangan itu dilaporkan menyebabkan ratusan warga Afghanistan dan belasan pasukan Amerika Serikat tewas. Dilaporkan pula bahwa kelompok yang disebut “ISIS-Khurasan” (ISIS-K) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Lalu, menyusul serangan itu, sejumlah anggota Kongres Amerika memberi penyataan agar pasukan Amerika tidak meninggalkan Afghanistan begitu saja tapi harus tetap di sana untuk memburu pelaku serangan tersebut dan membalaskan dendam Amerika. Pada artikel sebelumnya, saya telah menyatakan bahwa invasi Amerika ke Afghanistan itu sendiri merupakan sebuah kesalahan strategis karena ternyata setelah 20 tahun invasi, Amerika nyaris tidak mendapatkan apa-apa dan juga tidak berhasil meraih tujuan-tujuan yang telah dideklarasikan sejak awal invasi itu. Pertama, menghancurkan Taliban. Tujuan ini secara eksplisit disampaikan George W Bush. Tapi, pada akhirnya, Ameri

Hamas Serukan Tekanan kepada Israel untuk Mengakhiri Blokade Gaza

  Kelompok perlawanan di Palestina, Hamas, menyerukan untuk meningkatkan tekanan kepada Israel agar Tel Aviv mengkahiri 15 tahun blokade atas Gaza. "Kami menyerukan kepada semua untuk mengambil tanggungjawab dan menekan penjajah (Israel) untuk mengakhiri blokadenya yang zalim itu," kata juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, seperti dikutip Anadolu Agency, 29 Agustus 2021 Dia mengingatkan, perdamaian dan stabilitas tidak akan terwujud selama rakyat Palestina tidak memiliki kebebasan dan martabat hidup. Hamas meminta Israel bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan di Gaza akibat blokade. "Rakyat Palestina tidak akan menerima kebijakan Israel atau kompromi apapun terkait hak-hak bangsa mereka," katanya Protes demi protes mengeskalasi di Gaza dalam beberapa pekan terakhir lantaran Isarel melanjutkan pembatasan masuknya barang-barang ke wilayah Palestina. Tel Aviv menegaskan, pihaknya tak akan mengizinkan bahan bangunan masuk ke Gaza kecuali Hamas, yang berkuasa di Gaza sej

Hari ini 34 Tahun Lalu, Kartunis Palestina Naji al-Ali Dibunuh Israel

Hari ini (29/8) menandai peringatan 34 tahun pembunuhan kartunis dan karikaturis terkenal Palestina, Naji al-Ali oleh rezim Zionis Israel. Dia terkenal karena kritik politiknya yang tajam atas rezim Arab dan rezim penjajah Israel dalam setiap karyanya. Naji Al-Ali lahir di Palestina pendudukan 1948 dan mencari perlindungan pada tahun 1948 di Ein Al Hilweh, Lebanon. Kartunis legendaris yang menciptakan sosok misterius "Handala" ini ditembak pada 22 Juli 1987 di London dan meninggal pada 29 Agustus 1987 karena luka parah akibat penembakan brutal tersebut. Aksi pembunuhan itu menjadi bukti bahwa rezim palsu ini memang tidak bisa mentolerir siapa pun yang bersuara kritis atau terang-terangan menentang aksi penjajahan, sehingga Israel dengan cara brutal pasti akan menangkap bahkan membunuh mereka. []

Prosesi Pemakaman Jenazah Demonstran Muda Palestina yang Dibunuh Israel

Seorang pemuda Palestina dinyatakan meninggal pagi ini akibat luka tembak yang dideritanya saat mengambil bagian dalam unjuk rasa yang diadakan beberapa hari lalu di pagar timur Gaza, kata Pusat Informasi Palestina. Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, pemuda tersebut adalah Osama Khaled yang berusia 32 tahun. Sabtu lalu, pasukan pendudukan Israel menembakkan peluru tajam ke para pemuda dan melukai banyak dari mereka saat mereka berkumpul di pagar yang memisahkan daerah kantong yang terkepung dari Israel, sebagai protes atas pengepungan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza. Setidaknya 41 pengunjuk rasa muda, termasuk anak-anak, terluka oleh tembakan Israel selama protes tersebut. []

Lebih dari 120 Cendekiawan dan 20 Organisasi Budaya Finlandia Seru Akhiri Apartheid Israel

Lebih dari 120 cendekiawan dan seniman, juga 20 organisasi budaya dan lembaga akademis telah berjanji mendukung seruan Palestina untuk boikot akademis dan budaya terhadap lembaga-lembaga Israel yang terlibat. “Kami mengutuk penjajahan, pendudukan, dan kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina,” kata mereka dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan belum lama ini. “Organisasi hak asasi manusia B’Tselem dan Human Rights Watch (HRW) tahun ini menyimpulkan bahwa kebijakan rezim Israel sama dengan kejahatan apartheid sebagaimana didefinisikan dalam hukum internasional. Masyarakat sipil internasional telah bangkit untuk secara luas mendukung hak-hak Palestina,” lanjut mereka. “Media internasional telah mulai beralih dari normalisasi pendudukan tanah Palestina dan penganiayaan terhadap warga Palestina, dan membungkam para kritikus, menjadi melaporkan secara terbuka tentang situasi tersebut.” “Pembelaan hak asasi manusia telah didorong oleh gerakan antirasis global, khususnya perubahan atmosfe

HRW Kritik PBB Tak Masukkan Israel dan Koalisi Agresor Saudi ke ‘Daftar Memalukan’

Human Rights Watch (HRW) mengkritik kegagalan PBB untuk memasukkan Israel dan koalisi Arab Saudi yang mengagresi Yaman dalam daftar negara-negara yang melanggar hak-hak anak, yang dikenal sebagai "Daftar Memalukan", yang dikeluarkan setiap tahun oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres.   “Hal ini melukai anak-anak terkait penderitaan mereka dengan tidak memasukkan Israel, koalisi Arab yang dipimpin Saudi dan pelanggar lainnya dalam daftar yang memalukan," kata Jo Becker, Direktur pembela hak-hak anak di organisasi HAM internasional yang berbasis di New York.   "Kegagalan berulang Sekretaris Jenderal untuk membangun daftarnya berdasarkan bukti PBB sendiri merupakan pengkhianatan terhadap anak-anak dan memicu impunitas," tambah Becker.   Becker kemudian melanjutkan, "Sekarang setelah masa jabatan keduanya sebagai Sekretaris Jenderal dijamin, dia harus meninggalkan pendekatan ini, dan memastikan bahwa daftarnya mencerminkan fakta

Air Mata Buaya Eropa di Hadapan Aksi Represif Pasukan Keamanan Otoritas Palestina

Jika tak tulus, solidaritas tidak berarti apa-apa. Kalimat itulah yang mungkin pas untuk menggambarkan solidaritas palsu para diplomat Eropa terhadap penderitaan warga Palestina yang selain ditindas Israel, juga kerap diperlakukan sewenang-wenang oleh polisi Otoritas Palestina (PA). Seperti apa contoh utama solidaritas tak tulus alias palsu itu? Mungkin kita dapat mencermati dari bagaimana aksi diplomat Eropa yang berbasis di Tepi Barat yang diduduki, khususnya dalam mempromosikan kegiatan mereka. Sering kali, mereka mengorganisasi aksi di mana mereka difoto dengan pose menghibur yang tertindas. Terlalu sibuk meneteskan air mata buaya, para diplomat "lupa" bahwa pemerintah mereka sendirilah yang memungkinkan penindasan rezim apartheid Israel terhadap Palestina. Utusan Eropa tampaknya tidak berkumpul untuk pemotretan minggu ini, namun mereka mengeluarkan pernyataan. Pernyataan tersebut mengungkapkan "keprihatinan" tentang penangkapan aktivis politik baru-baru ini ole

Detak Rasisme di Jantung Israel Harus Segera Diakhiri

Banyak organisasi internasional dan kelompok hak asasi manusia telah mengonfirmasi bahwa Israel memberlakukan rezim rasis—"apartheid"—yang menindas rakyat Palestina. Rezim ini menyangkal hak-hak dasar mereka dan menghadapkan mereka pada serangan berulang-ulang oleh pemukim Yahudi ilegal, yang meningkatkan ketegangan di wilayah Palestina yang diduduki dan di dalam Israel sendiri. Orang-orang Palestina terus dipukuli, dibunuh, diusir, dan dipindahkan secara paksa. Pada 9 Mei, pihak berwenang Israel berusaha mencegah ribuan warga Palestina yang tinggal di wilayah Palestina yang diduduki tahun 1948 — mereka adalah warga negara Israel — untuk mencapai Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki untuk memperingati malam ke dua puluh tujuh bulan suci Ramadan, yang adalah malam suci bagi seluruh umat Islam. Protes massal menyusul, dan pemukim Zionis tidak segan-segan menyerang warga Palestina dengan peluru tajam dan granat tangan. Pemerintah Israel mendorong kebijakan memecah bel

Rezim Penjajah Israel Setujui Pembangunan 'Jalan Khusus' Pemukim Ilegal Yahudi Tepi Barat

Saluran ketujuh Israel melaporkan bahwa apa yang disebut administrasi sipil pada hari Rabu menyetujui perpanjangan jalan khusus pemukim nomor 55 di Utara Tepi Barat. Menurut saluran Israel, persetujuan justru datang menyusul keberatan yang dibuat oleh petani Palestina, yang tanahnya akan disita karena perluasan jalan. Perluasan jalan khusus pemukim ekstremis Yahudi, yang menghubungkan permukiman ilegal Kfar Saba dan permukiman di Utara Tepi Barat, akan berarti penyitaan 68 dunum tanah Palestina. Persetujuan itu juga datang hanya satu hari sebelum pertemuan antara Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett dan Presiden AS, Joe Biden. Dalam nada yang sama, Haaretz melaporkan bahwa rezim pendudukan berencana untuk memperluas permukiman yang dekat dengan jalan, dengan membangun 5650 unit permukiman tambahan. []

[FOTO] - Tuntut Pencabutan Blokade, Warga Palestina Kembali Demo di Perbatasan Gaza

Warga Palestina ambil bagian dalam protes damai di perbatasan Gaza, timur kota Khan Younis, menyerukan pencabutan blokade yang diberlakukan di daerah kantong yang terkepung dan sebagai protes atas pelanggaran Israel di Yerusalem yang diduduki. Dalam aksi tersebut, seperti dilaporkan koresponden QNN, setidaknya 20 warga Palestina terluka setelah pasukan pendudukan Israel melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa, termasuk tiga di antaranya dengan peluru tajam.[]

Hamas: Rezim Zionis 'Bangkrut' Hadapi Ketangguhan Rakyat Palestina

Menanggapi serangan udara terbaru pasukan rezim Zionis yang membabi-buta atas Gaza, Hamas mengatakan bahwa aksi biadab tersebut membuktikan "kebangkrutan" politik rezim penjajah Israel. Dalam sebuah pernyataan, pejabat Hamas Ismail Ridwan mengatakan, "Serangan Israel membuktikan kebingungan dan kegagalan penjajah Israel dibandingkan dengan ketabahan dan ketahanan rakyat Palestina." "Rakyat dan perlawanan kami siap menghadapi tantangan dan mampu merusak rencana pendudukan Israel." Dia menekankan, "Kami akan melanjutkan perlawanan dan serangan udara justru akan makin menguatkan kegigihan kami untuk mendapatkan kembali hak-hak kami." Pesawat-pesawat tempur Israel tadi malam melakukan serangan udara di beberapa lokasi di Jalur Gaza, kata sumber keamanan setempat. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi para petani Palestina mengatakan tanah mereka rusak parah akibat serangan  membabi-buta tersebut. []