Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Israel Bahas Rencana Serangan Skala Lebih Besar ke Gaza

Dewan Urusan Politik dan Keamanan Israel diperkirakan akan bertemu hari ini untuk membahas dan menyetujui rencana untuk melanjutkan serangan di Gaza. Menurut media Israel, rencana tersebut telah disetujui oleh Menteri Pertahanan dan Panglima Angkatan Bersenjata. Israel berdalih, jika Hamas terus melepaskan balon yang mudah terbakar di wilayah yang diduduki Israel, mereka akan membalas dengan serangan berskala lebih besar dan lebih menghancurkan di Gaza. Mereka juga memperkirakan perang ini akan berlanjut dan berlangsung lebih lama dari yang sebelumnya. Padahal faktanya, balon-balon itu dilepaskan sebagai reaksi atas tindakan represif tentara Israel terhadap warga Palestina yang terus berlanjut, meski awalnya mereka sendiri yang mengemis gencatan senjata. []

Nasib Pengungsi Yaman: Minim Akses Makanan, Rumah, dan Perawatan Kesehatan

Bagaimana perasaan Anda jika Anda tiba di suatu negara dan tidak memiliki akses yang memadai ke makanan, tempat tinggal atau perawatan kesehatan? Inilah situasi dan kondisi yang dialami oleh ribuan pengungsi yang datang ke Yaman untuk mencari keamanan dan kondisi kehidupan yang lebih baik. Dan tahukah Anda bahwa 60% pengungsi di Yaman adalah wanita dan anak-anak?                                 Merekalah salah satu kelompok paling rentan yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan dan perlindungan. Tidakkah hati Anda tergerak untuk membantu meringankan beban kehidupan mereka? []

[FOTO] - Melukis Cinta Palestina di Wajah dan Hati

Wanita muda di Beit Lahia, utara dari Jalur Gaza ini, melukis bendera Palestina di wajah anak-anak dan mengajari mereka untuk mencintai negaranya sambil berpesan agar anak-anak itu tetap kuat, terlepas dari kehancuran yang mereka semua alami. Foto oleh: Majdi Fathi []

[VIDEO] – Sambil Tertawa-tawa, Polisi Israel Semprot Gas Merica Mata Pemuda Palestina

Beredar luas di jagat Twitter video berdurasi 2:37 menit yang menunjukkan betapa kejadian ini sungguh merupakan bentuk kekejaman luar biasa, di luar yang dapat dibayangkan oleh manusia waras di belahan dunia mana pun.   Bagaimana tidak, pasukan Israel di Bab al-Amud menahan seorang pemuda Palestina berusia 20 tahun, menyemprotkan gas merica ke kedua matanya, sambil tertawa-tawa tak peduli si pemuda berteriak kesakitan. Mereka bahkan sambil memukulinya sebelum membawanya ke penjara! Paltimesps mengabarkan Israel menetapkan syarat bagi pembebasan pemuda bernama Saleh Al-Natsheh tersebut, berupa uang tebusan atau jaminan sejumlah 5000 shekel. Tak urung, aksi keji Israel ini memantik kemarahan warganet yang bereaksi dengan beragam komentar dan ungkapan bernada geram. “Tentara paling bermoral di dunia. Menjijikkan”, sindir akun @dyahpr1. “Akankah hari itu tiba ketika penindasan berakhir dan Palestina mencapai haknya? Saya berharap untuk menyaksikannya suatu hari nanti”, harap @Pql

[VIDEO] - Aksi Solidaritas Palestina ala Aktivis Gaek ini Jadi Perhatian Dunia

Nick Georges, seorang aktivis berusia 69 tahun asal Inggris, telah melakukan atraksi menantang maut dengan memanjat dan menghabiskan malam di atas derek setinggi 200 meter di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di London, sebagai wujud solidaritasnya atas penderitaan berkepanjangan rakyat Palestina di bawah penjajahan rezim ilegal Israel. Dalam unggahan video di akun Twitter Quds News Network, dia mengatakan aksi ini untuk memberi tahu dunia tentang Palestina. “Selama tiga bulan, saya dikirim ke Palestina sebagai saksi kemanusiaan. Saya menyaksikan kekejaman dan kengerian pendudukan ilegal Israel di Tanah Air Palestina,” kisah Nick. Nick mengaku melihat dengan mata kepalanya sendiri sebuah rumah yang terdiri dari empat anggota keluarga dibakar hidup-hidup oleh pemukim ekstremis Yahudi. Selain warga Palestina, perkebunan zaitun juga dibakar. “Warga Palestina (diperlakukan seolah) tak punya hak. Bahkan listrik dan air mereka diambil. Sebagai seorang Kristen yang peduli, saya tidak b

Atraksi Unik Nick Georges, 'Menantang Maut' Demi Dukung Palestina

Viral di media sosial atraksi unik yang ditunjukkan oleh seorang aktivis berusia 69 tahun asal Inggris bernama Nick Georges. Dia diketahui telah memanjat dan menghabiskan malam di atas derek setinggi 200 meter di dekat Kedubes Amerika Serikat di London, dalam rangka menunjukkan aksi solidaritasnya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Nick yang merupakan seorang kakek, mulai memanjat derek pada Selasa pukul 04.00 pagi waktu setempat. Saat sampai puncak, ia segera mengibarkan bendera Palestina. Dalam unggahan video di akun Twitter Quds News Network, dia mengatakan aksi ini untuk memberi tahu dunia tentang Palestina. “Selama tiga bulan, saya dikirim ke Palestina sebagai saksi kemanusiaan. Saya menyaksikan kekejaman dan kengerian pendudukan ilegal Israel di Palestina,” kata Nick. Nick mengaku melihat rumah yang terdiri dari empat anggota keluarga dibakar hidup-hidup oleh pemukim Yahudi. Selain warga Palestina, perkebunan zaitun juga dibakar. “Warga Palestina tidak punya hak. Bahkan

Prediksi Petinggi Jihad Islam Soal 'Perang Regional'

Dilansir Middle East Monitor, kelompok Perlawanan Palestina kembali memprediksi peluang terjadinya "perang regional", sebagaimana pernah disinggung Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah dalam pidatonya bulan lalu.   "Pertempuran berikutnya atas Yerusalem akan menjadi 'perang regional'," tegas anggota senior Biro Politik Gerakan Jihad Islam, Khaled Al-Batsh kepada wartawan (18/6). Bagaimana hal itu bisa terjadi? "Cukup mendengar lima pemimpin terkemuka di kawasan itu menyatakan kesiapan mereka untuk membela Yerusalem," tambahnya. Artinya, dengan terpenuhinya syarat tersebut, dia yakin perang regional sebagaimana yang dimaksudkannya bakal benar-benar terwujud. Dia menggambarkan pasukan gabungan Kelompok Perlawanan itu nantinya bakal "mampu mengobarkan perang dan memimpin pertempuran regional untuk pembebasan Al-Quds". Seperti diketahui, bulan lalu Israel membombardir Jalur Gaza, menewaskan lebih dari 250 warga Palestina, setelah fa

Saat Aksi Beringas Polisi Israel Mulai Kena Batunya

Hari ini (19/6), pasukan pendudukan Israel menyerbu kota Deir al-Asad di utara Palestina yang diduduki tahun 1948 dalam tindakan keras berkelanjutan yang menargetkan penduduk asli Palestina. Namun sedikit berbeda dengan hari-hari sebelumnya, tampaknya kali ini polisi Israel mulai "kena batunya" dan mendapat pelajaran baru yang cukup menyakitkan dari warga sipil yang melakukan perlawanan, berupa mobil-mobil terbakar dan cedera kepala seperti yang terlihat dalam gambar-gambar berikut. Sementara itu, mencermati perkembangan terakhir terkait kembali meningkatnya eskalasi agresi dan tindakan represif serdadu Israel yang menyasar warga Palestina di beberapa wilayah, tak terkecuali khususnya di Jalur Gaza, salah seorang petinggi kelompok Perlawanan pun mulai buka suara. "Kelompok Perlawanan telah memberi tahu Mesir bahwa kesabarannya telah habis, dan akan menanggapi dengan baik setiap serangan Israel yang akan datang dan tidak akan membiarkan rezim penjajah memaksakan kondisiny

[FOTO] - Galeri Foto Syuhada di Puing-puing Rumah Gaza

Para pemuda Palestina di Gaza berinisiatif mengadakan semacam “galeri foto syuhada” di puing-puing rumah yang dibom oleh serangan udara Israel bulan lalu. Galeri foto tersebut menampilkan sekitar 97 foto anak-anak Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel selama agresi terbarunya atas daerah tersebut. []

Indonesia Bantah Tudingan dan Dusta Israel Soal Hamas dan Gaza

Menanggapi tudingan Israel bahwa Pemerintah Indonesia dan sejumlah negara dengan penduduk mayoritas Islam di Asia Tenggara tak jujur menyikapi apa yang terjadi di Gaza, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan justru Israel sendirilah yang tak jujur mengungkapkan akar permasalahan yang sebenarnya. Seperti diketahui, lewat Dubesnya yang ada di Singapura, Sagi Karni, Israel berdalih bahwa “konflik” yang terus memanas di Gaza itu terjadi antara Israel dan Hamas, dan bukan antara Israel dan warga Palestina. "Hamas adalah organisasi anti-Semit.... Saya tidak yakin orang-orang yang berpartisipasi dalam debat di media sosial benar-benar memahami sifat radikal dan fasis Hamas," katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara video. Karni pun menyatakan siap berdialog untuk membangun hubungan dengan Indonesia, agar Indonesia paham apa yang sebenarnya terjadi di Palestina. Sebaliknya, Jubir Kemlu Teuku Faizasyah dengan tegas menyatakan bahwa akar permasalahan dari apa yang oleh Isra

Kospy Salurkan Bantuan Tahap 7 ke Yaman dan Palestina

  Komite Solidaritas Palestina dan Yaman (Kospy) di Jakarta menyalurkan bantuan tahap tujuh, 18 Juni 2021. Bekerja sama dengan lembaga Islamasil, bantuan 4 ribu dolar atau setara 57.540.000 rupiah ini disalurkan ke rakyat Yaman dan Palestina  masing-masing 2 ribu dolar.  Komite mengatakan, penyaluran merupakan yang kedua kali dalam bulan ini.  Pada awal Juni, Kospy juga menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia sebesar 7 ribu dolar atau senilai 99.925.000 rupiah ke Palestina. Sementara itu, tiga hari lalu, Israel merusak kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang Jalur Gaza, 16 Juni. Pada malam berikutnya Tel Aviv kembali membombardir wilayah Palestina yang 14 tahun terblokade ini.  Proyektil jet Israel menghantam sejumlah area di utara Kota Gaza dan utara Beit Lahia. Salah satunya, misil menyasar gedung perkantoran sipil di timur Jabaliya.  Lahan pertanian di selatan kota Khan Younis tak lepas dari target serangan.  Gencatan senjata Israel dan kelompok perlawanan di Gaza, Hamas

Puluhan Peserta Aksi 'Dukung Nabi' di Masjid Al-Aqsa Cedera Serius Direpresi Polisi Israel

Puluhan orang di antara j e maah di Masjid Al-Aqsa mengalami cedera serius setelah pasukan pendudukan Israel melarang dan berupaya me nghentikan paksa pawai untuk “ mendukung Nabi Muhammad ”yang mereka gelar sebagai respons atas “Pawai   Bendera” oleh para ekstremis sayap kanan Zionis sebelumnya . Tekanan dan pelarangan paksa ini terjadi setelah ratusan Zionis menyerbu kompleks suci tersebut dan mengutuk Islam serta Nabi Muhammad, yang alih-alih dilarang, justru dibiarkan berlangsung di bawah perlindungan polisi Israel. Hingga kini, warga Palestina yang terluka di kompleks Al Aqsa telah dirawat di rumah sakit akibat aksi biadab polisi Israel terhadap aksi protes damai tersebut. []

Kena Penyakit Kelamin Menular, Puluhan Pasukan Khusus Israel Ditarik dari Pangkalan

Dilansir Lebanese News and Updates, ada sekitar 60 tentara dari unit Pasukan Khusus dan Rahasia - Komando Laut Israel "Shayetet 13" yang akhirnya dipulangkan baru-baru ini dari salah satu pangkalan militer, setelah mereka ketahuan terjangkit penyakit kelamin berbahaya atau penyakit menular seksual, Herpes. Sekadar informasi, s esuai namanya, penyakit menular seksual, Herpes ini sejenis infeksi yang menyebar melalui hubungan intim, baik secara vaginal, anal, maupun oral. Kuat dugaan pasukan Israel ini tidak hanya berperilaku kotor secara moral, namun juga kotor secara fisik. Menanggapi peristiwa memalukan ini, muncul beragam kesaksian dari para warganet. Di antaranya yang menyebutkan, sudah bukan rahasia lagi bahwa banyak dari para serdadu rezim Zionis tersebut yang juga melakoni kerja sambilan paruh waktu di rumah bordil Tel Aviv, sehingga apa yang menimpa mereka ini bisa dibilang wajar dan tidak lagi mengejutkan. []

Pejuang Yaman dan Irak Deklarasi Bela Al Quds

Pejuang Ansharullah Yaman, Abdul Wahab al-Mahbashi mendeklarasikan bahwa kelompoknya merupakan bagian tak terpisahkan dari kekuatan pembelaan terhadap Al-Quds. Penegasan ini disampaikan al-Mahbashi kepada Al-Mayadeen, senada statemen yang belum lama ini disampaikan Pemimpin Ansharullah, Abdulmalik Houthi bahwa Yaman adalah bagian integral dari perimbangan kekuatan yang digulirkan Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayyid Hasan Nasrallah terkait tanggung jawab pembelaan bersama atas Al-Quds dari agresi Israel. Seperti diketahui, Sekjen Hizbullah dalam salah satu bagian pidatonya menyatakan, ancaman terhadap Palestina, khususnya Al-Quds, akan memicu perang regional dalam bingkai sebuah pembelaan sakral oleh seluruh kelompok Poros Perlawanan di Kawasan. Terbukti, tak lama usai deklarasi perimbangan baru pembelaan terhadap Al-Quds sebagaimana disampaikan Sekjen Hizbullah, faksi-faksi Poros Perlawanan seperti Jihad Islami dan Kataib Hizbullah Irak pun mengumumkan komitmen mereka terhadap perimbangan

Gaza Tembak Jatuh Drone Israel

Poros perlawanan di Jalur Gaza menembak jatuh pesawat tanpa awak Israel, Kamis, 17 Juni 2021. Sebelum koyak di udara, menurut Aljazeera yang mengutip Alaqsa TV, drone terpantau berada di langit barat Gaza tadi malam. Poros perlawanan juga berhasil menyita pesawat jenis quadcopter itu usai terjungkal di daratan Gaza. Pada malam yang sama, jet tempur Israel melesatkan sejumlah misil ke berbagai titik di Gaza. Serangkaian serangan tadi malam ini merupakan invasi kedua kali ke Gaza sejak gencatan senjata disepakati bulan lalu.  Proyektil jet Israel menghantam sejumlah area di utara Kota Gaza dan utara Beit Lahia. Salah satunya, misil menyasar gedung perkantoran sipil di timur Jabaliya.   Lahan pertanian di selatan kota Khan Younis tak lepas dari target serangan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi ihwal korban. []

Langgar Gencatan Senjata, Israel Gelar Serangan Kedua ke Gaza

Jet tempur Israel melesatkan sejumlah misil ke berbagai titik di Jalur Gaza, Kamis, 17 Juni 2021. Serangkaian serangan tadi malam ini merupakan invasi kedua kali ke Gaza sejak gencatan senjata disepakati bulan lalu.  Aljazeera melaporkan, 18 Juni 2021, proyektil jet Israel menghantam sejumlah area di utara Kota Gaza dan utara Beit Lahia. Salah satunya, misil menyasar  gedung perkantoran sipil di timur Jabaliya. Video ledakan di gedung ini diunggah oleh akun twitter @Ehabhelou, tadi pagi 18 Juli 2021 Lahan pertanian di selatan kota Khan Younis tak lepas dari target serangan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi ihwal korban.  Gencatan senjata belum cukup sebulan, Israel menginvasi Jalur Gaza pertama kali pada Rabu, 16 Juni 2021. Tel Aviv mengkaim serangannya menargetkan basis Hamas, kelompok perlawanan berbasis di Gaza.  Gencatan senjata Israel dan Hamas terakhir dilakukan pada 21 Mei 2021. Serangan Israel ke Gaza sejak 10 hingga 21 Mei mengakibatkan  255 orang Palest

[VIDEO] - Tiap 5 Menit 1 Bocah Tak Berdosa Mati di Yaman

Lima menit, bukan waktu yang begitu lama. Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan Masyarakat dan Kependudukan Yaman, setiap 5 menit setidaknya satu anak Yaman yang tak berdosa mati karena penyebab yang sesungguhnya dapat dicegah. Begitu juga jutaan anak Yaman yang menderita kolera, malnutrisi akut, penyakit bawaan, Covid-19, diare, infeksi saluran pernapasan akibat perang dan blokade Saudi selama tujuh tahun, berada dalam risiko langsung kematian. Ini terjadi karena koalisi agresor pimpinan Saudi telah lama melanggar hukum internasional dengan sengaja menargetkan rumah sakit, bahkan sejumlah sekolah, dan membahayakan kehidupan warga Yaman dengan mencegah bantuan kemanusiaan mencapai negara yang memjadi sasaran agresi tersebut. Sementara sebuah laporan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut krisis Yaman sebagai "krisis kemanusiaan terburuk di dunia", tanpa ada tindakan nyata yang pernah diambil untuk memecahkan dan mengakhiri blokade atau pengepungan sehingga

May Afana, Korban Pembunuhan Keji Tentara Zionis di Dekat Hizma

Dokter May Afana dari kota Abu Dis, dibunuh dengan cara keji oleh pasukan rezim Zionis di dekat desa Hizma, timur laut Yerusalem, Rabu pagi (16/6) kemarin. Wanita Palestina berusia 29 tahun ini tercatat sebagai mahisiswi PhD bidang psikologi dan memiliki spesialisasi dalam terapi bicara dan kesehatan mental.  Ibu dari seorang gadis kecil berusia empat tahun ini diketahui memiliki pusat perawatan anak-anak dengan kesulitan bicara di kotanya. Tentara Zionis berdalih, Afana ditembak karena mencoba menikam dan menabrak seseorang. Namun dusta semacam inilah yang selalu mereka katakan setelah membunuh warga Palestina yang tidak bersalah sesuka hatinya. Padahal semua laporan Palestina mengatakan Afana hanya mengendarai mobilnya secara normal, ketika dia dibunuh dengan darah dingin oleh tentara teroris Zionis, dan dibiarkan kehabisan darah tak jauh dari mobilnya, sementara ambulans dicegah untuk mencapainya. []

[FOTO] - Semangka Palestina Muncul di London

Beberapa peristiwa unik muncul di Inggris dalam beberapa hari terakhir ini.  Usai aksi unjuk rasa ribuan demonstran yang menyatakan dukungan mereka kepada pembebasan Palestina dari cengkeraman penjajahan Israel yang dilakukan bertepatan dengan digelarnya pertemuan negara-negara Kelompok Tujuh (G7) pada Sabtu (12/6) lalu di seputaran kediaman resmi Perdana Menteri Inggris, Borris Johnson. Kini poster "Semangka Palestina" tampak muncul di mana-mana, di beberapa sudut kota. Sejarah semangka sebagai simbol bendera perlawanan Palestina kembali ke tahun 1980-an, ketika Israel melarang bendera Palestina dan bahkan karya seni yang terdiri dari warna merah, hijau, putih dan hitam, dipertontonkan kepada publik. []

Israel Tembak Kepala Remaja Palestina di Nablus

Tentara Israel menembak kepala seorang remaja Palestina, Ahmad Beni Shamsa, kemarin, di Nablus, utara Tepi Barat. Remaja 16 tahun itu sempat menjalani perawatan di Surgical Rafidia, rumah sakit setempat, sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, pagi tadi, 17 Juni 2021. Menurut laporan Andolu Agency ,  Ahmad dibedil ketika berada di antara warga Kota Beita, Nablus, yang sedang berunjuk rasa. Warga memprotes pendudukan ilegal Israel yang merampas tanah mereka di Jabal Sabih.  Serdadu Israel berusaha membubarkan unjuk rasa dengan menembakkan peluru tajam (sungguhan). Kepala Ahmad pun koyak dihantam timah panas.   Pada awal Juni ini, Israel juga mulai membangun pondasi untuk 350 unit hunian di permukiman Beit El, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina. Padahal menurut hukum internasional, semua pemukim Israel di wilayah pendudukan adalah ilegal.[]

[VIDEO] - Pesan Perlawanan Anak-anak Silwan

Aksi penggusuran paksa warga Palestina oleh  tentara Israel  masih jauh dari usai di Yerusalem Timur. Setelah agresi terhadap Sheikh Jarrah, yang memicu pertempuran dua pekan antara Hamas versus Israel, hingga saat ini ancaman serupa juga menghantui warga Silwan. Dikutip dari kantor berita Al Jazeera, ada ratusan keluarga yang terancam terusir dari sana dan berakhir tanpa tempat tinggal. Melawan kekejaman dan pengusiran paksa pasukan penjajah Israel terhadap warga Silwan yang terus berlanjut, Times of Gaza melaporkan, anak-anak dari Silwan ini telah berbagi pesan menentang pemindahan ilegal rumah mereka oleh tentara Zionis. “Datang dan berdirilah bersama kami.., kami tidak akan meninggalkan rumah kami..” "Para perwira Israel itu menertawakan kami dan mencoba mengintimidasi dengan melemparkan granat kejut ke arah kami..” Anak-anak pemberani Silwan ini juga berpesan kepada warga Sheikh Jarrah agar mereka juga melawan pengusiran paksa dan tak begitu saja meninggalkan rumah-rumah mere

[VIDEO] - Kenal Lebih Dekat 'Yemen Used to Be'

Demi mengubah stigma buruk tentang "negara terbelakang Yaman yang luluh lantak akibat perang" yang selama ini melekat di benak banyak orang, sekelompok pekerja seni dan aktivis kreatif Yaman ingin dunia melihat banyak hal indah yang ditawarkan negara itu dengan menyoroti apa yang mereka sebut sebagai proyek "Yemen Used to Be".  (Baca:  'Yemen Used to Be’: Inisiatif Brilian Ubah Wajah Yaman di Benak Banyak Orang ) Didirikan oleh Ahmed Al-Hagri, yang kemudian bergabung dengan Waleed Al-Ward, pada tahun 2019, proyek ini adalah "sebuah inisiatif seni yang bertujuan untuk mengubah stereotip yang telanjur dipegang banyak orang tentang Yaman" dan sebuah platform yang "mengarahkan upayanya dalam pendekatan artistik untuk mengubah citra negatif tentang Yaman. Yakni Yaman di mata orang-orang yang dekat dan jauh". Untuk mengetahui dan mengenal lebih dekat inisiatif brilian ini, silakan kunjungi laman resmi Yemen Used to Be  []

'Yemen Used to Be’: Inisiatif Brilian Ubah Wajah Yaman di Benak Banyak Orang

Ketika kita mendengar atau memikirkan tentang Yaman, perang dan kelaparan sering langsung muncul di benak kita. Memang benar, PBB telah menyatakan bahwa Yaman menderita krisis kemanusiaan terburuk di dunia dan bahwa jutaan nyawa terancam jika situasi di lapangan tidak berubah. Akan tetapi, demi menentang stigma buruk tersebut, sekelompok pekerja seni dan aktivis kreatif Yaman ingin dunia melihat banyak hal indah yang ditawarkan negara itu dengan menyoroti apa yang mereka sebut sebagai proyek "Yemen Used to Be". Didirikan oleh Ahmed Al-Hagri, yang kemudian bergabung dengan Waleed Al-Ward, pada tahun 2019, proyek ini adalah "sebuah inisiatif seni yang bertujuan untuk mengubah stereotip yang telanjur dipegang banyak orang tentang Yaman" dan sebuah platform yang "mengarahkan upayanya dalam pendekatan artistik untuk mengubah citra negatif tentang Yaman. Yakni Yaman di mata orang-orang yang dekat dan jauh". Tahun berikutnya, inisiatif "Yemen Used to B