Posts

Showing posts from January, 2021

Houthi Minta Tahanan Palestina Bebas, Riyadh Bergeming

Image
  Kelompok perlawanan Yaman, Houthi Ansarullah, siap membebaskan dua pilot jet tempur Saudi yang ditawan sejak Februari 2020. Dengan syarat, kata Houthi, 60 warga Palestina yang mendekam di rumah tahanan Saudi juga harus dibebaskan. Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyambut baik inisatif Houthi. Tapi Saudi masih bergeming.  Pemerintahan Raja Salman bin Abdul Aziz Assaud menahan sejumlah warga Palestina sejak awal 2019. Sebagian mereka dijebloskan ke dalam sel dengan tuduhan mendanai terorisme.  Di antara 60 tahanan merupakan anggota Hamas. Perwakilan Hamas di Saudi, Mohammad Alkhodari, 82 tahun, dan anaknya, Hani, ikut merasakan dinginnya lantai penjara.  Sementara pada 15 Februari 2020, Houthi berhasil menembak jatuh dua jet tempur Saudi yang menyerang Yaman di provinsi Jawf, dekat perbatasan Saudi-Yaman. Sebelum pesawat jatuh ke bumi, kedua pilot terpental keluar dari pesawatnya. Keduanya lalu menjadi sandera Houthi.  Kepala urusan tahanan Houthi, Abdul Qadir Murtada menyampaik

RESENSI - Paradoks Martir Quds Qasem Soleimani

Image
Bisa dimaklumi jika Qasem Soleimani hanya berdiam di kantornya memikirkan strategi perang. Dari balik mejanya, ia toh dapat mengerahkan pasukannya ke palagan dan menunggu laporan datang untuk dievaluasi . Bukankah ia seorang komandan pasukan dengan bintang dua, pangkat tertinggi dalam militer Iran? Bukankah ia telah menghabiskan usia mudanya sebagai prajurit di medan tempur? Tapi faktanya, itu bukan kebiasaan Soleimani. Ia bertindak bukan seperti umumnya para jenderal dan komandan militer.   Perwira tinggi yang satu ini justru rajin terjun ke medan perang, mengunjungi para pejuang di garis terdepan, mendengarkan pendapat mereka dan mendiskusikan masalah di lapangan. Ia tidak hanya mendengarkan opini orang yang datang padanya tapi menyambangi prajuritnya dan menyimak pendapatnya.   Menurut Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayid Hasan Nasrallah, kebiasaan inilah yang membantunya memiliki informasi lebih akurat dan pemikiran yang luas lagi mendalam terkait tanggung jawabnya sebagai komandan

Jejak Qasem Soleimani di Bumi Palestina

Image
Pagi di penghujung tahun, 80 burung besi Israel terbang bersamaan ke langit Gaza, Palestina. Dalam 220 detik, burung besi yang terdiri jet tempur F-16 dan heli tempur AH-64 Apache itu melesatkan bom ke seratus titik yang telah direncanakan. Setidaknya 205 warga sipil tewas. Tapi Gaza menolak takluk. Enam jam kemudian, 60 roket balasan meluncur sejauh 60 mil dari basis kelompok perlawanan Palestina, Hamas. Proyektil itu menghantam kota-kota besar Israel seperti Ashdod, Bersyeba dan Gedera. Dunia terheran-heran dengan serangan balik kelompok perlawanan. Bukankah roket Hamas hanya bisa mencapai 9,9 mil? Bagaimana bisa misil anyar itu berada di tangan kelompok perlawanan di Gaza, wilayah yang telah diblokade oleh Israel?  Lantaran mendapat kejutan dari Gaza,  perang yang dimulai 27 Desember 2008 itu akhirnya berlanjut pada hari-hari berikutnya. Rata-rata Gaza meluncurkan 44 roket setiap hari. Hingga pada 18 Januari 2009 Israel mengumumkan gencatan senjata.  "Perang itu termasuk bersek