Kronologi Aparat Israel Menyergap Imam Masjid Al-Aqsa


Otoritas Israel menangkap Imam Masjid Alaqsa Syekh Ekrim Sabri di kediamannya, Yerusalem Timur, Rabu, 10 Maret 2021. Istrinya mengatakan, sejumlah polisi dan dinas intelijen Israel menggerebek rumahnya di bilangan Suwaneh, dekat Bukit Zaitun, dan mengambil Sabri pada pukul 10 pagi.  

Tanpa memberikan penjelasan,  mereka membawa pergi pria berusia 82 tahun itu ke rumah tahanan Moscovia di Yerusalem Barat. Di sana, Sabri menjalani interogasi beberapa jam sebelum dibebaskan kembali.  

Kepada media berbasis di Turki, Anadolu Agency, Sabri mengatakan, Israel menangkapnya karena adanya rencana peringatan Isra Mikraj di area Bab Arrahma, pintu area komplek Masjid Alaqsa. Ia dituduh melanggar putusan pengadilan Israel yang telah menutup Bab Arrahma. 

Sabri menilai alasan penangkapannya "tak berarti" bagi dirinya. "Ini posisi saya, dan dinas intelijen tidak dapat mengubah sikap saya atas dasar putusan pengadilan Israel," katanya. Kepada keamanan Israel, ia menegaskan setiap bagian masjid tetap terbuka untuk ibadah dan berbagai peringatan keagamaan.

Syekh Sabri memimpin salat Jumat di Masjid Al-Aqsa sejak 1973. Ia juga pernah menjadi mufti agung Palestina sejak 1994 hingga 2006.

Ia berkali-kali dilarang memasuki bangunan suci itu, khususnya pada tahun 2000 ketika peristiwa Intifada kedua meletus di Palestina. Menurut Middle East Monitor, Tel Aviv kembali melarangnya memasuki Al-Aqsa selama empat bulan setelah pasukan keamana mendobrak pintu rumahnya. Selain itu, ia juga sering ditangkap oleh aparat Israel dengan alasan "menghasut" jemaah ihwal identitas Al-Aqsa.

Pada Februari 2019, Badan Wakaf Keagamaan Yordania yang diberi amanat mengawasi situs-situs suci Muslim dan Kristen di Yerusalem Timur, mengumumkan pembukaan kembali Bab Arrahma setelah ditutup selama 16 tahun. Sejak itu, polisi Israel kerap mengusir jemaah dari sana dengan sewenang-wenang. 

Bagi umat Islam, Al-Aqsa - bangunan di atas area 36 hektar - merupakan situs suci, kiblat pertama dan petilasan Isra Mikraj Rasulullah. Sebagian orang Yahudi juga mengklaim bangunan itu merupakan Bukit Bait Suci, situs kuil Yahudi sejak zaman kuno. 

Israel, yang mengaku sebagai negara Yahudi, kemudian menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, sejak perang Arab-Israel berkecamuk pada 1967. Pada 1980, Israel telah mencaplok seluruh Kota Suci tersebut.[]




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ustaz Khalid Basalamah Diharap Update Info Soal Yaman

Jejak Qasem Soleimani di Bumi Palestina

Cara Abang Sam Menyuap Negara Arab dalam Normalisasi Israel