Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Gaza Mulai Produksi Massal Roket Baru

Kelompok perlawanan Palestina berbasis di Jalur Gaza, Hamas, kembali memproduksi ribuan misil baru. Kabar ini disampaikan anggota biro politik Hamas, Fathi Hammad, seperti dilansir media di Beirut, Alahednews , 31 Mei 2021.       "Dengan berakhirnya serangan Israel belum lama ini, gerakan perlawanan Palestina mulai lagi membuat roket," kata Fathi, Ahad kemarin. Menurut Fathi, Gaza memproduksi misil untuk menghentikan kekerasan yang dibuat Benjamin Netanyahu di Gaza dan Tepi Barat, termasuk di wilayah pendudukan Tel Aviv. Produksi sempat terhenti ketika Israel membombardir Gaza selama 11 hari.    Serangan bom dari Israel itu merupakan reaksi terhadap keterlibatan Gaza membela saudara sebangsanya yang menerima kekerasan di Yerusalem Timur sejak 6 Mei. Pada 10 Mei,  Gaza melesatkan roketnya ke wilayah Israel setelah Tel Aviv enggan mengindahkan peringatan Hamas untuk menghentikan tingkahnya di Kota Suci 'Alquds'.   Israel membalas dengan membombardir Gaza.  Menurut media

Israel Bantai 19 Keluarga Palestina

Israel menghabisi nyawa 19 keluarga Palestina ketika membombardir Jalur Gaza dalam serangan 11 hari. Kementerian Kesehatan Palestina menyebut, 19 keluarga itu terdiri dari 91 jiwa termasuk 41 anak dan 25 wanita.   Dua puluh satu anggota keluarga al-Kawlak, contohnya, tewas dalam sebuah serangan pesawat tempur Israel di Kota Gaza. Dari total korban, Kementerian mencatat delapan anak dan enam wanita di antaranya.   "Selain itu, sembilan anggota keluarga Abu Auf tewas, termasuk seorang anak dan lima perempuan akibat serangan Israel yang meledakkan rumah mereka di Kota Gaza," kata Kementerian seperti dilansir Anadolu Agancy , 30 Mei 2021.   Misil Tel Aviv juga melenyapkan enam nyawa keluarga Tanani yang sedang berada dalam rumah mereka di utara Jalur Gaza. Lima anak dan seorang perempuan ikut meregang nyawa akibat ledakan.  Menurut media Quds News Network , pesawat tempur Israel menjatuhkan 700 ton mesiu selama serangan 11 hari ke Gaza. Setidaknya 255 orang Palestina di Gaza keh

Israel Tambah 560 Unit Permukiman Ilegal di Bethlehem

Israel memperluas pemukiman liar di Bethlehem, Tepi Barat, Palestina. Kepada media setempat Wafa News Agency  27 Mei,  aktivis lokal antipemukiman ilegal Hasan Brijiyeh menyebut, Israel menyetujui 560 unit hunian baru di wilayah selatan Yerusalem itu.    Program perluasan itu, kata Hasan, bakal mengambil lahan warga Palestina, Desa Kisan dan Rashaydeh, di tenggara Bethlehem. Ia bilang, langkah Israel ini secara jelas bertujuan mengambil alih wilayah selatan dan timur demi menyatunya permukiman bersama.  Sebelum meloloskan rencana 560 unit permukiman baru di Bethlehem, Tel Aviv juga menyetujui pembangunan 90 unit baru di Ebi Hanahal, di atas lahan Desa Kisan, sekitar 11 km dari selatan Kota Bethlehem. Pembangunan di atas tanah Kisan, menurut Hasan, juga ilegal.  Menurut media The Palestine Chronicle, Bethlehem - baik kota, desa dan berbagai lingkungannya -  telah menjadi target pencurian lahan. Pengambilalihan dilakukan demi ekspansi permukiman Yahudi.[] Keterangan foto utama: Seorang

Layanan Kesehatan Ibu Kota Yaman Menanggung Kerugian 114 M Akibat Agresi

  Agresi koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi di Yaman memasuki tahun keenam. Salah satu akibatnya, sistem kesehatan lumpuh bahkan menanggung kerugian.  Di Kota Sana'a saja, nilai kerugian dari sektor kesehatan akibat agresi enam tahun mencapai 2 miliar riyal. Nilai ini kurang lebih setara dengan 114 miliar rupiah.  Laporan Kantor Berita Yaman per 2 April 2021 menyebutkan, 27 rumah sakit dan unit kesehatan di Ibu Kota itu mengalami kerusakan berat dan ringan setelah dihajar misil pesawat tempur Saudi. Tiga ambulance dalam Sana'a juga koyak terkena ledakan.   Selain itu, serangan brutal agresor telah memutus aliran listrik ke 310 fasilitas kesehatan. Dan terpuruknya ekonomi Yaman semakin membuat layanan kesehatan terhambat ke masyarakat.  Direktur Kantor Kesehatan Masyarakat di wilayah setempat Dr Khaled Al Muntasir mengatakan,  menargetkan fasilitas kesehatan dalam serbuan militer merupakan kejahatan perang. Tindakan ini bertentangan dengan kemanusiaan dan terang benderang

Korea Selatan Sumbang 1,5 Juta Dolar untuk Palestina

  Korea Selatan berkomitmen menyumbangkan dana 1,5 juta dolar atau berkisar 21 miliar rupiah ke Palestina. Seoul mengumumkan komitmen donasi itu menyusul krisis kemanusiaan yang menimpa warga Palestina pascaserangan militer Israel ke wilayah Jalur Gaza 10 - 21 Mei 2021. Menurut Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, bantuan akan diberikan lewat dua organisasi dunia yang menangani krisis kemanusiaan di sana. Penyaluran satu juta dolar lewat Badan Pengungsi Palestina PBB di Timur Dekat (UNRWA) dan 500 ribu dolar lagi lewat Badan Koordinator Urusan Kemanusiaan PBB. "Pemerintah berharap dukungan kami ini dapat membantu warga Palestina melewati krisis kemanusiaan," kata Kementerian seperti dilansir Anadolu Agency , 27 Mei 2021 Setidaknya 254 warga Palestina terbunuh, termasuk 66 anak-anak dan 39 perempuan, akibat serangan Israel ke wilayah basis Hamas itu. Sementara 1.900 orang lainnya mengalami luka-luka.  Pertempuran antara Israel dan Hamas merupakan buntut dari rencana pengusi

Pedagang di Gaza: Kami Harus Kuat

Mohamed Said al-Sousi kembali berjualan makanan di Gaza, Palestina, setelah warungnya ikut hancur akibat perang 11 hari. Ia bangkit bukan sekedar untuk mencari nafkah hidup tapi juga menolak dilemahkan oleh agresi Israel.     "Kami harus selalu kuat," katanya. Ketika ribuan pemuda Gaza turun ke jalan untuk membersihkan reruntuhan bangunan akibat perang, para pedagang juga mulai kembali bekerja. Said dan empat saudaranya berjualan lagi di bilangan Remal, Gaza.    Usaha warung makan ini didirikan oleh ayah Said sejak tahun 1975. Restoran yang populer di Gaza ini kemudian diteruskan oleh Said dan empat saudaranya.    Bisnis berkembang. Said mengatakan, warungnya mempekerjakan 12 orang. Atau, boleh dikatakan pemasukan 12 keluarga bergantung pada warung ini.   Memasuki Agustus 2020, Covid-19 dilaporkan telah merebak ke wilayah berpenduduk dua juta jiwa itu. Jalur Gaza lockdown . "Tapi kami mencoba merespons positif dan kemudian kami berpikir bahwa lockdown menjadi peluang un

INFOGRAFIS - Jejak Houthi Tembak Jatuh Drone CH-4

Sejak 2018, tujuh pesawat tanpa awak CH-4 ditembak jatuh oleh sistem pertahanan kelompok perlawanan di Yaman, Houthi Ansarullah. Drone buatan Cina ini mirip dengan drone buatan Amerika Serikat MQ-9. Pesawat ini dapat terbang selama 40 jam, sejauh 5000 km dan membawa 250 kg bom. 

Israel Ringkus Remaja Palestina Saat Protes Penggusuran

Polisi Israel membekuk remaja Palestina, Sultan Sarhan, saat unjuk rasa di luar gedung pengadilan tinggi Israel, 26 Mei 2021. Dengan kepala berdarah dan tangan diborgol, remaja 14 tahun ini digelandang ke dalam kendaraan aparat.  "Beginilah aparat pendudukan Israel merespons protes terhadap pembersihan etnik di Silwan hari ini," kata warga Syekh Jarrah, Yerusalem, Mohammed Kurd di akun twitternya @m7mdkurd , 26 Mei 2021. Pada hari itu, dua keluarga dari Silwan, Yerusalem Timur, -Najah dan Kayed Rajabi - dijadwalkan mendengarkan putusan hasil banding kasus mereka di pengadilan. Di waktu yang sama, warga Palestina lainnya menggelar unjuk rasa memprotes penggusuran sekaligus mendukung keluarga Najah dan Kayed mempertahankan rumahnya.   Sebagian warga membawa poster bertuliskan pesan menolak pengusiran. Sebagian lagi menulis "Nakbah di Silwan". Istilah 'Nakbah' merujuk pada masa Zionis mendeklarasikan negaranya di Palestina yang mengakibatkan pengusiran 780 ri

Menjadi Target Pembunuhan, Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Tampil di Publik

Kelompok perlawanan di Palestina, Hamas, memperingatkan Israel untuk tidak bermain api di kota suci Yerusalem. Peringatan itu disampaikan Pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, lewat konferensi pers yang disiarkan televisi.  "Kami siap all out bertempur jika musuh melakukan kesalahan serius di wilayah pendudukan, Yerusalem," katanya seperti dikutip Quds News Network , 26 Mei, mengingatkan Benjamin Netanyahu untuk menjaga sikapnya dan anak buahnya di kota suci "Alquds". Jika Israel kembali berbuat onar di Yerusalem, kata dia, Hamas tak segan memberikan pelajaran seperti pertempuran 10 hingga 21 Mei silam. Yahya menegaskan, Hamas siap meladeni serangan militer Israel.  "Serangan udara Israel baru-baru ini hanya menghancurkan lima persen terowongan bawah tanah kelompok perlawanan yang membentang dari Gaza hingga  ke daerah-daerah yang diduduki Israel sejak 1948," katanya. Sementara itu, "Gaza mampu meluncurkan ratusan roket ke wilayah Israel hingga sejau

VIDEO - Bocah 8 Tahun Tewas Akibat Agresi Saudi di Yaman

Yahya Mohammad tewas berlumur darah di Provinsi Sa'da, Yaman, akibat serangan militer Arab Saudi. Ia menghebuskan nafasnya yang terakhir saat masih berusia bocah:  8 tahun "Tak ada lagi yang saya miliki di muka bumi ini kecuali dua anak ini," kata seorang perempuan  dalam video yang dirilis Al-Mashirah , 26 Mei 2021. "Dan kini agresor membunuh satu di antaranya." Riyadh kembali melanggar perjanjian gencatan senjata Stockholm dengan menyerang dua provinsi Yaman, Marib dan Sa'da kemarin, 25 Mei 2021. Di Sa'da, Saudi melesatkan dua misil ke wilayah Shada dan Adh-Dhahir.    Selain Yahya, tiga pria tewas dan seorang luka akibat serangan brutal tersebut. Saat itu, ketiga korban dalam perjalanan pulang dari pasar terdekat dari rumahnya.  Sejak agresi dilancarkan enam tahun lalu di Yaman,  koalisi militer Saudi telah menyeret 43.593 ribu jiwa menjadi korban. Di antaranya, berdasarkan data   Yemen Press Agency  per  23 Maret 2021,    korban tewas mencapai 17.079

Hasan Nasrallah Sampaikan Tahniah atas Kemenangan Palestina

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Hasan Nasrallah menyampaikan selamat atas keberhasilan Palestina melawan agresi Israel. Tahniah ia kemukakan dalam pidato Hari Perlawanan dan Pembebasan yang disiarkan TV Al-Manar, Selasa, 25 Mei 2021.  "Pada hari ini kita merayakan dua kemenangan besar: 25 Mei 2000 di Lebanon dan 21 Mei 2021 di Gaza," kata Nasrallah. Tanggal 25 Mei 2000 merujuk pada hari terdepaknya Israel dari Lebanon. Hizbullah berhasil mumukul mundur tentara Tel Aviv yang telah 18 tahun mencaplok wilayah selatan Lebanon. Sementara 21 Mei 2021 merupakan hari mengacu pada gencatan senjata antara Israel dan Hamas, kelompok perlawanan Palestina berbasis di Gaza. Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan gencatan senjata mewakili Israel.  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menurut analis Timur Tengah Musa Kazhim, tidak berani muncul melakukan konferensi pers. Mengutip  CNN , Musa mengatakan, Biden sampai beberapa kali menelepon Netanyahu dan memaksanya meneri

Kunci Kemerdekaan Total Palestina Sudah di Tangan

        Oleh: Musa Kazhim Alhabsyi Pada 6 Mei silam, dunia menyaksikan babak baru konfrontasi rakyat Palestina dengan rezim Zionis Israel. Sejumlah besar warga Palestina memprotes keras rencana otoritas Israel mengusir enam keluarga Palestina di Syaikh Jarrah, sebuah kawasan di Tanah Pendudukan Yerusalem Timur. Total sekitar 30 orang warga terkena rencana pengusiran itu. Protes damai dengan cepat berubah menjadi konfrontasi terbuka antara warga Palestina di satu sisi dengan polisi dan gerombolan pendatang Yahudi di sisi lain. Aksi kekerasan aparat dan pendatang mengundang reaksi protes yang lebih besar dari berbagai daerah lain, hingga mencapai kawasan sekitar Masjid Al-Aqsa. Di seputar Masjid, aparat jadi kian garang. Bukannya meredakan situasi, aparat melakukan pemukulan, penembakan peluru plastik, pelemparan granat setrum, dan penyemprotan gas air mata. Situasi seperti ini berlangsung selama beberapa hari. Akibatnya, ratusan warga Palestina dari berbagai daerah di Yerusalem Timur me

Periode Menakutkan Bagi Israel

Oleh Syafin Al-Mandari Inilah gerbang dari suatu periode yang amat menakutkan bagi Imperialis Israel. Tentu juga termasuk sekutu dan aliansi strategisnya di Barat dan Arab akan ikut khawatir akan hal ini. Melihat fakta posisi Israel semenjak 1948 hingga sepuluh tahun lalu amat sulit membayangkan “negara” apartheid itu akan mengalami ketakutan. Selain kemajuannya yang kerap dibanggakan pemujanya, dukungan negara “adidaya” juga tak pernah surut di belakang Israel. Apakah karena kini persenjataan kelompok Harakah Muqawwamah Al-islamiyah (HAMAS) kian canggih? Apakah karena dukungan Iran yang tak pernah surut? Apakah karena makin tingginya solidaritas dunia atas Palestina? Bukan! Periode ketakutan Israel disebabkan faktor lain. Saat-saat amat mengerikan itu telah datang dan segera akan membesar dalam tahun-tahun ke depan. Masa inilah Israel tidak akan mengalami ketenangan. Mereka akan selalu gelisah dan dihantui keruntuhan. Peristiwa Mei 2021 berupa hujan roket yang membanjiri Tel Aviv mema

Hamas Kembali Meminta Dukungan Indonesia

Kelompok perlawanan di Palestina, Hamas, kembali meminta bantuan Indonesia.  Permintaan disampaikan oleh Pimpinan Hamas, Ismail Haniyeh, kepada Presiden Indonesia Joko Widodo.   Dalam suratnya kepada Jokowi, Haniyeh berharap Indonesia segera menggalang dukungan dunia Islam, Arab dan internasional untuk bersikap tegas dan jelas terhadap tindakan kriminal Israel di tanah Palestina. "Kami meminta Anda untuk segera bertindak," katanya dalam surat seperti dilansir Anadolu Agency, 19 Mei 2021.    Aksi kriminal Israel yang dimaksud Haniyeh merujuk pada serangan pesawat udara Israel di Jalur Gaza, penggusuran paksa di Syekh Jarrah, diskriminasi rasial, dan kebijakan yahudisasi permukiman. Termasuk tindakan aparat Tel Aviv yang mengotori kesucian Masjid Alaqsa dengan menyerang jemaahnya dan tidak membebaskan mereka beribadah di sana.  Berdasar data Kementerian Kesehatan Palestina, s etidaknya 217 warga Palestina terbunuh, termasuk 63 anak-anak dan 36 perempuan, akibat serangan Israel

Jalan Ketiga Menuju Palestina Berdaulat

“Solusi dua negara” sejatinya hanya merupakan istilah lebih halus untuk menyebut: hanya ada negara Israel. *** 15 Mei, 73 tahun lalu di Palestina, 780 ribu orang terusir dari tanah airnya, 15 ribu manusia kehilangan nyawanya, lebih dari 531 desa dan kota hancur. Tragedi ini meletus sehari setelah Zionis mendeklarasikan berdirinya negara Israel. Malapetaka 15 Mei 1948 kemudian dikenal sebagai  Hari Nakbah . Setahun berikutnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mencatat Israel sebagai anggotanya. “Pasca-Perang Dunia II, kaum Zionis semakin mendapatkan simpati dari Barat berkat kampanye Holocoust secara besar-besaran. Posisi Palestina semakin terpojok dan tak berdaya,” kata sejarawan Ahmad Syafi’i Ma’arif dalam bukunya  Gilad Atzmon  (Mizan, 2012). Aneksasi Israel di bumi Palestina setelah Nakbah kian menggila. Ketika itu, Israel telah menyerobot 78 persen tanah Palestina. Perampasan hanya menyisakan dua wilayah: Gaza dan Tepi Barat. Selanjutnya, dari tahun ke tahun, luas kedu