Langsung ke konten utama

Hasan Nasrallah Sampaikan Tahniah atas Kemenangan Palestina



Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Hasan Nasrallah menyampaikan selamat atas keberhasilan Palestina melawan agresi Israel. Tahniah ia kemukakan dalam pidato Hari Perlawanan dan Pembebasan yang disiarkan TV Al-Manar, Selasa, 25 Mei 2021. 

"Pada hari ini kita merayakan dua kemenangan besar: 25 Mei 2000 di Lebanon dan 21 Mei 2021 di Gaza," kata Nasrallah.

Tanggal 25 Mei 2000 merujuk pada hari terdepaknya Israel dari Lebanon. Hizbullah berhasil mumukul mundur tentara Tel Aviv yang telah 18 tahun mencaplok wilayah selatan Lebanon.

Sementara 21 Mei 2021 merupakan hari mengacu pada gencatan senjata antara Israel dan Hamas, kelompok perlawanan Palestina berbasis di Gaza. Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan gencatan senjata mewakili Israel. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menurut analis Timur Tengah Musa Kazhim, tidak berani muncul melakukan konferensi pers. Mengutip CNN, Musa mengatakan, Biden sampai beberapa kali menelepon Netanyahu dan memaksanya menerima gencatan senjata, mengingat perang itu kian absurd dan jauh dari harapan kemenangan. 

Pertempuran antara Israel dan Hamas buntut dari rencana pengusiran paksa warga Palestina di wilayah Syekh Jarrah, Yerusalem Timur, 6 Mei 2021. Aparat Israel kemudian mendapatkan perlawanan dari warga setempat. Aksi perlawanan terhadap penggusuran itu menjelma menjadi konfrontasi antara warga Palestina dan aparat Israel hingga ke wilayah Masjid Alaqsa. 

Jumlah korban luka dari warga Palestina mencapai 200 jiwa lebih akibat pukulan, tembakan peluru plastik hingga lemparan granat setrum dari polisi Israel. Kelompok perlawanan di Gaza kemudian memberikan ultimatum kepada Israel untuk menghentikan aksi kekerasannya di kota suci Alquds, Yerusalem, namun tidak diindahkan Nentanyahu.

Pada 10 Mei pagi, ratusan roket melesat dari Gaza ke arah Israel. Militer Tel Aviv membalasnya dengan membombardir Gaza. 

Pertempuran pun berlanjut. Setidaknya 4100 roket melesat dari Gaza dan hampir 1800 roket  sukses menghantam utara Tel Aviv. Sementara Israel menerbangkan dua ribu jet tempurnya untuk menjatuhkan ratusan bom ke Gaza. 

Netanyahu terkejut mendapatkan reaksi dari kelompok perlawanan Palestina yang sedahsyat itu. Sebelas hari kemudian Joe Biden mengumumkan gencatan senjata dan perang pun berakhir. 

"Netanyahu dan grupnya mengira meraka hanya mendapat hujatan atas aksinya di Syekh Jarrah," ujar Nasrallah. "Mereka tidak menduga Gaza turun tangan dan mengambil langkah yang bersejarah." []