Langsung ke konten utama

Israel Tambah 560 Unit Permukiman Ilegal di Bethlehem




Israel memperluas pemukiman liar di Bethlehem, Tepi Barat, Palestina. Kepada media setempat Wafa News Agency 27 Mei, aktivis lokal antipemukiman ilegal Hasan Brijiyeh menyebut, Israel menyetujui 560 unit hunian baru di wilayah selatan Yerusalem itu.   

Program perluasan itu, kata Hasan, bakal mengambil lahan warga Palestina, Desa Kisan dan Rashaydeh, di tenggara Bethlehem. Ia bilang, langkah Israel ini secara jelas bertujuan mengambil alih wilayah selatan dan timur demi menyatunya permukiman bersama. 

Sebelum meloloskan rencana 560 unit permukiman baru di Bethlehem, Tel Aviv juga menyetujui pembangunan 90 unit baru di Ebi Hanahal, di atas lahan Desa Kisan, sekitar 11 km dari selatan Kota Bethlehem. Pembangunan di atas tanah Kisan, menurut Hasan, juga ilegal. 

Menurut media The Palestine Chronicle, Bethlehem - baik kota, desa dan berbagai lingkungannya -  telah menjadi target pencurian lahan. Pengambilalihan dilakukan demi ekspansi permukiman Yahudi.[]


Keterangan foto utama: Seorang warga Palestina menyaksikan permukiman Israel di Har Homa, Tepi Barat, 18 Februari 2011. (qudsnen.co)