Langsung ke konten utama

Pedagang di Gaza: Kami Harus Kuat

Mohamed Said al-Sousi kembali berjualan makanan di Gaza, Palestina, setelah warungnya ikut hancur akibat perang 11 hari. Ia bangkit bukan sekedar untuk mencari nafkah hidup tapi juga menolak dilemahkan oleh agresi Israel.    

"Kami harus selalu kuat," katanya.


Ketika ribuan pemuda Gaza turun ke jalan untuk membersihkan reruntuhan bangunan akibat perang, para pedagang juga mulai kembali bekerja. Said dan empat saudaranya berjualan lagi di bilangan Remal, Gaza.   

Usaha warung makan ini didirikan oleh ayah Said sejak tahun 1975. Restoran yang populer di Gaza ini kemudian diteruskan oleh Said dan empat saudaranya.   

Bisnis berkembang. Said mengatakan, warungnya mempekerjakan 12 orang. Atau, boleh dikatakan pemasukan 12 keluarga bergantung pada warung ini.  

Memasuki Agustus 2020, Covid-19 dilaporkan telah merebak ke wilayah berpenduduk dua juta jiwa itu. Jalur Gaza lockdown. "Tapi kami mencoba merespons positif dan kemudian kami berpikir bahwa lockdown menjadi peluang untuk merenovasi warung," ujarnya.  

Alhasil mereka memulai memperbaharui warung dengan menggunakan sebagian besar penghasilan mereka. Said membeli etalase baru, mesin baru dan mengecet seluruh bagian warung. 

Tapi serangan Israel sejak akhir Ramadan lalu telah merusak semuanya. Selepas pesawat Israel menjatuhkan bom ke menara rusun Al Shrouq, Said justru berlari mendekati lokasi ledakan. Pasalnya, warungnya berada dekat menara tersebut. 

Dari dekat, Said menyaksikan menara itu telah hancur separuh. Pada serbuan kedua, bangunan itu telah rata dengan tanah. 

Seluruh properti di area menara rusak termasuk warung Said. "Walau demikian, puji syukur ke hadirat Allah untuk setiap nikmat dan musibah dalam hidup ini," ungkapnya.      



Said menolak terpuruk akibat bombardir Israel.  Hanya beberapa hari usai gencatan senjata pada 21 Mei 2021, Said dan saudara-saudaranya kembali ke lapaknya. Mereka menguatkan diri untuk bangkit.  "Warung ayah ini telah berjualan selama 45 tahun dan kami akan memastikan usahanya tetap dapat berjalan untuk tahun-tahun berikutnya," ujarnya.[]

Sumber:palestinechronicle.com/