Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Tidakkah Orang-orang Seperti Rajabi Pantas Melawan?

Coba bayangkan. Pemukim ilegal yang didukung penuh oleh rezim penjajah Israel itu meminta Anda untuk menghancurkan rumah Anda! Tentu saja, Anda tidak mungkin menerimanya. Saat menghadapi kondisi semacam itu, gerombolan para penjarah itu pun bahkan ingin Anda duduk diam saja, seolah menikmati pemandangan saat rumah Anda dihancurkan! Jika tidak, Anda akan diserang, dipukuli atau ditangkap. Tidakkah ini semua gambaran nyata dari tindakan penjarah yang biadab? Dan begitulah para polisi Israel secara brutal menyerang Rajabi setelah menghancurkan tokonya di Silwan. Bukankah orang-orang yang mengalami nasib serupa Rajabi pantas melakukan perlawanan? []

Yair Lapid Kunjungi UEA, Israel Resmikan Kedubesnya

Quds News Network melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri pendudukan Israel, Yair Lapid pada Selasa (29/6) hari ini tiba di Uni Emirat Arab dalam kunjungan resmi pertamanya sejak perjanjian normalisasi tahun lalu. Itulah yang terjadi. Sementara para aktivis mengorganisir acara untuk memboikot pendudukan Israel dan mendukung Palestina dalam perjuangan mereka, "Israel" justru meresmikan kedutaan besarnya di UEA atas restu penguasa Emirat, tanpa peduli bahwa banyak di antara warga Emirat sendiri menentang tindakan normalisasi terus berkelanjutan semacam itu. []

Secuil Bukti Pemerintah Palestina Lebih Dulu Ada Ketimbang ‘Israel’

Beredar sebuah foto Surat Izin Mengemudi (SIM) seorang pria Palestina yang dikeluarkan oleh Pemerintah Palestina pada tanggal 29 Juli 1935.  Inilah salah satu bukti yang menunjukkan bahwa Pemerintah Palestina memang berusia lebih tua atau lebih dulu ada ketimbang apa yang kemudian disebut "Israel". []

[VIDEO] - Penyiksaan Biadab Israel terhadap Tahanan Palestina Bocor ke Publik

Pada Hari Dukungan Internasional untuk Korban Penyiksaan - PBB, aparat rezim Israel diketahui telah mempraktikkan bentuk-bentuk penyiksaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap warga Palestina.  Awal bulan ini, sebuah rekaman yang menunjukkan beberapa penjaga Israel melempar tahanan, satu per satu ke lantai, bocor ke publik. []

Serangan Terbaru Yaman Sasar Situs Militer Strategis Saudi

Dalam konferensi pers terbarunya (28/6), Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree menyatakan bahwa Divisi Rudal dan Angkatan Udara negaranya telah sukses menggelar operasi militer bersama, berupa penyerangan sejumlah situs militer sensitif agresor Saudi di Najran, Abha, dan Khamis Mushit dengan meluncurkan lima rudal balistik dan lima pesawat tak berawak. Operasi kali ini, yang telah dilakukan selama 24 jam terakhir dan sengaja memilih kamp Garda Nasional di Najran, pos militer di Bandara Internasional Abha dan Pangkalan Udara Raja Khalid di Khamis Mushit sebagai target sasaran, sudah ditentukan untuk diserang dengan tingkat presisi tinggi. “Operasi ini adalah bagian dari hak sah kami untuk menanggapi kelanjutan agresi (Koalisi Agresor Saudi) dan blokadenya yang terus berlanjut atas Yaman,” tegas Yahya Saree. []

Hacker Malaysia DragonForce Retas Data Pribadi 280.000 Mahasiswa Israel

DragonForce Malaysia adalah sekelompok hacker pro-Palestina asal negeri jiran, yang baru-baru ini sukses membobol dan membocorkan data sekitar 280.000 mahasiswa Israel. Data yang dibocorkan oleh kelompok hacker itu termasuk nama, nomor telepon, alamat email, dan alamat rumah. Menurut pakar keamanan siber May Brooks-Kempler, pembobolan data tersebut menargetkan mereka yang terdaftar di AcadeMe—situs web Israel yang membantu mahasiswa dan para lulusan dalam mencari pekerjaan. DragonForce mengklaim serangan siber itu sebagai balas dendam atas eskalasi baru-baru ini di Gaza antara Hamas dan pasukan Israel yang menyebabkan jatuhnya korban tewas di antara warga Palestina di Jalur Gaza, Yerusalem, dan Tepi Barat mencapai 270 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Sedangkan di pihak Israel dikabarkan jumlah korban tewas ada 12 orang. Pertempuran yang berlangsung dua pekan itu pecah Mei lalu setelah bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel di Yerusalem Timur atas keputusan pengadilan I

Drone Militer Yaman Hantam Khamis Mushait dan Najran

Jubir koalisi agresor Saudi mengatakan, satu unit drone militer diterbangkan pasukan Yaman ke arah Najran yang terletak di selatan Saudi. Satu jam setelah Jubir tersebut mengeluarkan statemennya, satu unit drone Yaman yang lain diterbangkan ke Khamis Mushait. Minggu (27/6) pukul 3:40 dinihari waktu setempat, koalisi agresor Saudi mengabarkan penembakan rudal balistik oleh pasukan Yaman ke beberapa target di Najran dan Khamis Mushait berhasil dicegat. Namun klaim tersebut dibantah Sky News yang menyatakan bahwa sejumlah video menunjukkan ketidakmampuan dan kegagalan sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat rudal dan drone militer Yaman. []

Ansharullah Anggap Pujian Timothy Lenderking Bagian 'Standar Ganda Washington'

Utusan Khusus AS untuk Yaman, Timothy Lenderking pada Kamis (24/6) mengatakan bahwa Amerika Serikat mengakui Ansharullah sebagai kelompok yang sah, dan karenanya kelompok ini tidak mungkin dipisahkan dari perimbangan kekuatan yang ada di negara yang tengah dilanda agresi tersebut. Lalu bagaimana tanggapan pihak Yaman terkait pernyataan Lenderking? Alih-alih senang, Anggota Biro Politik Ansharullah Yaman, Ali al-Qahoum justru menegaskan bahwa rakyat Yaman tidak membutuhkan pengakuan dari Amerika Serikat. Bahkan menurutnya, pernyataan pejabat AS itu menunjukkan bahwa Washington terus menetapkan standar ganda untuk Yaman. Demikian lapor Al-Masirah pada Sabtu (26/6) kemarin. Ali al-Qahoum mengatakan,"Jika Amerika memang serius dalam kata-kata dan posisinya, mereka seharusnya sudah menghentikan serangan koalisi (Saudi) agresor ke Yaman.” Senada dengan pernyataan Ali al-Qahoum, Sekretaris Dewan Tinggi Politik Yaman, Yasser al-Houri menyebutkan Ansharullah sudah cukup memperoleh legitima

Hanya dalam 1 Jam, 8000 Lebih Unggas Mati di Peternakan Ramallah

Pembatasan pasokan listrik oleh rezim Zionis menyebabkan seorang peternak unggas di Ramallah kehilangan lebih dari 8 ribu unggas hanya dalam waktu satu jam. Kejadian nahas ini akibat kegagalan fungsi sistem operasi (pengatur suhu/pendingin), sehingga suhu peternakan naik hingga lebih dari empat puluh derajat. Seperti diketahui, langkah pembatasan pasokan listrik semacam ini kerap dilakukan pihak Israel untuk menekan kelompok Perlawanan. Demikian juga halnya dengan pasokan bahan bakar minyak yang juga seringkali dibatasi, sekadar untuk menunjukkan bahwa rezim penjajah ini mampu memberlakukan "sanksi".  Sejumlah organisasi kemanusiaan, baik di Israel maupun Palestina mengecam pemberlakukan "sanksi" semacam ini dan menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan hukuman kolektif bagi rakyat Palestina dan terang-terangan melanggar hukum internasional.  []

[VIDEO] - Pemukim Ilegal Israel Terus Jarah dan Bongkar Paksa Rumah Warga Silwan

Sekitar 1.500 warga Palestina di Silwan dipaksa untuk menghancurkan rumah mereka sendiri sehingga pemukim ilegal Israel dapat membangun taman di atas reruntuhan, atau jika tidak, Israel akan menghancurkan rumah dalam waktu kurang dari 24 jam, dan warga Palestina harus membayar biaya pembongkaran paksa tersebut. Berikut video kesaksian warga Silwan terkait aksi penjarahan dan pembongkaran paksa tersebut: Warga Silwan menyebut aksi brutal pemukim dan rezim Zionis sangat jelas bertujuan menghilangkan kenangan masa lalu, kedamaian masa kini, dan mimpi masa depan mereka, warga asli Palestina yang telah sejak lama hidup dan tinggal di wilayah tersebut secara turun temurun dari generasi ke generasi. []

Sisi Unik Generasi Baru Perlawanan Palestina

Dalam beberapa bulan terakhir, yang menarik perhatian di kota Beita adalah bahwa sebagian besar demonstran atau pengunjuk rasa menentang pos ilegal Israel adalah remaja yang lahir setelah tahun 2000-an.  Artinya, mereka tidak menyaksikan atau mengalami Intifadah kedua, namun memiliki spirit perlawanan yang tak kalah hebatnya. Selain itu, sepanjang perjuangan melawan permukiman ilegal yang sedang dibangun di tanah mereka, warga Palestina di kota Beita telah mengembangkan cara inovatif untuk melakukan perlawanan.  Mereka pun membentuk beberapa kelompok (sekitar 10 kelompok) dengan nama-nama unik seperti "Penjaga Gunung", "Barisan Obor", "Kelompok Ban", "Kelompok Molotov", dan lain-lain, dengan tugas spesifik masing-masing, sesuai penamaan khas tersebut.  Namun demikian, seluruh kelompok tersebut memiliki kesamaan tujuan, yakni mengusir pemukim ilegal Israel yang tak henti ingin menjarah tanah warga Palestina dengan dukungan penuh pasukan rezim Zion

Brigjen Yahya Saree: Operasi Militer Terbaru Yaman Telan Banyak Korban

Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree menyatakan pesawat tak berawak Angkatan Udara Yaman dalam operasi militer skala luas dan spesifik terbarunya telah menargetkan kamp pelatihan koalisi agresor Saudi-Amerika di daerah Al-Wadeah dengan sepuluh drone Qasef-2K menyasar pos komando, situs pelatihan, sektor mobilisasi dan situs lain di dalam kamp militer tersebut. Lebih lanjut disebutkan bahwa operasi militer kali ini telah menyebabkan banyak korban, melukai lebih dari 60 tentara bayaran di pihak agresor, termasuk para pemimpin mereka, di samping tewasnya sejumlah perwira Saudi. Menurut Yahya Saree, operasi yang dilakukan selama dua hari terakhir itu telah didokumentasikan dalam format audio dan video, yang versi lengkapnya akan disiarkan kemudian. []

Hamas Takkan Biarkan Israel Banyak Dalih Tunda Rekonstruksi Gaza

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menegaskan bahwa mereka tidak akan mengizinkan rezim pendudukan Israel untuk menunda rekonstruksi Jalur Gaza, Quds Press melaporkan. "Semua opsi terbuka untuk mendorong rezim pendudukan mengakhiri pengepungannya," tegas seorang anggota biro politik gerakan tersebut. Seperti diketahui, Israel memiliki kendali penuh atas semua barang, termasuk bahan bangunan, yang diizinkan masuk ke wilayah tersebut. Mohammad Nazzal menggunakan wawancaranya untuk menunjukkan bahwa Hamas sedang mempersiapkan "tahap terakhir" perjuangan melawan pendudukan Israel. "Setelah pertempuran Pedang Al-Quds, yang menghancurkan citra pendudukan, kami menerima gencatan senjata dengan syarat pendudukan menghentikan pelanggarannya di Yerusalem," jelasnya. Menghentikan pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsa dan keluarga Palestina di Sheikh Jarrah termasuk di antara syaratnya. "Kami siap untuk semua opsi karena kami menyadari pela

[VIDEO] - Pasukan Otoritas Palestina Hantam Massa Pemrotes Pembunuhan Nizar Banat

Pasukan keamanan Otoritas Palestina menyerang dan mengejar puluhan warga Palestina di Ramallah, di Tepi Barat. Massa yang marah itu tengah berdemonstrasi menentang dan mengutuk pembunuhan aktivis terkemuka Nizar Banat. Pasukan keamanan Otoritas Palestina tersebut menggunakan senjata mereka untuk menekan warga Palestina tak berdaya yang memprotes pembunuhan oleh pasukan Otoritas Palestina yang menyiksa Banat hingga tewas. []

Hamas dan Organisasi HAM Kutuk Otoritas Palestina atas Pembunuhan Nizar Banat

Pembunuhan aktivis Nizar Banat oleh pasukan Otoritas Palestina Kamis pagi (24/6), disambut kemarahan di jalan-jalan dan kecaman dari faksi-faksi Palestina dan organisasi hak asasi manusia. Dalam sebuah pernyataan, Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) meminta Otoritas Palestina bertanggung jawab atas kematian Banat. Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina mengatakan tidak dapat diterima bahwa Otoritas Palestina terus menangkap aktivis Palestina sementara pada saat yang sama "tidak berani menangkap pemukim Israel dan kekerasan serta serangan mereka terhadap warga Palestina". Seorang pejabat gerakan Inisiatif Nasional Palestina (PNI) di Jalur Gaza, Ayed Yaghi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa PNI mengutuk “penangkapan aktivis dan calon Dewan Legislatif, Nizar Banat, yang menyebabkan kematiannya”. Yaghi menyerukan pembentukan komite investigasi independen dari luar Otoritas Palestina, yang terdiri dari orang-orang yang dikenal karena independensi dan

Pembunuhan Aktivis Nizar Banat Picu Unjuk Rasa Ratusan Warga Palestina

Ratusan warga Palestina berunjuk rasa di beberapa kota di Palestina hari ini (24/6), memprotes pembunuhan aktivis Palestina Nizar Banat oleh pasukan keamanan Otoritas Palestina selama penangkapannya. Nizar, seorang kritikus vokal terhadap Otoritas Palestina yang berniat mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen sebelum dibatalkan awal tahun ini, meninggal dalam penangkapannya oleh pasukan Otoritas Palestina Kamis (24/6) pagi. Dalam sebuah pernyataan singkat, Gubernur Hebron mengatakan "kesehatan Nizar memburuk" ketika pasukan keamanan menangkapnya. Dikatakan, Nizar dibawa ke rumah sakit di mana dia kemudian diumumkan meninggal. Sebelumnya, sekitar 25 anggota pasukan keamanan Palestina menyerbu rumah Nizar, meledakkan pintu dan jendela, memukuli Nizar dengan batang besi dan menyemprotkan cairan merica ke matanya sebelum melucuti baju dan menyeretnya pergi. Sebagai tanggapan, warga Palestina berunjuk rasa ke jalan-jalan di Ramallah dan Hebron dan kota-kota Palestina l

Tim Darurat Medis Gaza Atasi Trauma dengan Yoga

Sebuah organisasi bernama Pusat Energi Positif mengadakan latihan Yoga bersama dalam upayanya untuk mendukung pekerja darurat medis yang membantu para korban tewas atau terluka selama aksi pengeboman Gaza oleh pasukan Israel dan, sebagai akibatnya, menyaksikan adegan kehilangan dan menyisakan rasa sakit atau trauma yang mengerikan. "Kami memanfaatkan laut, yang mengurangi energi negatif, dan memulai latihan Yoga untuk membantu menghilangkan trauma yang mereka bawa, meningkatkan suasana hati mereka dan memungkinkan mereka untuk melakukan pekerjaan mereka dengan lebih baik lagi di masa mendatang," jelas pimpinan Pusat Energi Positif, Tahrir Murtaji. Acara ini dilaksanakan dalam rangka Hari Yoga Internasional, yang diperingati setiap tanggal 21 Juni. Seperti diketahui, bulan lalu tercatat lebih dari 250 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, tewas selama aksi pengeboman terbaru Israel. Sedangkan puluhan ribu orang lainnya terlantar di jalanan setelah rumah mereka hancur

Delusi ‘Era Baru’ Rezim Zionis, Kapak Sama di Tangan Algojo Berbeda

Isu utama pekan ini masih terkait rezim Israel yang baru, yang dipilih dengan suara mayoritas tipis pada Minggu (13/6) malam.  Setelahnya, ada banyak delusi yang dijajakan tentang “era baru” dalam politik Israel. Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan dia berharap dapat “bekerja sama untuk mengamankan perdamaian di kawasan itu” dengan rezim Israel yang baru. Tidakkah ini cukup menggelikan? Belum lagi pernyataan “Si Pengantuk” Joe Biden yang mengatakan bahwa dia “berkomitmen penuh untuk bekerja dengan rezim Israel yang baru demi memajukan keamanan, stabilitas, dan perdamaian bagi orang Israel, Palestina, dan orang-orang di seluruh wilayah yang lebih luas”. Namun kenyataannya, seperti yang dikatakan Ali Abunimah kepada stasiun TV Turki TRT World, bagi orang Palestina, rezim Israel yang baru ini tak ubahnya “kapak yang sama, di tangan algojo yang berbeda”. Artinya, baik Benyamin Netanyahu maupun Naftali Bennet, sudah pasti akan berperilaku sama-sama kejamnya. Leb

Betapa Mencengangkan Kemunafikan Barat dalam Isu Palestina

Palestina punya hak untuk membela diri. Itu jelas. Lalu, mengapa begitu banyak orang di Barat menganggap perlawanan bersenjata Palestina sebagai hal yang tidak sah? Kalau dipikir-pikir, kemunafikan atas isu Palestina di Barat ini memang cukup mencengangkan! Warga Palestina difitnah sebagai “teroris” karena menggunakan hak mereka yang diakui secara internasional untuk membela diri menggunakan kekuatan bersenjata. Tetapi selain itu, metode apa pun yang digunakan orang Palestina untuk melawan juga diserang dan didelegitimasi. BDS dan bentuk-bentuk perjuangan tanpa kekerasan lainnya difitnah sebagai “anti-Semit”, misalnya. Di dalam “Israel” dan di wilayah Palestina yang diduduki lainnya, bendera Palestina dianggap sebagai bahaya eksistensial bagi keberadaan Yahudi. Coba tonton salah satu dari banyak video Palestina terkait aksi demonstrasi di Yerusalem Timur untuk melihat fakta sebenarnya. Preman tentara Israel memiliki kebiasaan merampas bendera Palestina dengan kekerasan, seolah-ol

Setelah Klub dan Pesepakbola Dunia, Giliran Fans Everton Ikut Dukung Palestina

Dukungan mengalir dari dunia sepakbola untuk Palestina, yang hingga saat ini masih dicengkeram penjajahan Israel. Pemain, klub, dan suporter dari berbagai belahan dunia, menunjukkan solidaritasnya. Palestina mendapat banyak dukungan dari masyarakat sipil. Tak terkecuali dari dalam lapangan hijau alias dunia sepakbola. Beberapa pemain dan suporter klub sudah menyatakan mendukung Kemerdekaan Palestina. Dari Paul Pogba, Mohamed Salah, hingga para pendukung klub seperti Celtic FC. Fans Celtic, Green Brigade, mengisi bangku-bangku kosong di tribun Stadion Celtic Park. Puluhan bendera Palestina terpasang di bangku-bangku kosong tersebut. Kini, giliran Fans Everton yang turut bersimpati pada perjuangan rakyat Palestina. Mereka menuntut pengusiran entitas Zionis dari Asosiasi Sepak Bola Internasional FIFA dan Asosiasi Sepak Bola Eropa UEFA sebagai tanggapan atas kejahatan rezim penjajah tersebut terhadap Palestina. []

[FOTO] - Aksi Solidaritas Warga Irlandia untuk Palestina

Aksi solidaritas untuk Palestina, kembali diselenggarakan oleh kelompok yang menamakan dirinya "Kampanye Solidaritas Palestina" Irlandia di Belfast. Pada kesempatan yang sama, mereka juga memulai kembali kampanye boikot terhadap Anyvision, sebuah perusahaan Israel yang terlibat dalam pengembangan teknologi pengenalan wajah dan dikutuk oleh kelompok hak asasi manusia. []

[VIDEO] - Israel Marah ke Pihak Berwenang Inggris Gara-gara Kasus Paspor

Pihak berwenang Inggris telah membuat marah Israel setelah mengubah tempat lahir di paspor Inggris orang yang lahir di Yerusalem menjadi “Daerah Pendudukan Palestina”. Selengkapnya, simak videonya berikut ini: