Langsung ke konten utama

50 Persen Fasilitas Kesehatan Yaman Lumpuh





Juru bicara Kementerian Kesehatan Yaman Najeeb Alqubati mengatakan agresi 6 tahun koalisi militer Arab Saudi di Yaman telah merusak 527 fasilitas kesehatan. Menurut Najeeb, seperti dikutip Almasirah.net, 14 Juni, separuhnya tak dapat lagi berfungsi. 

Blokade Koalisi atas Yaman semakin membuat negera miskin di Semenanjung Arab ini menderita. Najeeb mengatakan, setiap lima menit seorang anak di Yaman meninggal dunia, lebih dari delapan ribu wanita meninggal dunia setiap tahun dan lebih dari 2,6 juta anak-anak menderita malnutrisi. 

Menurut Kemenkes, 1,5 juta jiwa menyandang penyakit kronis. Sebanyak 32 ribu di antaranya membutuhkan perawatan di luar negari lantaran fasilitas kesehatan domistik tak memadai.

Ia mencotohkan lima ribu pasien mengalami gagal ginjal dan membutuhkan transplansi ginjal. Tapi penutupan bandar udara Sana'a telah mengancam hidup mereka.  

Di samping itu, tiga ribu anak mengidap penyakit jantung bawaan (CHD), 500 kasus gagal hati (liver failure), dan dua ribu kasus yang membutuhkan transplansi kornea mata. Semuanya membutuhkan pengobatan di luar negeri dan telah didaftarkan ke medical air bridge - jalur evakuasi ke luar negeri.   

Pada kasus kanker, jumlah pasien bertambah signifikan. Lebih dari 72 ribu pasien terdaftar di Pusat Kanker Nasional tapi fasilitas medis modern lembaga ini sangat terbatas. 

Juru bicara mengatakan, blokade menyebabkan 120 jenis obat yang dibutuhkan pengidap penyakit kronis tak tersedia di Yaman. Walhasil, kata dia, blokade berujung pada tercegahnya obat-obatan masuk ke Yaman, rusaknya kebanyakan obat-obatan yang tertahan dan melonjaknya harga obatan-obatan lantaran hambatan yang dibuat-buat. 

Invasi militer Saudi telah menyeret negara berpenduduk 29 juta ini jatuh ke dalam krisis kemanusiaan terparah abad ini. Lembaga kemanusiaan Humanity Eye Center for Rights and Development melaporkan, korban jiwa akibat agresi enam tahun mencapai 43.593 ribu jiwa seperti dilansir Yemen Press Agency, 23 Maret 2021.

Infrastruktur publik pun ikut hancur: 15 bandar udara; 16 pelabuhan; 1.102 sekolah dan instansi pendidikan; 390 rumah sakit dan fasilitas kesehatan; dan lain sebagainya. []


Foto: Seorang perawat memegang anak perempuan Yaman penderita malnutrisi di Rumah Sakit Sabeen, Sanaa [Khaled Abdullah/Reuters]