Langsung ke konten utama

Atraksi Unik Nick Georges, 'Menantang Maut' Demi Dukung Palestina

Viral di media sosial atraksi unik yang ditunjukkan oleh seorang aktivis berusia 69 tahun asal Inggris bernama Nick Georges. Dia diketahui telah memanjat dan menghabiskan malam di atas derek setinggi 200 meter di dekat Kedubes Amerika Serikat di London, dalam rangka menunjukkan aksi solidaritasnya terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Nick yang merupakan seorang kakek, mulai memanjat derek pada Selasa pukul 04.00 pagi waktu setempat. Saat sampai puncak, ia segera mengibarkan bendera Palestina. Dalam unggahan video di akun Twitter Quds News Network, dia mengatakan aksi ini untuk memberi tahu dunia tentang Palestina.

“Selama tiga bulan, saya dikirim ke Palestina sebagai saksi kemanusiaan. Saya menyaksikan kekejaman dan kengerian pendudukan ilegal Israel di Palestina,” kata Nick.

Nick mengaku melihat rumah yang terdiri dari empat anggota keluarga dibakar hidup-hidup oleh pemukim Yahudi. Selain warga Palestina, perkebunan zaitun juga dibakar.

“Warga Palestina tidak punya hak. Bahkan listrik dan air mereka diambil. Sebagai seorang Kristen yang peduli, saya tidak bisa hanya berdiam diri dan membiarkan ini terus berlanjut. Kita semua harus berbuat lebih banyak untuk mempromosikan perdamaian dan kebebasan bagi Palestina,” ujar dia.

Polisi Metropolitan London tiba di tempat kejadian beberapa jam setelah pendakian Nick. Mereka mencoba untuk melakukan kontak dengan aktivis. Polisi mengatakan petugas mengawasi Nick dan tetap berada di tempat kejadian. Brigade Pemadam Kebakaran London dan Layanan Ambulans London telah diberi tahu tentang insiden yang sedang berlangsung.

“Prioritas kami adalah keselamatan pria itu dan petugas berusaha untuk berbicara dengannya,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Dilansir MEE, pendukung Nick yang menunggu di bawah derek mengatakan kepada media lokal bahwa Nick memanjat struktur tanpa alat pelindung diri. 

“Dia telah melakukan sesuatu yang sangat menantang maut, saya pikir karena bagi warga Palestina kehidupan sehari-hari di bawah apartheid Israel adalah tantangan maut,” kata Aktivis Sarah Wilkinson.

Dia mengatakan Nick memiliki sedikit makanan dan minuman. “Dia benar-benar menarik banyak perhatian, itulah intinya. Kami telah melakukan banyak percakapan dengan orang-orang yang tidak tahu banyak tentang Palestina, jadi ini bagus untuk kesadaran publik,” tambah dia.

Sementara pada awal pekan ini, anggota parlemen Inggris memperdebatkan sanksi ekonomi terhadap Israel dan pengakuan negara Palestina. Sesi diadakan setelah petisi tentang masalah ini mencapai lebih dari 100 ribu tanda tangan yang memicu debat seru parlementer. []