Langsung ke konten utama

Pejuang Yaman dan Irak Deklarasi Bela Al Quds


Pejuang Ansharullah Yaman, Abdul Wahab al-Mahbashi mendeklarasikan bahwa kelompoknya merupakan bagian tak terpisahkan dari kekuatan pembelaan terhadap Al-Quds.

Penegasan ini disampaikan al-Mahbashi kepada Al-Mayadeen, senada statemen yang belum lama ini disampaikan Pemimpin Ansharullah, Abdulmalik Houthi bahwa Yaman adalah bagian integral dari perimbangan kekuatan yang digulirkan Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayyid Hasan Nasrallah terkait tanggung jawab pembelaan bersama atas Al-Quds dari agresi Israel.

Seperti diketahui, Sekjen Hizbullah dalam salah satu bagian pidatonya menyatakan, ancaman terhadap Palestina, khususnya Al-Quds, akan memicu perang regional dalam bingkai sebuah pembelaan sakral oleh seluruh kelompok Poros Perlawanan di Kawasan.

Terbukti, tak lama usai deklarasi perimbangan baru pembelaan terhadap Al-Quds sebagaimana disampaikan Sekjen Hizbullah, faksi-faksi Poros Perlawanan seperti Jihad Islami dan Kataib Hizbullah Irak pun mengumumkan komitmen mereka terhadap perimbangan kekuatan melawan kejahatan rezim penjajah Israel ini.

”Kekejian Zionis tidak terbatas kepada warga tak berdosa Palestina saja, tapi juga merambat ke kawasan lain, termasuk teror yang dilakukan Israel terhadap para pemimpin dan pejuang yang memerangi ISIS. Hal ini yang membuat warga merdeka Irak memilih untuk membela rakyat Palestina dan hal-hal sakral mereka, terutama Masjid Aqsa yang merupakan kiblat pertama, tempat suci ketiga, dan tempat mi’raj Rasul Terakhir,” tegas Pemimpin Kataib Hizbullah Irak.

“Kehancuran rezim ini adalah awal tahapan baru demi menyebarkan Islam sejati dan kedamaian di seluruh Kawasan.”

“Kami berkomitmen melindungi hal-hal sakral dan pantang mundur dalam jalan pembelaan ini, dan secara terbuka mengumumkan keterlibatan kami dalam perimbangan preventif yang dideklarasikan Sayyid Hasan Nasrallah bahwa ‘bahaya apa pun yang mengancam Quds sama saja dengan perang regional’.” []