Langsung ke konten utama

PM Baru Israel Naftali Bennett, Siapa Dia?

Pemungutan suara akhir di Parlemen Israel, Knesset memutuskan skor 60-59 kemenangan tipis Naftali Bennett atas rivalnya Benyamin Netanyahu, membuat PM lama Israel berjuluk "Bibi" yang telah menjabat 12 tahun itu lengser dengan selisih 1 suara. Artinya, setelah kebuntuan politik yang berlangsung cukup lama, rezim Zionis Israel kini sudah memiliki Perdana Menteri baru, Naftali Bennett.

Pertanyaannya, siapa dia? Akankah Israel berubah haluan di bawah tangan kuasanya? Lalu akan seperti apa nasib Palestina selanjutnya?

Untuk mengetahui sekilas watak asli dari sosok PM baru Israel ini, mungkin ada baiknya kita kilas balik sejenak ke masa 8 tahun silam.

Juli 2013, ketika pembicaraan damai Timur Tengah akan dilanjutkan setelah pembekuan lima tahun, Majalah 972 melaporkan seorang anggota kabinet Israel telah menyatakan dukungannya "untuk hanya membunuh tahanan Palestina, daripada membawa mereka ke pengadilan".

Saat itu, Israel mengumumkan akan membebaskan 104 tahanan Palestina, sebagai syarat utama dalam rencana yang ditengahi John Kerry untuk memperbarui pembicaraan damai.

Namun menurut laporan 972, Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Perburuhan Israel dan pemimpin Partai Rumah Yahudi, Naftali Bennett sangat tidak setuju, mengusulkan selama rapat kabinet kala itu, "cara yang lebih cepat, tetapi ilegal untuk menangani tahanan".

“Jika Anda menangkap teroris, Anda harus membunuh mereka,” kata Bennett, menurut sebuah laporan dalam edisi cetak bahasa Ibrani Yedioth Ahronoth.

Penasihat Keamanan Nasional Israel, Ya'akov Amidror diduga menanggapi dengan mengatakan bahwa praktik semacam itu ilegal. Namun Bennett kemudian dilaporkan bersikeras menyatakan, “Saya telah membunuh banyak orang Arab dalam hidup saya –dan tidak ada masalah dengan itu."

Bennett yang adalah mantan perwira IDF berhaluan politik sayap kanan secara singkat bergabung dengan pengunjuk rasa menentang keputusan untuk membebaskan tahanan sebelum menghadiri rapat kabinet hari Minggu. Menurut The Jewish Press, sebelum pemungutan suara hari Minggu, lagi-lagi Bennett berkata, “Teroris harus dibunuh, bukan dibebaskan.”

*

Itulah sekilas fakta tentang PM baru rezim Zionis yang baru saja terpilih. 

Tak heran bila Juru bicara Jihad Islam Tariq Salmi, saat merespons terpilihnya Naftali Bennett, dengan tegas menyatakan, "Tidak ada taruhan atau jaminan terkait perubahan apa pun pada partai-partai dalam rezim Israel, karena kami berurusan dengan mereka semua sebagai penjajah, dan rezim ini diatur oleh sistem keamanan dan militer yang tidak berhenti mempraktikkan terorisme dan agresi terhadap rakyat kami, dan kami harus selalu bersiap untuk membela rakyat kami dan tanah kami dan menghadapi entitas teroris ini." []