Langsung ke konten utama

[VIDEO] - Trauma Suzi Eshkuntana

Suzi Eshkuntana, gadis Palestina berusia 6 tahun yang dipaksa menghabiskan waktu 11 jam seorang diri di bawah reruntuhan rumahnya akibat serangan Israel belum lama ini di Gaza, harus menerima fakta bahwa dirinya telah kehilangan ibunya dan semua saudara kandungnya untuk selamanya.

Dalam video tersebut, tampak seorang wartawan berusaha menghiburnya, membawakannya aneka mainan dan berusaha bercanda dengannya. Namun sepertinya, tidak ada yang mampu mengalihkan ingatannya dari trauma..

Dapatkah kita bayangkan deritanya, saat dia terbangun sendirian di rumah sakit terbesar di Gaza?

Suzi mendapatkan perawatan rumah sakit setelah terjebak di antara puing-puing rumahnya yang dihancurkan Israel. Sementara Suzi dan ayahnya selamat, ibu dan keempat saudara kandungnya tewas dalam insiden tersebut.

Riyad Eshkuntana, ayah Suzi, terpisah dengan putrinya saat kejadian dan baru dipertemukan kembali di rumah sakit setelah sekian lama.

Rumah keluarga Riyad di Kota Gaza terkena serangan udara Israel, dalam gelombang serangan yang menewaskan 42 orang. Tenaga kesehatan Gaza menyebut bahwa jumlah itu termasuk sepuluh anak-anak, sehingga korban tewas dalam satu minggu pemboman mencapai jumlah 192 orang.

Serangan yang mengenai rumah Suzi berada di area yang sama dengan serangan Israel terhadap sistem terowongan di Gaza.

Saat peristiwa tragis itu menimpa, para orang tua segera berlari untuk memeriksa anak-anak ketika ledakan kedua melanda, meruntuhkan langit-langit rumah mereka. Begitu pula halnya dengan ayah Suzi.

"Saya mendengar anak saya, Zain, memanggil: 'Ayah, ayah..', Suaranya baik-baik saja, tetapi saya tidak bisa menoleh untuk melihatnya karena saya terjebak," tutur Riyad.

Sebelum putrinya ditemukan dan ditempatkan di sampingnya di rumah sakit Gaza, Riyad, yang mengalami cedera di kepala dan akhirnya sadar telah kehilangan semua oang yang dicintainya, berkata bahwa dia ingin mati saja.

“Saya dipenuhi dengan semua kemarahan alam semesta. Namun ketika saya mendengar bahwa salah satu putri saya, Suzi masih hidup, saya bersyukur kepada Tuhan yang Mahakuasa," pungkasnya. []