Langsung ke konten utama

Aktivis Pro-Palestina Ajak Boikot Miss Universe ke-70 jika Digelar di Kota Pendudukan Israel

Pendukung gerakan pro-Palestina di banyak negara telah menyerukan kampanye untuk memboikot ajang kompetisi Miss Universe ke-70 yang rencananya akan diadakan pada Desember mendatang di Eilat, sebuah kota Palestina yang diduduki Israel, seperti yang diumumkan Organisasi Miss Universe pada Selasa kemarin.

Sekadar informasi, Eilat dibangun pada tahun 1952 di kota paling selatan Palestina, Umm al-Rashrash. Pada bulan Maret 1949, Perdana Menteri Israel pada saat itu, Ben Gurion, menginstruksikan pasukan pendudukan Israel (IOF) untuk menggencarkan propaganda “Fakta” bahwa Israel adalah pemilik sah Negev (dan tentu saja, Umm Rash-Rash, yang terletak di tempat paling utara Negev).

IOF memulai "Operasi Uvda" (dalam bahasa Ibrani, "Uvda" berarti ‘Fakta’), dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Israel saat itu, Yitzhak Rabin, mulai turun untuk menaklukkan Umm Rash-Rash, menghancurkan rumah-rumah warga asli Palestina dan mengangkat Bendera Israel di depan kantor polisi kota.

Kembali ke ajang kompetisi Miss Universe, para advokat pro-Palestina telah mengecam Organisasi Miss Universe atas pengumuman tersebut, dengan mengatakan acara semacam itu bakal berpotensi digunakan rezim Zionis untuk mengalihkan perhatian dari banyak pelanggaran HAM Israel terhadap warga Palestina.

Rezim pendudukan militer Israel yang telah berusia puluhan tahun, kolonialisme para pemukim ilegal, dan apartheid sangat membutuhkan festival dan acara propaganda semacam itu untuk membersihkan beragam tindakan keji dan aksi kejahatannya yang mengerikan terhadap rakyat Palestina. 

Para aktivis pendukung Palestina mengatakan bahwa Israel sengaja mengeksploitasi festival semacam itu untuk memproyeksikan dirinya sebagai wadah perpaduan budaya, agama, dan latar belakang sosial, daripada sebagai rezim apartheid dan kolonial yang memiliki lebih dari 65 undang-undang rasis yang mendiskriminasi warga asli Palestina.

“#BoikotMissUniverse! (Apakah) Kalian benar-benar (akan) mengirim wanita-wanita ini ke negara yang terus menindas dan melakukan pembunuhan serta genosida atas bangsa lain?! (Jika benar demikian) Jangan lagi berani bicara tentang perdamaian dunia dan omong kosong!” tulis seorang netizen sambil mengutip pengumuman organisasi tersebut di Twitter.

Pengguna Twitter lain menulis, “Apa-apaan ini!??! Memalukan untuk sebuah organisasi yang mengadvokasi hak asasi manusia dan kesetaraan. #BoikotMissUniverse”

“Sangat tidak sopan bagi begitu banyak kontestan Miss Universe apabila @MissUniverse menjadi tuan rumah kontes di Israel! Apakah mereka tidak berpikir banyak negara akan menarik diri karena ini? #boycottmissuniverse,” tulis pengguna Twitter lainnya.

“@Official_MissSA Saya harap Anda tidak akan mengirim Ratu kami, Miss Afrika Selatan untuk berkompetisi di negara apartheid mengingat sejarah negara ini. Kami mendukung Palestina," cuit pengguna lain. []