Langsung ke konten utama

Israel Gilas Rata Desa Palestina untuk ke-190 Kalinya Hari ini

Otoritas Israel hari ini (8/7) menghancurkan untuk ke-190 kalinya desa Arab Badui Al-Araqeeb di wilayah selatan Negev.

“Pihak berwenang Israel menghancurkan desa Al-Araqeeb untuk yang ke-190 kalinya,” kata Anggota Komite Pertahanan Al-Araqeeb, Aziz Al-Touri kepada Anadolu Agency. Ini merupakan kali kedelapan desa tersebut diratakan tahun ini.

Rumah di Al-Araqeeb, yang dihuni oleh 22 keluarga Palestina, dibangun dari kayu, plastik, dan besi bergelombang.

Al-Touri menegaskan bahwa penduduk desa berniat untuk membangun kembali tempat tinggal dan bangunan mereka yang hancur.

Zochrot, sebuah LSM yang berbasis di Tel Aviv, mengatakan dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa desa Al-Araqeeb pertama kali dibangun selama periode Ottoman dan tanahnya dibeli oleh penduduk.

Desa itu pertama kali diratakan pada Juli 2010, dan setiap kali penduduk Al-Araqeeb membangun kembali tenda dan rumah kecil mereka, pasukan pendudukan kembali meruntuhkannya, kadang beberapa kali dalam sebulan.

Terletak di gurun Negev (Naqab), desa tersebut adalah salah satu dari 51 desa Arab yang "tidak dikenal" di daerah tersebut dan terus-menerus menjadi target pembongkaran sebelum rencana Yudaisasi Negev dengan membangun rumah bagi komunitas Yahudi baru. Buldoser Israel –yang dibebankan kepada orang Badui– telah menghancurkan segalanya, dari pohon hingga tangki air, tetapi penduduk Badui telah mencoba untuk membangunnya kembali setiap saat.

Orang Badui di Negev harus mematuhi hukum yang sama seperti warga negara Israel Yahudi. Mereka membayar pajak tetapi tidak menikmati hak dan layanan yang sama seperti orang Yahudi di Israel dan rezim itu telah berulang kali menolak untuk menghubungkan kota-kota ke jaringan nasional, pasokan air, dan fasilitas vital lainnya.

Pihak Israel berusaha untuk menguasai tanah dan mengusir penduduknya, dengan puluhan desa dan komunitas Badui menghadapi ancaman yang sama di daerah Negev. []