Langsung ke konten utama

Menimbang Dampak Corona di Spanyol vs Virus Israel di Palestina


Di Spanyol, virus Corona membunuh 1.500 orang dalam waktu seminggu. Sedangkan di desa Al-Dawayima pada tahun 1948, rezim pendudukan/penjajah Israel menewaskan hampir 500 warga Palestina dalam satu hari, yang artinya sama dengan 3.000 lebih nyawa hanya dalam waktu sepekan! 

Begitulah, ekstremisme, barbarisme keji yang dipamerkan oleh rezim penjajah Zionis, mungkin secara akurat dapat disamakan dengan rezim Nazi pada Perang Dunia II. Seberapa cepat sejarah dilupakan, maka secepat itu pula sejarah berulang dengan sendirinya. Secepat kebencian dari mereka yang tertindas, menjadi sebuah kebencian, tidak ada perbedaan antara penguasa Zionis selama hampir 70 tahun terakhir dengan Hitler sendiri.

Bayangkan jika setiap hari Anda dipaksa untuk melihat dinding abu-abu yang mengancam. Dinding pendudukan rezim apartheid Israel, adalah sebuah pengingat dari kebebasan Palestina yang dicuri, hak yang dicuri, tanah yang dicuri, anggota keluarga yang dicuri dan masa depan yang dicuri. Ini adalah dinding kebencian Israel, ketakutan dan penindasan! Palestina tidak layak untuk hidup di dalam kandang di tanah mereka sendiri. Palestina berada di sini, di atas tanah nereka, seharusnya bebas dan merdeka. Sampai kapan pun, Palestina memiliki hak untuk membela Tanah Air mereka dan kehidupan mereka.

Dinding pendudukan apartheid Israel telah mengubah Tepi Barat dan Gaza menjadi sama dengan kamp konsentrasi Israel. Tembok ini berdiri di tanah Palestina yang dicuri. Dinding ini memiliki pintu, tetapi warga Palestina tidak “bebas” melalui dinding itu untuk keluar atau masuk. Mereka adalah tahanan yang ditahan di luar keinginan mereka.

Sebaliknya, pasukan pendudukan Israel menggunakan pintu-pintu ini sebagai titik akses, masuknya rentetan kendaraan lapis baja dan tentara militer secara ilegal, melakukan penculikan, penangkapan, teror, penyerangan dan menyerang desa-desa Palestina pada siang dan malam, bahkan mereka menyerang pada suatu malam yang damai sebelum diketahui, seperti di Bil’in (sebuah desa di Ramallah). IOF (Israel Occupation Force) atau tentara pendudukan Israel, selalu memakai pakaian perang, bertujuan untuk membunuh. Ini adalah realitas kehidupan penuh rasa putus asa di bawah pendudukan, ini bukan sebuah film, ini adalah kehidupan sehari-hari yang menyedihkan di Palestina.

Namun Bil’in dan desa-desa seperti itu tidak akan mengalami kejatuhan spirit dan mental perlawanan. Palestina berdiri bersatu untuk hak asasi manusia dan perdamaian, untuk mengakhiri pendudukan ilegal ini. Pertanyaannya, apakah kita akan berdiri di sisi Palestina? Tidakkah aksi diam kita dapat dianggap membenarkan kekerasan yang dilakukan terhadap warga Palestina setiap hari?

Laki-laki Palestina, wanita dan anak-anak, dilecehkan setiap hari oleh IOF dan pemukim ilegal. Ini adalah cara Zionis dan IOF memperlakukan Palestina. Melecehkan, menghina, mengejek, secara fisik mengancam, dengan tindakan keji tidak manusiawi dan rasis mereka. Pria Zionis, wanita dan anak-anak turut berpartisipasi, penuh dengan kebencian, menyerang para wanita Palestina yang tidak bersalah, dan ini terjadi berulang kali. Ini adalah kehidupan di bawah pendudukan untuk setiap pria Palestina, wanita dan anak, sehari-hari.

Warga Palestina dikendalikan dan diteror setiap hari. Ini adalah cara Zionis mengontrol Palestina. Memaksa mereka untuk menyerah dan putus asa atas tindakan tidak manusiawi melalui pos pemeriksaan bersenjata berat yang dijaga ketat jika akan melalui setiap wilayah Palestina. Tidak pernah ada kebebasan bagi warga Palestina untuk datang dan pergi, bahkan di dalam desa dan wilayah mereka sendiri. Namun dunia menutup mata untuk itu semua dalam waktu hampir 70 tahun lamanya. Terhitung hanya sedikit, yang mulai sadar, hingga saat ini.

Berapa lama lagi hal ini akan berlangsung? Berapa lama lagi dunia akan membiarkan rezim Zionis terus melanggar hukum internasional dan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan? Faktanya, pendudukan telah melanggar Hukum Internasional, namun ternyata tidak ada yang mencegah pendudukan itu terjadi. []