Langsung ke konten utama

Perusahaan Israel Jual Spyware Penguntit Aktivis Pro-Palestina dan ‘Pembangkang’ Rezim Otoriter

Sebuah perusahaan Israel yang menjual spyware kepada sejumlah pemerintah represif dan otoriter, diketahui telah menargetkan situs Black Lives Matter dan Amnesty International serta aktivis Palestina, menurut laporan baru Citizen Lab.

Setidaknya 100 aktivis, jurnalis, dan “pembangkang pemerintah” di 10 negara menjadi sasaran spyware yang diproduksi oleh perusahaan Israel bernama Candiru, menurut peneliti keamanan siber di Citizen Lab Universitas Toronto, yang melacak peretasan dan pengawasan ilegal.

Peneliti Citizen Lab mengeluarkan laporan pada Kamis (15/7) tentang perusahaan yang berbasis di Tel Aviv yang memasarkan spyware "tak dapat dilacak" yang dapat menginfeksi dan memantau komputer dan telepon.

Memanfaatkan sepasang kerentanan di Windows Microsoft Corp., operasi siber yang beroperasi di Arab Saudi, Israel, Hungaria, Indonesia, dan di tempat lain membeli dan menginstal perangkat lunak mata-mata jarak jauh yang dibuat oleh Candiru, menurut para peneliti.

Candiru menginfeksi target melalui domain web. Itu terkait dengan URL yang menyamar sebagai LSM, pembela hak-hak perempuan, kelompok aktivis, organisasi kesehatan, dan media berita. 

Penelitian Citizen Lab menemukan situs web yang terkait dengan Candiru dengan nama domain seperti "Amnesty Reports", "Refugee International", "Woman Studies", "Euro News" dan "CNN 24-7".

Peneliti Citizen Lab mengatakan spyware Candiru adalah bagian dari industri swasta yang berkembang pesat yang menjual teknologi kepada pemerintah dan pemimpin otoriter sehingga mereka dapat memperoleh akses ke komunikasi warga negara dan oposisi politik yang menentang mereka.

Sementara perusahaan Israel lainnya, NSO Group Ltd., juga disinyalir menyediakan spyware kepada rezim otoriter yang telah menggunakannya untuk mengintai para jurnalis dan aktivis yang bersuara kritis. []