Langsung ke konten utama

Protes Pemukiman Ilegal, Remaja Palestina Ditembak Mati IDF




Tentara Israel IDF menembak mati remaja Palestina, Mohammed Munir al Tamimi, dalam aksi protes terhadap pemukiman Yahudi ilegal di Nabi Saleh, Tepi Barat, Jumat sore, 23 Juli 2021. IDF juga melukai 320 warga Palestina yang berunjuk rasa di Beita.

Peluru sungguhan mengoyak perut Munir ketika remaja 17 tahun ini memprotes pembangunan permukiman liar di dekat desanya, Nabi Saleh, utara Ramallah. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Salfit namun nyawanya tak tertolong, kata Kementerian Kesehatan Palestina. 

Kementerian Pertahanan Israel berdalih pihaknya merespons dengan cara "membubarkan massa kerusuhan" setelah peserta unjuk rasa melempari tentaranya dengan batu. Tel Aviv mengklaim dua tentaranya menjadi korban "luka ringan"

Sementara di Beita, Lembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah menyebut, dari 320 korban luka, 21 orang dibedil dengan peluru sungguhan, 68 dengan peluru karet dan kebanyakan lainnya terluka lantaran gas air mata.

Pemukiman Taksah

Tragedi Jumat sore itu merupakan salah satu ketegangan dan eskalasi yang telah kerap terjadi di berbagai titik di Tepi Barat. Sejak Mei silam, contohnya, desa di selatan Kota Nablus, Beita, kerap bergejolak. Sejak bulan itu, banyaknya keluarga orang Israel datang ke sana dan membangun permukiman di atas sebuah bukit dekat Nablus.

Pembangunan yang melanggar hukum internasional dan hukum Israel itu sendiri kemudian menuai protes warga Palestina. Setelah ketegangan dan eskalasi kekerasan mewarnai Beita pekan demi pekan, PM Israel Naftali Bennett membuat kesepakatan dengan pemukim Yahudi yang membuat mereka meninggalkan area pemukiman, Eviatar. 

Mereka pun angkat kaki dari permukiman sampai Kementerian Pertahanan Israel menentukan apakah lahan itu dianggap wilayah Israel atau bukan. 

Sementara serdadu Israel berjaga-jaga di lahan tersebut sampai putusan putusan dibuat. Langkah Kemenhan itu ditentang oleh penduduk Beita. "Protes tetap berlanjut" selama orang Israel "berada di atas tanah kami," kata mereka. 

Seluruh permukiman Yahudi di Tepi Barat dinilai ilegal oleh hampir seluruh komunitas internasional. Namun sejak Israel menduduki Tepi Barat pada 1967, sekitar 475 ribu pemukim Yahudi kini berdiam di sana.[] 


Sumber: TRT World, The Times of Israel dan Qudsnen