Langsung ke konten utama

80 Persen Warga Gaza Menderita Akibat Krisis Listrik



Delapan puluh persen dari populasi Jalur Gaza, Palestina, menderita akibat krisis suplai listrik. Nestapa wilayah berpenduduk dua juta jiwa ini kian parah setiap puncak musim panas tiba.

Palang Merah Internasional melaporkan, mayoritas masyarakat Gaza hidup tanpa penerang. Bagi warga yang beruntung menerima arus listrik, mereka dapat menikmati hanya sebatas 10 sampai 12 jam per hari. 

Menurut PMI, krisis listrik menambah keprihatinan rakyat Gaza yang diblokade Israel. Krisis berdampak buruk pada kehidupan sehari-hari, khususnya kesehatan mereka. Kebanyakan orang tidak dapat menyimpan makanan di lemari es dan mengoprasikan instalasi pembuangan air limbah. 

Sejak 14 tahun silam, Israel menutup semua akses keluar masuk Gaza. Blokade inilah yang membuat Gaza kekurangan persediaan energi termasuk bahan bakar yang dibutuhkan pembangkit tenaga listrik. Walhasil, pembangkit hanya dapat memproduksi 50 persen dari kebutuhan masyarakat Gaza. 


Sumber: MEMO