Langsung ke konten utama

Tahanan Palestina Ungkap Perasaannya Usai Kabur dari Sel Gilboa

 Tahanan Palestina disiksa otoritas Israel usai tertangkap kembali

 

Israel menangkap empat dari enam tahanan Palestina yang melarikan diri dari sel Gilboa. Kuasa hukum tahanan melaporkan, tentara Israel menyiksa kliennya usai penangkapan.

Pengacara Khaled Mahajna mengatakan, seperti dilansir Anadolu 15 September 2021, sekujur tubuh kliennya, Mohammed al-Arida mengalami luka bekas pukulan dan bentuk siksaan lainnya. Parahnya lagi, kliennya tak mendapatkan perawatan usai dihajar di ruang interogasi.

Meski demikian, tahanan tidak menyesali perbuatannya. Yacoub Qadri, misalnya, merasa lima hari dalam pelarian merupakan momen terindah dalam hidupnya. 

"Saya melihat anak-anak di jalan dan saya mencium mereka. Itu suasana terbaik bagi saya," katanya. "Selama saya hidup, saya akan berupaya mencari kebebasan lagi dan lagi."   

Sebelumnya, enam tahanan politik Palestina berhasil melarikan diri dari penjara Israel Gilboa, dekat Nazareth, 6 September 2021. Mereka kabur melalui terowongan rahasia yang dilaporkan telah mereka gali di bawah penjara, kata polisi Israel. 

Poros perlawanan di Palestina angkat topi kepada 6 tahanan yang berhasil membobol penjara Gilbao. Aksi 6 orang Palestina itu, kata Hamas dan Jihad Islam, menggoyahkan sistem keamanan Tel Aviv.

"Peristiwa itu menunjukkan keberanian tahanan yang berhasil lolos dari penjara yang keamanannya sangat ketat," kata juru bicara Hamas, Fawzi Barhoun. "Ini heroik dan mengesankan." 

Hingga kini, sekitar 4.850 orang Palestina meringkuk dalam penjara-penjara Israel. Di antaranya 41 wanita, 225 anak dan 540 "tahanan administratif"[]