Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Ogah Jadi Tentara Israel, Perets Dipenjara Ketiga Kali

Warga Israel Shahar Perets mendekam di penjara yang ketiga kalinya karena menolak bergabung dalam militer, seperti dilaporkan BBC 31 Oktober 2021. Dalam sebuah email yang terkirim ke dalam jaringan pro-penolak militer Israel, Meservot, Perets dikabarkan baru saja melewati hari ulang tahunnya ke-19 di balik jeruji. Perets mengatakan penjaga rutan mempersulit dirinya menuangkan pikiran dan pengalamannya dalam tulisan selama di tahanan. Ia hanya mendapatkan akses menggunakan pena hanya sepuluh menit per hari. "Militer tidak ingin saya menulis, berbicara atau berbagi gagasan. Mereka berupaya membungkam saya," ujarnya. Pembungkaman penolak politik pendudukan, katanya, merupakan bagian kecil dari bentuk kekerasan. Ini bagian dari "Pembungkaman perjuangan warga Palestina untuk hak asasi manusia di Tepi Barat dan Gaza," katanya. Dalam wawancara di BBC, orang tua Perets mendukung putusan putrinya itu. Walaupun, sebagian orang menyebutnya sebagai pengkhina. "Saya menolak

Israel Bunuh 6 dan Menahan 433 Warga Palestina dalam 3 Bulan

  Gubernur Yerusalem, Adnan Gheith, mengatakan, tentara Israel membunuh 6 warga Palestina dan menangkap 443 lainnya  di wilayahnya dalam tiga bulan terakhir. Gubernur melaporkan, 30 Oktober 2021, mereka yang dibunuh adalah Hazem, Zakariya Badwan, Ahmad Zahran, Mahmoud Humeidan, Israa Kuzeimeh, dan Abdo Yousef Al Tamimi. Korban terakhir dibunuh di dalam ruang interogasi Al Maskubiyyeh. Sementara itu, Israel menahan 5 jenazah dari enam korban. Laporan juga mendokumentasikan 55 korban luka di Yerusalem dalam periode yang sama. Mereka terluka akibat terkena pukulan dan peluru asli berbungkus karet. Ratuasan lainnya dilaporkan kesulitan bernafas akibat gas air mata selama konfrontasi dengan aparat Israel di Kota Suci tersebut.   Israel menahan 433 warga termasuk 24 perempuan. Mereka juga mengeluarkan perintah penahanan rumah kepada 29 warga. [] QNN  

Selangkah lagi Tentara Yaman Masuki Gerbang Kota Ma'rib

Tak terhindarkan lagi, koalisi agresor Saudi bakal menderita kekalahan besar dan memalukan. Hal ini sesuai dengan penegasan dari Menteri Pertahanan Yaman, Mohammad Al-Atefi belum lama ini.   Al-Atefi mengumumkan bahwa perang yang dipimpin Saudi melawan negara itu “secara praktis telah dikalahkan”, menambahkan bahwa pembebasan kota Ma'rib di provinsi dengan nama yang sama “hanya masalah waktu”. “Menurut implikasi strategis dan militer… kami menyatakan hari ini kepada seluruh dunia bahwa agresi internasional terhadap Yaman telah dikalahkan,” kata Al-Atefi kepada media Lebanon, menambahkan bahwa koalisi agresor yang dipimpin Saudi “tidak punya pilihan selain memiliki keberanian untuk mengakui kekalahan besar” mereka. Pernyataan tegas Al-Atefi datang hanya beberapa jam setelah tentara Yaman menguasai penuh distrik Al-Judayda dan Jabal Murad di selatan kota Ma'rib, membawa mereka ke gunung Al-Balaq al-Sharqi, posisi pertahanan terakhir dari koalisi agresor pimpinan Saudi. Pasukan Ya

Jepang Kecam Pemukiman Ilegal Israel di Tepi Barat

Jepang mengecam rencana Israel membangun ribuan unit rumah untuk pemukiman baru di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, Kamis, 28 Oktober 2021, seperti dilaporkan WAFA. Pernyataan itu disampaikan usai Tel Aviv mempublikasikan tender pembangunan sekitar 1.300 unit rumah. Tender itu untuk merealisasikan pembangunan 3000 unit di seluruh Tepi Barat. Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, Israel enggan mengindahkan seruan yang berulang kali disampaikan para pegiat kemanusiaan dan komunitas internasional. Kementerian kembali mengingatkan, "Pembangunan permukiman merupakan pelanggaran hukum internasional dan memperkecil potensi terwujudnya 'solusi dua negara'." Oleh karena itu, Tokyo menyerukan agar Israel menarik kebijakannya. "Menggarisbawahi pentingnya membangun kepercayaan antara Israel dan Palestina serta upaya mengurangi tensi di Kawasan, Jepang meminta Israel untuk membatalkan rencana pembangunan dan mengehentikan aktivitas pemukiman secara total," katanya

2,6 Juta Pengungsi Yaman Kekurangan Stok Makanan

  Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan 2,6 juta pengungsi di Yaman mengahadapi kekurangan stok makanan. PBB pun menyalurkan bantuan dengan uang tunai. "Bantuan tunai kami membantu para keluarga menemukan kebutuhan pangannya," kata lembaga urusan pengungsi PBB (UNHCR) seperti dikutip Middle East Monitor, 27 Oktober 2021. Meski demikian, bantuan tunai dari lembaga kemanusiaan Al-Thani Qatar ini hanya bisa membantu  lebih dari 300 ribu warga Yaman. Lembaga The Thani bin Abdullah bin Thani Al-Thani  berdiri sejak April 2019. Selain membantu Yaman, yayasan ini juga pernah menyalurkan bantuan 35 juta dolar lebih ke pengungsi Rohingya di Bangladesh dalam bentuk zakat melalui UNHCR. Sementara itu, korban meninggal di Yaman telah mencapai dua ratus ribu lebih sejak agresi melanda tetangga Arab Saudi itu pada Maret 2015. Ketika itu, Riyadh dan koalisi militernya yang didukung penuh oleh Amerika Serikat meluncurkan perang melawan negara termiskin di Asia Barat ini. Mereka menyerang tet

Hancurkan Pemakaman di Yerusalem, Ulama Kecam Israel

Asosiasi Ulama Palestina mengutuk Israel atas tindakannya menghancurkan pemakaman Islam, Al-Yusufie di Kota Alquds, Yerusalem Timur.  Ketika menyampaikan pernyataan, 25 Oktober 2021, Asosiasi mengatakan, rezim Israel tidak menghormati perasaan umat Islam dengan agenda 'Yahudisasi' pemakaman. Kebijakan ini, menurutnya, akan meningkatkan eskalasi penentangan terhadap Tel Aviv.    Asosiasi menyerukan kepada ulama Islam di dunia Islam dan Arab untuk menggiatkan penyadaran ihwal 'Yahudisasi' di Kota Suci Yerusalem. Pada Senin lalu, Israel melalui otoritas Kota setempat, kembali merusak dan meratakan pemakaman bagian dari lahan Al-Yusufiye. Mereka enggan mengindahkan protes dari warga Pelestina khususnya yang memiliki makam kerabat di sana. Kepala Komite Pemeliharaan Pemakaman Islam di Yerusalem, Mustafa Abu Zahra, membenarkan otoritas Kota membuldoser bagian dari lahan pemakaman. Ia bilang, Israel mencari-cari kesempatan untuk merubah bagian dari lahan pemakaman menjadi tama

Aktivis Muna El-Kurd Galang Solidaritas untuk Palestina di Afrika Selatan

Aktivis Palestina Muna El-Kurd bersama dengan aktivis pro-Palestina di Cape town, Afrika Selatan menyelenggarakan acara olahraga dalam rangka solidaritas terhadap penduduk Sheikh Jarrah dan tahanan Palestina yang mogok makan sebagai protes atas penahanan sewenang-wenang dan tanpa tuduhan serta tanpa proses peradilan. Dalam acara tersebut, selain membawa pamflet berisi foto dan seruan pembebasan para tahanan Palestina di penjara Israel yang sedang melakukan aksi mogok makan, mereka juga mengusung tinggi-tinggi bendera Palestina. []

Israel Tambah 1.355 Unit Hunian Ilegal di Tepi Barat

Rezim Israel mengumumkan persetujuan terhadap rencana pembangunan 1.355 unit rumah permukiman ilegal di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, Ahad 24 Oktober 2021.  Melalui lembaga urusan perumahan, Israel mempublikasikan 13 tender baru yang akan membangun 1.355 unit rumah di 7 permukiman dan tender lain untuk 83 unit tambahan di permukiman Givat Hamatos di Yerusalem Timur. Tender ini dilakukan untuk menambah hingga sekitar 3 ribu unit rumah di seluruh Tepi Barat yang akan dipromosikan pada Rabu mendatang. Menurut komunitas perdamaian di Israel, Peace Now, publikasi tender ini pertanda rezim Israel ingin memulai konstruksi.  Tender yang terpublikasi: Di area Beit El – 346 unit; Adam – 96 unit; Ariel – 731 unit; Karnei Shomron – 22 unit; Emanuel – 57 unit; Elkana 102 unit; Beitar Illit – 1 unit. Sebanyak 92 persen unit dalam tender yang dipublikasikan kemarin berada di pedalaman jauh Tepi Barat.  Sejak pemerintahan baru dibentuk 13 Juni 2021, tak ada persetujuan penambahan unit permukim

[VIDEO] - Semarak Perlawanan di Tengah Perayaan Maulid Nabi ala Warga Taiz Yaman

Meski kerap didera bombardir serangan koalisi agresor Saudi yang menyebabkan banyaknya bangunan yang hancur dan memakan ratusan korban jiwa, namun warga Provinsi Taiz di Yaman tetap bersemangat menyambut dan merayakan peringatan Maulid Nabi di kota mereka. Perayaan Maulid Nabi yang mereka gelar tampak semarak, khidmat namun juga diselingi yel-yel spirit perlawanan terhadap agresi koalisi Saudi dukungan rezim diktator Arab, Amerika dan Israel yang selama ini mendera negeri mereka. [] 

Ketika Abu Dhabi Mulai Merasa Lelah dan Rugi Topang Rezim Terguling Mansour Hadi

Dilansir Al Khabar Al Yemeni, Dewan Transisi Selatan dukungan Uni Emirat Arab mengatakan, milisi bersenjata Partai Al Islah yang menguasai kota Ma'rib, melarikan diri ke provinsi lain, seiring dengan meningkatnya serangan militer dan komite rakyat (Ansharullah Houthi) Yaman. Sebagian komandan pasukan milisi Partai Al Islah dikabarkan melarikan diri dari Ma'rib ke Provinsi Al Mahrah, dan berusaha mendirikan pangkalan militer baru di sana.   Dewan Transisi Selatan menuduh pemerintah terguling Abd Rabbuh Mansour Hadi tidak serius menghadapi kelompok Ansharullah Houthi, dan pasukan Mansour Hadi terbukti tak mampu melawan mereka.   Sebelumnya, Penasihat Putra Mahkota Abu Dhabi, Abdul Khaliq Abdullah mengatakan, “Kepercayaan terhadap pemerintah dan pasukan Mansour Hadi sudah sampai ke titik nol. Mereka tidak punya kelayakan untuk mendapat dukungan dari Koalisi Arab. Setiap detik dan setiap dolar yang dikeluarkan untuk pemerintah Mansour Hadi adalah kerugian.” []

Muda-mudi Yahudi Lebih Pilih Dipenjara Ketimbang Jadi Tentara Israel

Seorang pria dan wanita muda Yahudi mengumumkan penolakan mereka untuk menjalani wajib militer di dinas ketentaraan Israel (IDF) dan lebih memilih menghadapi hukuman penjara sebagai akibat dari keputusan mereka tersebut.  Bukan kali ini saja penolakan semacam ini terjadi, melainkan hampir setiap tahun. Alasan utamanya adalah  keberatan mereka atas seluruh kegiatan IDF, atau lebih tepatnya: para muda-mudi ini  menolak wajib militer karena "keengganan mereka untuk berkontribusi pada penindasan rakyat Palestina". Bukan hanya menolak terlibat penindasan, mereka akhirnya bahkan membentuk kelompok  “Pejuang untuk Perdamaian”, sebuah gerakan perdamaian yang menghubungkan aktivis kemanusiaan Israel dan Palestina. Di antara para penolak wajib militer itu, sebut saja dua di antaranya Tamar Alon dan Tamar Ze'evi.  “Saya percaya bahwa cara perang, kekerasan, dan penindasan tidak akan memungkinkan kita untuk mempertahankan negara demokratis dan menjadi ‘orang bebas di tanah kita',

Pemukim Ilegal Israel Cabuti dan Hancurkan 300-an Lebih Pohon Zaitun Warga Palestina di Ramallah

  Pemukim ilegal Israel pada hari Kamis (21/10/2021) mencabut lebih dari 300 pohon zaitun milik warga Palestina di desa Al-Mazraa al-Garbieh, utara kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, sebagai bagian dari serangan lanjutan mereka pada musim panen zaitun. Kepala Dewan Desa Al-Mazraa, Saade Zaqqout mengatakan kepada kantor berita Otoritas Palestina WAFA bahwa para petani di sana terbangun untuk melihat kebun zaitun mereka yang dirusak di dekat permukiman ilegal Israel di Kerem Reim. Pemukim memasang gerbang besi dan blok semen di jalan untuk mencegah petani Palestina mengakses tanah mereka. Itu terjadi ketika penduduk Palestina bersiap untuk panen zaitun tahunan, dengan para petani secara teratur dilecehkan dan diserang oleh pemukim selama musim itu. Zaitun adalah sumber pendapatan utama bagi petani Palestina dan pemukim illegal Yahudi juga merusak, membakar pohon, dan meracuni tanaman. Israel telah menduduki Tepi Barat secara ilegal sejak tahun 1967, melakukan berbagai pel

Tiap Hari, Tentara Israel Tangkap Anak-anak Palestina

Lagi, tentara biadab Israel menangkap seorang anak Palestina. Adegan-adegan semacam ini diulang dan berlangsung setiap hari di Palestina yang dijajah rezim Zionis. Namun sayangnya, seolah sudah menjadi pemandangan biasa bagi sebagian besar masyarakat di dunia untuk menyaksikan tindakan tak berperikemanusiaan yang sudah berlangsung puluhan tahun lamanya. Betapa pemandangan yang makin dianggap normal dan biasa saja ini sungguh sangat berbahaya bagi hati nurani dan dunia kita..[]

Aksi Solidaritas Palestina ala Juara Bintang Ilmu Pengetahuan Qatar

Demi untuk menunjukkan cinta dan solidaritasnya terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini dijajah rezim Zionis Israel, Mohammed Al-Qassabi, seorang inovator muda asal Qatar yang menjadi pemenang kompetisi ilmiah terbesar di dunia Arab "Bintang Ilmu Pengetahuan", tampak mengibarkan bendera Palestina di tengah ajang kompetisi tersebut.  Dilansir laman Stars of Science,  Mohammed disebut sebagai "produk dari dunia ilmiah Qatar yang berkembang pesat".  Saat ini mahasiswa tahun ketiga yang belajar Sistem Informasi di Universitas Carnegie Mellon di Qatar ini menghabiskan sebagian besar tahun-tahun pembelajarannya dengan berkompetisi di sebanyak mungkin kompetisi sains untuk bertemu dan belajar dari para ahli. Inovator muda ini terus memicu dirinya dengan pikiran brilian, menjalin hubungan dengan banyak alumni Qatar Stars of Science. Dia berteman dengan Abdulrahman Saleh Khamis, seorang finalis di acara Musim 11. Bersama-sama, mereka memainkan peran aktif di

[VIDEO] - Ribuan Warga Yaman Peringati Maulid Nabi di Tengah Perang Sengit Lawan Agresi Saudi

Tampak ribuan warga Yaman memperingati Maulid Nabi Muhammad s.a.w di Sanaa pada Senin (18/10/2021) kemarin.  Perayaan besar itu diselenggarakan massa rakyat dan pendukung kelompok pejuang Houthi di tengah perang melawan pasukan koalisi agresor Saudi yang kian sengit dalam beberapa pekan terakhir ini. Di hadapan ribuan massa, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi telah meminta rakyat Yaman untuk terus menghadapi koalisi agresor pimpinan Saudi yang didukung AS dan telah melancarkan agresi di Yaman selama lebih dari 6 tahun hingga saat ini.  Al-Houthi menekankan bahwa “mencapai kebebasan dan kemerdekaan adalah Jihad suci" yang tidak akan pernah dikompromikan dengan pihak mana pun.[]

MacManus Desak UE Tak Tinggal Diam Saksikan Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina

Anggota Parlemen Eropa, Chris MacManus menegaskan bahwa Uni Eropa (UE) tidak dapat terus tinggal diam saat mengetahui data baru yang menunjukkan adanya peningkatan tajam aksi brutal penghancuran rumah-rumah warga Palestina oleh rezim penjajah Israel, Kantor Berita Wafa melaporkan pada hari Jumat. “Dari Januari hingga Agustus tahun ini, Israel tercatat telah menghancurkan atau menyita 118 bangunan milik warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur,” terang MacManus dalam sebuah pernyataan. “Ini merupakan peningkatan 38 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020,” katanya, menunjukkan bahwa: “Data yang dikumpulkan menggunakan istilah 'struktur bangunan', tetapi harus disadari bahwa sejumlah besar di antaranya adalah rumah hunian keluarga”. “Pembongkaran mengakibatkan 191 orang mengungsi, termasuk 116 anak-anak. Kehancuran juga termasuk bangunan umum, menyebabkan lebih dari 1.400 orang tidak memiliki akses ke layanan,” tambah MacManus. “

Facebook Siap Diselidik Badan Independen terkait Kasus Sensor Konten dan Posting Pro-Palestina

Facebook berjanji akan mengizinkan badan independen untuk melakukan penyelidikan ke moderasi konten posting berbahasa Arab dan Ibrani setelah raksasa teknologi itu dituduh menghapus dan menyensor konten pro-Palestina. “Kami telah bermitra dengan pakar organisasi nirlaba dalam bisnis dan hak asasi manusia, BSR, untuk melakukan uji tuntas hak asasi manusia terhadap dampak Facebook selama kekerasan intensif Mei-Juni di Israel dan Palestina,” kata Facebook dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat. “BSR akan memeriksa sumber internal Facebook yang relevan dan terlibat dengan pemangku kepentingan yang terkena dampak. Kami akan menerapkan rekomendasi dewan dalam uji tuntas kami, mendefinisikan dan memprioritaskan semua masalah hak asasi manusia yang menonjol sesuai dengan pedoman Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia.” Perusahaan teknologi itu menambahkan bahwa mereka akan secara terbuka mengomunikasikan hasil investigasi pada tahun 2022. Pengumuman itu mun

Gambar Bicara: Beda 'Tentara Negara Lebanon' dan 'Serdadu Rezim Apartheid' Israel

Inilah dua potret kontras di hari yang sama (17/10); seorang tentara Lebanon melindungi seorang siswi, sedangkan seorang tentara Israel menginjak punggung warga Palestina yang sedang mencoba memanen buah zaitun di tanah miliknya sendiri namun dianggap rezim Zionis sebagai tanah yang mereka kuasai.  Foto ini pun menunjukkan perbedaan nyata antara tentara negara Lebanon dan serdadu rezim apartheid Israel. []

Tahanan Palestina Miqdad Al-Qawasmeh Masuki Hari ke-86 Aksi Mogok Makannya

Hari ini (15/10) menandai hari ke-86 aksi mogok makan tahanan Palestina Miqdad Al-Qawasmeh, yang melakukan aksinya untuk memprotes penahanan administratif (ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan) yang berkelanjutan oleh rezim Israel. Pekan lalu, Palang Merah Internasional menyatakan keprihatinannya terhadap Miqdad dan tahanan lain, Kayed Nammoura, dengan mengatakan bahwa ada kekhawatiran "tentang konsekuensi yang berpotensi tidak dapat diubah dari mogok makan berkepanjangan seperti itu terhadap kesehatan dan kehidupan mereka". Miqdad (24 tahun) adalah warga Palestina dari kota Hebron di selatan Tepi Barat yang diduduki dan baru-baru ini memutuskan untuk meningkatkan aksi mogok makannya dengan menolak untuk mengonsumsi suplemen atau cairan apa pun. Dia ditangkap oleh tentara Israel pada bulan Januari, dan kemudian dijatuhi hukuman enam bulan dalam apa yang disebut rezim sebagai "penahanan administratif".  Penahanan administratifnya diperbarui untuk kedua kalinya pada

Demonstrasi 'Indah' Solidaritas Palestina ala Aktivis Kanada

Berbeda dengan aksi demonstrasi biasa, kali ini tampak pemandangan yang indah, ketika para aktivis Kanada menggelar unjuk rasa di Toronto, Ontario selama Hari Thanksgiving nasional mereka. Aksi demonstrasi besar-besaran ini digelar dalam rangka untuk menunjukkan solidaritas terhadap aksi mogok makan yang dilakukan para tahanan Palestina (yang ditahan semena-mena di bawah apa yang disebut "penahanan administratif" di banyak penjara Israel).   Para demonstran tampak mengibarkan tinggi-tinggi bendera Palestina di atas jembatan sambil melepas semacam "bom asap" warna-warni di udara. []

Boikot Israel, Sally Rooney Enggan Karyanya Terbit dalam Bahasa Ibrani

  Novelis tenar dari Irlandia Sally Rooney tak ingin lagi mempublikasikan karya terbarunya dalam Ibrani, bahasa resmi Israel. Novel anyar Roony Beautiful World, Where Are You? telah terbit bulan lalu setelah buku keduanya Normal People diterjemahkan ke dalam 46 bahasa, termasuk Ibrani, seperti diberitakan The Guardian , 12 Oktober 2021. Karya ketiganya ini telah menempati posisi teratas daftar best seller versi The New York Times ketika pertama kali terbit. Perusahaan yang menerbitkan buku Roony, Modan, membenarkan perempuan 30 tahun itu enggan memberi hak cipta penerjemahan Beautiful World, Where Are You?   ke penerbit Israel. Rooney, kata Modan, mendukung pemboikotan terhadap rezim yang menjajah Palestina itu. Ia memulai perlawanan secara terbuka terhadap Israel sejak Juli lalu. Ketika itu, ia dan ribuan seniman lainnya menandatangani sebuah surat pernyataan yang menilai Israel apartheid dan penindas masyarakat Palestina, khususnya Gaza. Melalui risalah itu, mereka menyerukan masy

Pasukan Yaman Raih Kemajuan Pesat dalam Upaya Pembebasan Ma'rib

Angkatan Bersenjata Yaman dan komite populer sekutunya, Ansharullah telah meraih penguasaan kembali teritorial signifikan di provinsi strategis Ma'rib, merebut kendali atas petak besar wilayah dari tentara bayaran yang didukung Saudi. Juru bicara pasukan pemerintah Yaman, Jenderal Yahya Saree, saat konferensi pers pada hari Selasa mengungkapkan rincian operasi militer yang dijuluki "Fajr Al-Intisaar" (Fajar Kemenangan), yang terjadi setelah menghadapi serangkaian serangan yang didukung koalisi agresor Saudi dalam beberapa hari terakhir. Pejabat itu mengatakan operasi militer terbaru diluncurkan setelah keberhasilan operasi sebelumnya yang dijuluki "Al-Baas Al-Shadeed" untuk membebaskan provinsi strategis dari tentara bayaran yang didukung Saudi. "Dengan partisipasi berbagai unit militer, Mujahidin mulai melaksanakan rencana yang mengharuskan serangan terhadap musuh dari beberapa sisi, sebelum sisi utama bercabang menjadi beberapa sub-sisi lainnya," tul

Pemukim Ilegal Ekstremis Yahudi Serang Petani Zaitun Palestina

Pemukim ilegal Yahudi ekstremis Israel kemarin menyerang petani Palestina yang tengah menanam zaitun di lahan pertanian mereka di desa Deir Al-Hatab, sebelah timur kota Nablus, Tepi Barat yang diduduki. Kantor berita Wafa melaporkan Wali Kota Abdelkarim Hasan mengatakan bahwa sekelompok pemukim turun dari permukiman ilegal khusus Yahudi di Elon Morei dan menyerang para petani Palestina saat mereka sedang menanam zaitun. Sementara itu, sejumlah pemukim mencuri buah zaitun milik petani Palestina di Khirbat Yanun, tenggara kota Nablus. Minggu ini, Tepi Barat menyaksikan gelombang serangan pemukim Israel atas petani Palestina saat musim panen zaitun dimulai. Serangan itu termasuk menebang dan membakar pohon zaitun di berbagai daerah di Tepi Barat Palestina yang diduduki. Sementara itu, pasukan penjajah Israel berkontribusi menyabotase musim panen zaitun Palestina dengan mencegah petani mencapai tanah mereka di dekat permukiman ilegal tersebut. Panen zaitun adalah salah satu musim terpentin

Buldozer Rezim Israel Hancurkan Pemakaman Bersejarah Yousefiyah

Buldozer pasukan rezim Israel menghancurkan sebuah pemakaman Palestina, yakni pemakaman bersejarah Yousefiyah, di Yerusalem yang diduduki, memperlihatkan tulang-belulang manusia yang terkubur di area para tentara Yordania yang tewas selama perang 1967 dimakamkan. Tindakan sewenang-wenang rezim penjajah ini kembali meningkatkan ketegangan setelah warga Palestina di wilayah tersebut melakukan aksi protes keras di sana. []

[VIDEO] - Serangan Brutal Tentara Israel Kembali Sasar Pemuda Palestina

Sudah menjadi rahasia umum bahwa aksi kekerasan terus terjadi di Palestina. Pelakunya, bila bukan para pemukim ilegal dan ektremis Yahudi Zionis, maka tak lain adalah para serdadu Israel. Kali ini, dengan cara yang sangat brutal, pasukan pendudukan Israel kembali menyerang pemuda Palestina di daerah Bab Al-Amoud, Yerusalem yang diduduki.  Seperti biasa, serangan itu terjadi tanpa alasan jelas selain alasan yang cenderung dicari-cari sebagai wujud ketakutan para serdadu itu menghadapi perlawanan para pemuda Palestina atas aksi brutal mereka selaku pasukan penjajah dalam kehidupan sehari-hari warga Palestina. []

AS Tekan Sudan Terima Normalisasi dengan Israel

    Amerika Serikat sedang mengerahkan tenaganya untuk menekan Sudan menerima normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Informasi ini diungkapkan  sebuah media Israel seperti dikutip situs berita berbasis di Lebanon, Almanar, 11 Oktober 2021. Setahun yang lalu,  Tel Aviv dan Khartum telah menyepakati normalisasi atas prakarsa Washington di bawah Pemerintahan Donald Trump. Tapi terjadi silang pendapat di antara para pemimpin di negeri timur laut Afrika ini. Hingga kini, normalisasi belum disahkan secara konstitusional di Sudan Media Israel menyebut Menteri Luar Negeri Sudan Yair Lapid mengagendakan keberangkatan ke Washington dalam waktu dekat. Lapid akan segera berkoodinasi dengan negara Arab lainnya ihwal normalisasi. Sementara di tanah Pelestina yang diduduki Israel, pejabat Tel Aviv menerima kunjungan delegasi Bahrain. Kedatangannya juga  menurut media Israel, dalam rangka mempersiapkan normalisasi.[]

PM Israel: Palestina Berpeluang Jadi Negara Teror

  Perdana Menteri  Israel Naftali Bennett memandang  berdirinya negara Palestina berarti membuka peluang berdirinya sebuah negara teror. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers bersama kanselir Jerman Angela Markel di Yerusalem, 10 Oktober  2021. "Kami belajar dari pengalaman  dan bekesimpulan negara Palestina besar kemungkinan menjadi negara teror," kata Bennett seperti dikutip media Israel, Haaretz.com. Ia menambahkan Israel tidak mengabaikan warga Palestina. Mereka, kata mantan Menteri Pertahanan Israel ini, adalah "tetangga kami." Pernyataan ini diutarakan usai mendengar Markel mengatakan dalam forum itu, "Saya percaya tetangga Israel ini tak diabaikan." Selama kunjungannya,  Markel tak terdengar melontarkan  kritik terhadap pendudukan ilegal Israel dan tindak kriminalnya terhadap warga Palestina. Ia mengabaikan  berbagai laporan organisasi hak asasi manusia yang menilai Israel sebagai negara apartheid. Markel berkunjung ke wilayah pendudukan itu beb

Israel Isyarakatkan Oman Ikut Normalisasi

  Israel melempar sinyal tentang negara berikutnya yang bakal menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan Tel Aviv. Kementerian Luar Negeri Israel mengisyaratkan Oman bakal mengikuti negara-negara Arab lainnya yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.    Kepala Divisi Timur Tengah Kemenlu Eliav Benjamin yang menyampaikan petunjuk itu dalam jumpa pers daring seperti dilansir Jerusalem Post, 7 Oktober 2021. Dia mengatakan, hubungan Tel Aviv dan Muskat  telah terjalin sejak 1991 walau bukan pada level tingkat-tinggi. "Dengan Oman, kita memiliki kerja sama dan sejumlah agenda yang sedang berlangsung," katanya. Menurutnya, Oman adalah salah satu dari segelintir negara Arab yang mengizinkan Israel mendirikan kantor di wilayahnya setelah Perundingan Oslo tahun 1993. Tapi kantor itu tutup setelah Intifada Kedua meletus di Palestina pada tahun 2000. Peristiwa yang mengakibatkan setidaknya 4.973 warga Palestina terbunuh, di antaranya 1.262 anak, 274 perempuan dan 32 perso

Yaman Tolong Komandan Pasukan Saudi yang Terluka

  Komandan militer senior, Brigadir Jenderal Ahmed Bahih, dari pasukan koalisi Arab Saudi ditemukan terluka oleh tentara Yaman. Bahih terluka saat operasi pembebasan di front Al Jubah, selatan Provinsi Marib, seperti disiarkan Yemen Press Agency, 7 Oktober 2021.  Di palagan ini, angkatan bersenjata Yaman yang disokong Houthi  Ansarullah baku tembak dengan pasukan koalisi Saudi.  Ketika memukul mundur serdadu Saudi, Yaman kemudian menemukan Bahih terluka dan membawanya ke rumah sakit di Kota Marib. Ia diantar dengan pengawalan keamanan yang ketat. Sumber YPA menyebut, Bahih harus dirawat dalam ruang ICU.[]

Mendagri Israel Gelar Kunjungan Perdana ke UEA

Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked menggelar kunjungan resmi perdananya ke Uni Emirat Arab, 4 Oktober 2021. Pejabat politisi sayap kanan Israel ini bersua dengan rekanannya, Wakil Perdana Menteri UEA Syekh Saif bin Zayed Nahyan di Abu Dhabi.  Mereka bertukar pikiran ihwal gagasan mempromosikan kerjasama dua negara ini. Gagasan itu mulai dari soal digitalisasi hingga keamanan di negara Teluk.  Nahyan menawarkan promosi kerja sama melalui pelatihan dan pendidikan bagi para imam Israel di UEA. Khususnyaterkait moderasi agama dan pencegahan kekerasan.  Shaked mengatakan, dua negara ini menjalin hubungan strategis dan keberlanjutannya dibutuhkan.  "Hari ini saya merasakan apa itu damai secara nyata," katanya. "Pemerintah yang begitu ramah ini telah membuatnya sangat jelas dengan kemitraan nyata." Ia juga mengumumkan, orang Israel dan UEA bisa saling mengunjungi negara masing-masing tanpa visa. Sejauh ini, sekitar 200 ribu warga Israel telah bepergian ke UEA sejak

Warga Yaman di Inggris Desak Saudi Akhiri Blokade

Komunitas warga Yaman di London, Inggris, mengecam blokade Bandara Internasional Sanaa.  Mereka mendesak koalisi militer Arab Saudi mengakhiri penutupan akses Sanaa dan semua bandara di Yaman. Kecaman  disuarakan dalam unjuk rasa di Ibu Kota Inggris, Sabtu, 2 Oktober 2021. Demonstrasi menentang agresi 7 tahun Saudi di Yaman ini diikuti oleh sejumlah politisi, aktivis dan jurnalis.  Jurnalis Inggris Robert Carter termasuk hadir dalam unjuk rasa. Melalui akun twitter-nya, ia mempublikasikan video unjuk rasa dengan tagar #OpenSanaaAirport Bagi peserta unjuk rasa, blokade yang menutup akses keluar-masuk bandara Sanaa itu bertentangan dengan hukum internasional.  Mereka meminta Riyadh segera membuka bandara agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Yaman. Oleh karena itu, demonstran juga mendesak PBB dan meminta seluruh pendukung kemerdekaan di dunia untuk menekan agresor hingga blokade dicabut. Pencabutan blokade setidaknya dapat meringankan derita warga Yaman yang telah 7 tahun menanggung d

Saudi Serang Permukiman Sipil, 5 Warga Yaman Tewas

Koalisi militer Arab Saudi menyerang permukiman sipil di barat laut Yaman. Serangan mengakibatkan setidaknya 5 warga tewas dan 11 orang terluka. Menurut media setempat, Al-Masirah TV , proyektil menghantam perbatasan Kota Manbeh, Jumat, 1 Oktober 2021. Hingga berita ini diterbitkan, upaya negosiasi gencatan senjata, pembukaan Bandara Sana’a dan pembatasan untuk impor BBM, pangan dan obat-obatan lewat pelabuhan Hudaydah masih menemui kebuntuan. Saudi masih memblokade Yaman. Lebih dari 20 juta orang Yaman, dari total populasi 30 juta jiwa, membutuhkan bantuan kemanusiaan. PBB mengatakan setidaknya 16 juta dari mereka ‘bergerak’ menuju bencana kelaparan akibat perang dan blokade. Krisis paling parah menimpa Anak-anak. PBB menyebut setiap sepuluh menit satu anak meninggal dunia. Mereka meregang nyawa karena hal-hal yang dapat dicegah seperti kekurangan gizi. Sementara korban meninggal telah mencapai dua ratus ribu lebih sejak agresi melanda Yaman pada Maret 2015. Ketika itu, Riyadh dan ko