Langsung ke konten utama

Israel Isyarakatkan Oman Ikut Normalisasi

 


Israel melempar sinyal tentang negara berikutnya yang bakal menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan Tel Aviv. Kementerian Luar Negeri Israel mengisyaratkan Oman bakal mengikuti negara-negara Arab lainnya yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.   

Kepala Divisi Timur Tengah Kemenlu Eliav Benjamin yang menyampaikan petunjuk itu dalam jumpa pers daring seperti dilansir Jerusalem Post, 7 Oktober 2021. Dia mengatakan, hubungan Tel Aviv dan Muskat  telah terjalin sejak 1991 walau bukan pada level tingkat-tinggi.

"Dengan Oman, kita memiliki kerja sama dan sejumlah agenda yang sedang berlangsung," katanya. Menurutnya, Oman adalah salah satu dari segelintir negara Arab yang mengizinkan Israel mendirikan kantor di wilayahnya setelah Perundingan Oslo tahun 1993.

Tapi kantor itu tutup setelah Intifada Kedua meletus di Palestina pada tahun 2000. Peristiwa yang mengakibatkan setidaknya 4.973 warga Palestina terbunuh, di antaranya 1.262 anak, 274 perempuan dan 32 personil medis.

Meski demikian, Israel tetap terlibat dalam fasilitas penelitian air bersih di Oman, MEDRC,  yang berdiri sejak 1996. "Jadi kita telah lama berhubungan dengan Oman," ujarnya.

Benjamin bahkan memperkirakan negara di tenggara Jazirah Arab ini bakal mengumumkan normalisasi secepatnya.

Seperti diketahui, tetangga Oman, Uni Emirat Arab, merupakan negara pertama yang menormalisasi hubungannya dengan Israel pada tahun 2020. Amerika Serikat berperan sebagai makelar normalisasi Tel Aviv-Dubai yang dilakukan atas nama Kesepakatan Abraham kemudian diikuti oleh Bahrain, Maroko dan Sudan.

Sementara Palestina mengutuk normalisasi itu. Para emir-emir Arab ini dianggap mendukung penjajahan Israel terhadap Palestina. Mereka adalah, "pengkhianat", katanya.