Langsung ke konten utama

Jepang Kecam Pemukiman Ilegal Israel di Tepi Barat




Jepang mengecam rencana Israel membangun ribuan unit rumah untuk pemukiman baru di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, Kamis, 28 Oktober 2021, seperti dilaporkan WAFA.

Pernyataan itu disampaikan usai Tel Aviv mempublikasikan tender pembangunan sekitar 1.300 unit rumah. Tender itu untuk merealisasikan pembangunan 3000 unit di seluruh Tepi Barat.

Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, Israel enggan mengindahkan seruan yang berulang kali disampaikan para pegiat kemanusiaan dan komunitas internasional. Kementerian kembali mengingatkan, "Pembangunan permukiman merupakan pelanggaran hukum internasional dan memperkecil potensi terwujudnya 'solusi dua negara'."

Oleh karena itu, Tokyo menyerukan agar Israel menarik kebijakannya. "Menggarisbawahi pentingnya membangun kepercayaan antara Israel dan Palestina serta upaya mengurangi tensi di Kawasan, Jepang meminta Israel untuk membatalkan rencana pembangunan dan mengehentikan aktivitas pemukiman secara total," katanya.

Sebelumnya, Tel Aviv mengumumkan persetujuan terhadap rencana pembangunan 1.355 unit rumah permukiman ilegal di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, Ahad 24 Oktober 2021.

Melalui lembaga urusan perumahan, Israel mempublikasikan 13 tender baru yang akan membangun 1.355 unit rumah di 7 permukiman dan tender lain untuk 83 unit tambahan di permukiman Givat Hamatos di Yerusalem Timur.[]