Langsung ke konten utama

Mendagri Israel Gelar Kunjungan Perdana ke UEA



Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked menggelar kunjungan resmi perdananya ke Uni Emirat Arab, 4 Oktober 2021. Pejabat politisi sayap kanan Israel ini bersua dengan rekanannya, Wakil Perdana Menteri UEA Syekh Saif bin Zayed Nahyan di Abu Dhabi. 

Mereka bertukar pikiran ihwal gagasan mempromosikan kerjasama dua negara ini. Gagasan itu mulai dari soal digitalisasi hingga keamanan di negara Teluk. 

Nahyan menawarkan promosi kerja sama melalui pelatihan dan pendidikan bagi para imam Israel di UEA. Khususnyaterkait moderasi agama dan pencegahan kekerasan. 

Shaked mengatakan, dua negara ini menjalin hubungan strategis dan keberlanjutannya dibutuhkan.

 "Hari ini saya merasakan apa itu damai secara nyata," katanya. "Pemerintah yang begitu ramah ini telah membuatnya sangat jelas dengan kemitraan nyata."

Ia juga mengumumkan, orang Israel dan UEA bisa saling mengunjungi negara masing-masing tanpa visa.

Sejauh ini, sekitar 200 ribu warga Israel telah bepergian ke UEA sejak normalisasi kedua negara ini dibuat berdasarkan Kesepatakan Abraham. Setidaknya 40 perusahaan Israel telah berdiri dalam wilayah perdagangan bebas UEA. 

Normalisasi kedua negara diteken pada 15 September 2020 di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat. Orang Palestina menyebut normalisasi itu "pengkhianatan".

Selama kunjungannya, manta menteri kehakiman ini mengunjungi Masjid Syeik Zayed dan monumen perang Oasis of Dignity. Ia juga dijadwalkan menyambangi paviliun Israel di Abu Dhabi Expo.

Shaked dikenal memiliki pandangan ektremis dan rasis terhadap Palestina. Pada 2015, melalui Facebook, dia menyerukan kematian untuk semua orang Palestina.  Dia mendorong semua warga Palestina yang hidup di bawah pendudukan Israel itu dihukum.

"Seluruh orang Palestina adalah musuh," ujarnya. Ketika mengamini penumpasan Palestina, ia menyebut bahwa aksi ini juga seharusnya menyasar "orang tua, perempuan, kota-kota, desa-desa dan infrastruktur di dalamnya."


MEMO