Langsung ke konten utama

Saudi Serang Permukiman Sipil, 5 Warga Yaman Tewas

Saudi Arabia resumes airstrikes in Yemen, hours after suspending them -  CSMonitor.com

Koalisi militer Arab Saudi menyerang permukiman sipil di barat laut Yaman. Serangan mengakibatkan setidaknya 5 warga tewas dan 11 orang terluka.

Menurut media setempat, Al-Masirah TV, proyektil menghantam perbatasan Kota Manbeh, Jumat, 1 Oktober 2021.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya negosiasi gencatan senjata, pembukaan Bandara Sana’a dan pembatasan untuk impor BBM, pangan dan obat-obatan lewat pelabuhan Hudaydah masih menemui kebuntuan. Saudi masih memblokade Yaman.

Lebih dari 20 juta orang Yaman, dari total populasi 30 juta jiwa, membutuhkan bantuan kemanusiaan. PBB mengatakan setidaknya 16 juta dari mereka ‘bergerak’ menuju bencana kelaparan akibat perang dan blokade.

Krisis paling parah menimpa Anak-anak. PBB menyebut setiap sepuluh menit satu anak meninggal dunia. Mereka meregang nyawa karena hal-hal yang dapat dicegah seperti kekurangan gizi.

Sementara korban meninggal telah mencapai dua ratus ribu lebih sejak agresi melanda Yaman pada Maret 2015. Ketika itu, Riyadh dan koalisi militernya yang didukung penuh oleh Amerika Serikat meluncurkan perang melawan negara termiskin di Asia Barat ini.

Mereka menyerang tetangganya di bagian selatan itu lantaran ingin mengembalikan penguasa boneka Abdu Rabbuh Mansour Hadi di Sana'a. Koalisi juga berhasrat menghancurkan kelompok perlawanan di Yaman, Houthi Ansarullah.

Kebanyakan korban tewas dari kalangan anak-anak dan perempuan. Jutaan masyarakat Yaman terancam bencana kelaparan akibat lulu lantaknya infrastruktur dalam negeri.  

Walau telah memorakporandakan negara lain, Saudi belum juga mencapai tujuannya. Bahkan dengan perkembangan poros perlawanan yang dibantu angkatan bersenjata Yaman, menurut berbagai pengamat, Saudi hampir mustahil menduduki Sanaa.