Langsung ke konten utama

Selangkah lagi Tentara Yaman Masuki Gerbang Kota Ma'rib



Tak terhindarkan lagi, koalisi agresor Saudi bakal menderita kekalahan besar dan memalukan. Hal ini sesuai dengan penegasan dari Menteri Pertahanan Yaman, Mohammad Al-Atefi belum lama ini.  

Al-Atefi mengumumkan bahwa perang yang dipimpin Saudi melawan negara itu “secara praktis telah dikalahkan”, menambahkan bahwa pembebasan kota Ma'rib di provinsi dengan nama yang sama “hanya masalah waktu”.

“Menurut implikasi strategis dan militer… kami menyatakan hari ini kepada seluruh dunia bahwa agresi internasional terhadap Yaman telah dikalahkan,” kata Al-Atefi kepada media Lebanon, menambahkan bahwa koalisi agresor yang dipimpin Saudi “tidak punya pilihan selain memiliki keberanian untuk mengakui kekalahan besar” mereka.

Pernyataan tegas Al-Atefi datang hanya beberapa jam setelah tentara Yaman menguasai penuh distrik Al-Judayda dan Jabal Murad di selatan kota Ma'rib, membawa mereka ke gunung Al-Balaq al-Sharqi, posisi pertahanan terakhir dari koalisi agresor pimpinan Saudi.

Pasukan Yaman juga telah membebaskan kota Al-Jadid, Ibu Kota distrik Al-Juba dan gerbang selatan Ma'rib.

Selama pertempuran terakhir, puluhan tentara bayaran yang didukung Saudi dilaporkan tewas sementara ratusan lainnya dipaksa untuk meletakkan senjata mereka.

Kondisi ini sebagaimana dinyatakan Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjend Yahya Saree lewat akun Twitter-nya:
1- Angkatan bersenjata kita berhasil melaksanakan Operasi Rabi Al Naser tahap kedua dengan membebaskan seluruh distrik Juba dan Jabal Murad di Kegubernuran Ma'rib.

Operasi tersebut menyebabkan kerugian besar dari tentara bayaran agresor (Saudi)
— Yahya Saree (@Yahya_Saree) 27 Oktober 2021

Selama beberapa bulan terakhir, tentara Yaman telah mengintensifkan upaya untuk membebaskan provinsi Ma'rib, yang hingga beberapa minggu lalu masih dianggap sebagai benteng besar terakhir koalisi agresor pimpinan Saudi di Yaman utara.

Sekarang pasukan pendudukan menemukan diri mereka terkepung, tidak mampu merebut kembali ribuan kilometer persegi yang dibebaskan oleh tentara Yaman yang terus merangsek maju dari waktu ke waktu.

Menjelang kemenangan mereka yang akan datang, para pejabat Yaman telah meminta kelompok yang masih mendukung koalisi agresor yang dipimpin Saudi untuk “menghentikan permusuhan dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan kepada mereka”, menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata akan menjaga keselamatan warga dan properti mereka. []