Langsung ke konten utama

Gantz: Takkan Kami Biarkan Hamas Punya Pijakan Kuat di Yerusalem

Rezim Israel "tidak akan mengizinkan Hamas memiliki pengaruh dan pijakan kuat di Yerusalem", ancam Menteri Perang Benny Gantz seperti dilaporkan Arabs48 kemarin.

Pernyataan Gantz datang menyusul baku tembak yang terjadi di Yerusalem pada hari Minggu yang menyebabkan seorang guru Palestina dan tentara Israel tewas dan empat orang Israel terluka.

Hamas mengklaim bahwa guru Palestina, Fadi Abu Shkeidem, 42, adalah salah satu pemimpinnya di kota suci Palestina.

"Hamas sedang mencoba untuk menyalakan situasi di dalam Israel, terutama di Tepi Barat," kata Gantz. "Ini adalah upaya berbahaya tapi gagal. Kami tidak akan pernah membiarkan Hamas mengubah Tepi Barat menjadi Gaza baru, dan kami tidak akan membiarkannya mendapat pijakan kuat di Yerusalem Timur."

Sebelumnya kemarin, intelijen Israel, Shabak mengklaim bahwa 50 warga Palestina dari kelompok perlawanan Hamas telah ditangkap karena mereka adalah bagian dari jaringan luas infrastruktur Hamas yang berencana untuk melakukan serangan di Tepi Barat dan Yerusalem.

Dalam sebuah pernyataan, Shabak mengklaim bahwa 50 aktivis dari Hamas ditangkap bersama dengan senjata dan bahan yang cukup untuk membuat empat sabuk peledak disita di Tepi Barat yang diduduki.

Hingga saat ini, Hamas terkesan tak peduli pada ancaman Menteri Perang Israel dan sama sekali tidak mengomentari klaim tersebut. []