Langsung ke konten utama

Ogah Jadi Tentara Israel, Perets Dipenjara Ketiga Kali



Warga Israel Shahar Perets mendekam di penjara yang ketiga kalinya karena menolak bergabung dalam militer, seperti dilaporkan BBC 31 Oktober 2021.

Dalam sebuah email yang terkirim ke dalam jaringan pro-penolak militer Israel, Meservot, Perets dikabarkan baru saja melewati hari ulang tahunnya ke-19 di balik jeruji.

Perets mengatakan penjaga rutan mempersulit dirinya menuangkan pikiran dan pengalamannya dalam tulisan selama di tahanan. Ia hanya mendapatkan akses menggunakan pena hanya sepuluh menit per hari.

"Militer tidak ingin saya menulis, berbicara atau berbagi gagasan. Mereka berupaya membungkam saya," ujarnya.

Pembungkaman penolak politik pendudukan, katanya, merupakan bagian kecil dari bentuk kekerasan. Ini bagian dari "Pembungkaman perjuangan warga Palestina untuk hak asasi manusia di Tepi Barat dan Gaza," katanya.

Dalam wawancara di BBC, orang tua Perets mendukung putusan putrinya itu. Walaupun, sebagian orang menyebutnya sebagai pengkhina. "Saya menolak bergabung dengan militer karena saya enggan mengambil bagian dalam operasi represif terhadap jutaan warga di Tepi Barat dan Gaza," kata Perets.  

Sementara hukum internasional menjamin hak kebebasan berpikir, beragama dan berkeyakinan termasuk dalam "The International Covenant on Civil and Political Rights" artikel 18 tentang hak menolak mengikuti militer.