Langsung ke konten utama

Setelah Aksi Mogok Makan 61 Hari, Pembebasan Tahanan Palestina ini Disetujui

Tahanan Palestina, Ayad Al-Harimi telah menangguhkan mogok makannya setelah 61 hari. Penangguhan ini diputuskan setelah otoritas pendudukan Israel setuju untuk membebaskannya pada 4 Maret 2022.

Pria 34 tahun itu baru saja dipindahkan dari penjara Ramla ke penjara Ofer. Kesehatannya mulai memburuk dan dia menderita sakit di sekujur tubuhnya, penglihatan kabur dan kehilangan kemampuan untuk berdiri dan berjalan.

 

Dia ditangkap pada bulan April dan ditahan dalam penahanan administratif –tanpa dakwaan atau pengadilan, dengan penahanannya diperpanjang setelah periode awal berakhir.

 

Ayad adalah yang kedua dari enam pelaku aksi mogok makan yang telah mengakhiri protesnya. Pada 11 November, tahanan Palestina Miqdad Al-Qawasmi setuju untuk mengakhiri mogok makannya, yang berlangsung selama 113 hari, setelah otoritas penjara Israel setuju untuk membebaskannya pada Februari.

 

Tiga tahanan Palestina lainnya telah melakukan mogok makan yang diperpanjang. Mereka juga memprotes ditahan oleh otoritas pendudukan tanpa tuduhan atau pengadilan. Mereka adalah Kayed Al-Fasfous dan Hisham Ismail Abu Hawash yang mogok makannya telah berlangsung selama 107 hari dan Louay Al-Ashkar yang bergabung dalam protes 43 hari yang lalu.

 

Israel saat ini menahan sekitar 4.650 warga Palestina, termasuk 34 wanita, 160 anak-anak dan sekitar 500 tahanan administratif. []