Langsung ke konten utama

Bantuan untuk Pengungsi Palestina di Ujung Tanduk

 syria regional crisis response progress report | UNRWA

Kepala Badan PBB untuk urusan pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzar mengatakan, krisis keuangan telah mengguncang lembaganya. Seperti dilaporkan Middle East Monitor awal Desember ini, lembaga yang berkantor di Yordania dan Gaza ini tak mampu membayar gaji 28 ribu karyawannya. 

Hingga kini, UNRWA menjalankan sejumlah sekolah, klinik, dan program distribusi pangan untuk jutaan keluarga pengungsi Palestina terdaftar. Lembaga mendistribusikan bantuan ke pengungsi yang tersebar di berbagai negeri Timur Tengah ini sejak mereka diusir oleh Israel pada 1948.

Akibat krisis ini, Lazzarini memperingatkan, sejumlah layanan vital terhadap jutaan pengungsi terancam mandek di tengah pandemi Covid-19.

"Apabila layanan kesehatan dikorbankan di tengah pandemi, program vaksinasi Covid-19 akan berhenti," katanya. "Layanan ibu dan anak akan berhenti; setengah juta anak perempuan dan laki-laki tidak mendapatkan kepastian akan keberlanjutan sekolahnya; dan dua juta pengungsi paling miskin tak lagi bakalan menerima bantuan pangan dan tunai."

Ia bilang, kebutuhan kemanusiaan pengungsi Palestina terus meningkat sementara donasi untuk UNRWA mengalami stagnanasi sejak 2013.

Seorang guru untuk sebuah sekolah binaan UNRWA di Gaza mengatakan, "Kami belum menerima gaji tapi saya tahu terjadi krisis keuangan dan donasi. Saya yakin, ini terjadi karena tekanan Israel terhadap negara-negara pendonor untuk berhenti mengirimkan donasi ke organisasi (UNRWA)."

Secara keseluruhan, UNRWA melayani 5,3 juta pengungsi Palestina di wilayah pendudukan, Yordania, Lebanon dan Suriah. Sejak Amerika Serikat di masa pemerintahan Donald Trump menghentikan donasinya secara menyeluruh pada 2018, keuangan lembaga ini terseok-seok. Walaupun di kemudian hari sejumlah donasi dari Paman Sam kembali mengalir namun lembaga gagal memulihkan gap antara keuangan dan kebutuhan.

Apalagi, Persatuan Emirat Arab secara tajam menurunkan bantuannya pada tahun 2020, sebagaimana disampaikan UNRWA pada awal tahun ini. Juru bicara UNRWA Sami Mashasha mengatakan, UEA mendonasikan 51,8 juta dolar pada 2018. Jumlah yang sama didonasikan pada tahun berikutnya namun pada tahun 2020, UEA hanya menyumbang 1 juta dolar. []