Langsung ke konten utama

Israel Kembali Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem Timur dan Usir Paksa 23 Orang Penghuninya

Rezim pendudukan Israel pada hari Selasa (28/12/21) menghancurkan sebuah rumah tiga lantai milik warga Palestina di lingkungan al Isawiyyeh di Yerusalem Timur yang diduduki, dan mengusir paksa 23 orang yang merupakan penghuninya, kantor berita lokal melaporkan.


Pemilik rumah, Nidal Yassin Mustafa, mengatakan bahwa staf kota yang dilindungi oleh polisi pendudukan Israel mengepung area di mana bangunan itu berada dan menghancurkan bangunan itu dengan dalih rumah tersebut dibangun tanpa izin.

Nidal Mustafa mengatakan 23 orang telah tinggal di dalam rumah ini, mencatat bahwa mereka semua menjadi tunawisma karena ditinggalkan di jalan.

Berbicara kepada kantor berita Safa, Nidal mengatakan bahwa keluarga menerima catatan pertama yang meminta mereka membayar denda NIS90.000 ($29.000) tujuh tahun lalu.

Dia mengatakan keluarganya membayar denda, tetapi pemerintah kota meminta mereka untuk membayar denda baru senilai NIS140.000 ($45.000). 

"Kami telah membayar NIS40.000 ($13.000)," katanya.

Nidal juga mengatakan bahwa keluarganya telah membayar puluhan ribu shekel untuk rencana, peta, dan staf lainnya untuk mendapatkan izin bangunan, tetapi mereka gagal.

Kantor berita Wafa mengatakan bahwa warga Palestina dipaksa untuk membangun di atas tanah mereka di Yerusalem yang diduduki tanpa izin karena hampir tidak mungkin mendapatkannya.

Pendudukan Israel telah berusaha untuk menjaga kehadiran Palestina di kota seminimal mungkin untuk mengubah keseimbangan demografis yang mendukung populasi Yahudi.

Keluarga tersebut mengatakan setelah kehilangan semua upaya untuk menyelamatkan rumah, mereka meminta pemerintah kota Israel untuk menghancurkan bangunan itu sendiri untuk menghindari biaya tinggi yang dibayarkan kepada pemerintah kota, tetapi pemerintah kota mengejutkan mereka dan menghancurkan rumah tersebut. []