Langsung ke konten utama

Wanita Palestina Teraniaya di Rutan Israel

 


Poros perlawanan berjanji membalas kekejaman Israel terhadap tahanan wanita Palestina. Hal ini disampaikan Hamas, Jihad Islam dan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP).

"Tindakan biadab itu tak akan kami biarkan tanpa pembalasan. Kami tak akan membiarkan tahanan sendirian melawan represi petugas rutan," kata Kepala Biro Urusan Tahanan Hamas, Zaher Jabbarin seperti dikutip Qudsnen.co, 19 Desember 2021.

Penjaga sel dilaporkan berkali-kali memukul para tahanan wanita dan mengurung 3 orang di antaranya dalam ruang isolasi.  Ketiganya adalah Shorouq Dwayyat, Marah Bakir, dan Muna Qa’dan

Menurut media Palestina WAFA, 32 wanita Palestina dalam Damon, salah satu rutan Israel, berada dalam kondisi sangat memprihatikan. Mereka menghabiskan waktunya hari demi hari dalam ruangan yang lembap, khususnya di musim dingin.

Penjaga juga memutus aliran listrik ke dalam sel, membuka hijab tahanan dengan paksa dan melemparkan gas air mata ke mereka. Sementara kerabat yang ingin menjenguk mereka ditolak.

Jihad Islam menegaskan, semua opsi terbuka demi membela tahanan perempuan. "Prioritas pertama kami adalah saudari-saudari kami dalam sel dan kehormatan mereka," katanya.

Anggota PFLP Mager Mizher juga mengatakan kekejaman terhadap tahanan wanita merupakan bom waktu bagi Israel. Tel Aviv, katanya, harus bertanggung jawab atas perbuatannya.